
Semua orang bersiap dalam berbagai macam hal. Semua orang di arena ingin menyingkirkan Kanata agar mereka bisa mengejar dewi mereka.
Ketika bel bermulai pertandingan pun dimulai.
Semua orang berlari ketengah tempat Kanata dan yang lain berdiri.
Tiba-tiba badai es betputar dengan Kanata sebagai pusat. Matanya telah ia ubah dengan mata roh iblis ungu untuk melihat pertarungan.
Wataru mengeluarkan tameng logam untuk melindungi diri mereka. Kanata memberikannya sebuah senjata seperti palu yang bisa menjauh sekitar 10 meter dari pegangannya. Ia harus memperhatikan mereka berlima aman dari serangan jarak jauh.
Sekai menjadi pembantu mereka untuk menahan peserta yang ingin melompat agar jatuh ke tanah.
Xuan mengeluarkan golem tanahnya yang besar 2x tubuhnya. Tangan Xuan juga dilapisi tanah yang keras dan ia bergerak bersama golemnya.
Kanata dan Lucky mengeluarkan cakar naga mereka. Kanata mengunakan cakar naga es dan Lucky cakar naga halilintar. Kaki Lucky dilapisi halilintar agar ia bergerak dengan cepat.
Aura tajam dilepaskan oleh Kanata. Semalam ibunya mengajarkan aura naga agar ia bisa membuat takut atau menekan lawannya ketika ia diserang.
Beberapa dari orang yang menyerang berhenti karna rasa takut menyelimuti hati mereka. Mereka berusaha menghilangkannya dengan cepat sebelum 5 orang target itu menyerang.
__ADS_1
Ketika badai salju menghilang, Kanata dan Lucky bergerak dengan sangat cepat menghancurkan formasi mereka.
Lucky langsung memukul mereka tanpa menahan diri. Kanata mengunakan sihir pembentukan es untuk menembak mereka.
Golem tanah berkaliburasi dengan kedua orang dibelakang. Mereka tidak mau ketinggalan aksi dari 2 orang tersebut.
Sebuah formasi sihir terbentuk di langit akan menyerang ketiga orang tersebut. Kanata dengan cepat sampai di atas mereka dan mrngeluarkan pedang hitamnya. Sisiknya berubah hitam seketika dan matanya menjadi merah dengan pupil vertikal.
Ketika formasi sihir itu menembak, Kanata langsung menebasnya hingga menghancurkan formasi tersebut. Semua terkejut melihat hal itu.
Pedang Kanata berubah menjadi panah lalu memanah ke langit. Hujan anak panah berwarna hitam jatuh dari langit. Tembakan itu hanya menhujani musuh mereka dan itu tiak mengenai sekutu.
Sisik Kanata kembali menjadi putih kebiruan dengan dingin es terkandung dalamnya. Matanya menjadi biru dengan pupil vertikal. Pemandangan tersebut berjalan singkat dan sedikit yang memperhatikan.
Seorang dari belakang menyerang Kanata dengan element angin. Kanata berhasil menghindarinya hingga musuhnya yang terkena.
Orang yang menyerang adalah provokator utama yang bernama Yuze grenbell.
Ia mengeluarkan amarahnya dengan perubahan udara di sekitar. Kanata menatapnya dengan tajam, suhu disekitarnya turun drastis.
__ADS_1
2 badai bentrokan hingga membuat banyak peserta tersingkirkan.
Ketika badai berhenti, waktu telah habis dan 20 orang telah keluar dari arena.
Mereka berlima bersorak lalu melakukan toss. Mereka tersenyum.
Mereka berhasil lulus dengan baik.
---
Seorabg laki-laki bertanya kepada seorang pembesar "Bagaimana?"
"Anak ini lumayan, ia mungkin bisa menjadi elit nomer satu kalau ia mau" ujar seorang dengan jenggot
"Sekilas ia menganti sisik naganya nama matanya berubah" ujar seorang pembesar sambil memakan ayamnya
---
Setelah pertandingan survive, Kanata dan lainnya mengundi untuk lawan mereka untuk penentuan kelas.
__ADS_1
Tentu saja mereka bisa bertarung masing-masing. Kebanyakan peserta yang melihat aksi Kanata agak minder kalau melawannya.Tapi banya orang yang punya keyakinan bertekad melewatinya.
Kalau orang ini bisa dikalahkan maka ia akan menjadi orang yang top.