
Setelah ujian, Kanata dan kawan-kawan pergi makan di kedai mie milik paman Xuan. Selain mendapatkan kerja menjadi juru masak di academy ia juga membuka kedai di kota. Ketika itu kedai sedang sepi hingga mereka bisa tertawa penuh gembira di sana.
"Ayo Kanata, kita lomba makan mie terpedas di sini" ajak Lucky
"Siapa takut" ucap Kanata
"Paman, mie terpedas dengan porsi besar 2" pesan Lucky
Yang pernah belajar di academy fairy wing hanya Sekai diantara mereka berlima. Walaupun kelas mereka berbeda, mereka bisa membentuk tim yang sama kalau mereka mau.
Sekai menjelaskan aturan di academy dan pengaturan kamar. Kedai itu penuh tawa dan gembira di sana.
Kanata mengalahkan Lucky makan mie lalu mereka minum banyak. Kegembiraan mereka berlangsung hingga matahari terbenam.
Semua berpisah ketika mereka melihat matahari sudah mulai gelap. Wataru langsung pulang ke rumahnya, Sekai pergi membeli bunga lalu pulang. Kanata berjalan bersama dengan Lucky berkeliling.
"Kanata, apa kau telah membangkitkan kekuatan naga dalam dirimu?" tanya Lucky
"Kau sudah merasakan kekuatannya, buat apa kau bertanya lagi" jawab Kanata
"Aku hanya senang bisa bertarung denganmu dengan kekuatan terbaik" ujarnya
"Kau sangat perhatian kalau masalah rival" ucap Kanata
__ADS_1
"Tentu, aku sangat mencari musuh yang bisa bertarung hingga akhir denganku" ujarnya
Mereka berjalan sambil memandang sekitar. Orang-orang sedang mempersiapkan diri untuk membuka stan di depan toko mereka.
"Apa kau sudah bertemu orangtuamu?" tanya Lucky
"Ya, aku sudah bertemu dengan ibuku" jawabnya. "Ia bilang aku akan bertemu ayah dan adikku setelah ujian masuk"
"Baguslah kalau begitu. Orangtuaku juga bertemu dengan kakek di kota dan kami bisa berkumpul bersama beberapa hari terakhir ini" ujarnya
"Aku harap kedamaian ini bisa bertahan sampai akhir" ucap Kanata
Ada makna tersirat dalam katanya. Ia tidak memberitahu Lucky takdir yang menuntun Kanata.
Mereka berpisah di depan gerbang academy. Kanata masuk ke dalam sedangkan Lucky pergi menjauh.
Sesampainya di rumah, lampu sangat gelap. Apa ibunya belum kembali? Kanata menyalakan lampu dan suprise.
Ibunya menyambutnya bersama seorang pria tampan dengan rambut hitam panjang diikat, Ia mengenakan jubah hitam panjang dan seorang anak laki-laki dengan umur kurang setahun darinya dengan rambut hitam, ia mengenakan jas biru.
"Kanata, ini adalah ayah dan adikmu" sebut ibu
Air mata Kanata mulai mengalir. Hanya kakek Long dan kakek Ryu yang pernah mengadakan suprise buatnya selama ini. Ini pertama kali ia merasakan perasaan ini dalam hatinya. Mulutnya tidak bisa berkata-kata. Tubuhnya bergetar.
__ADS_1
'Akhirnya aku bertemu dengan keluargaku' pikirnya
Kanata memeluk laki-laki tersebut dengan erat. Ia hanyalah anak berusia 13 tahun. Ia melepaskan kerinduannya. Ia selalu iri dengan banyak anak yang digendong ayahnya, berjalan-jalan bersama ayahnya.
Ia sekarang berada di pelukan ayahnya.
"Maaf nak, ayah tidak bisa menjagamu"
"Itu tidak penting lagi. Yang penting aku sudah berkumpul dengan keluarga" ucapnya dengan tangisan yang keras
Ia ingin menjadi anak kecil lagi dan merasakan kasih orang tua dari kecil. Walaupun ia berumur 13 tahun dengan sifat dewasa yang ia bangun dengan kesusahan yang ia hadapi. Ia sekarang hanyalah anak kecil yang ingin dimanjakan.
Ayahnya melepaskannya lalu adiknya memeluknya. Ia juga menangis setelah bertemu dengan Kanata.
Ayah dan ibunya selalu bercerita tentang kakaknya dengan sedih. Ia bahkan tahu kakaknya terkena kutukan. Ia mencela dirinya pernah iri kepada kakaknya karna orangtuanya yang selalu bersedih ketika bercerita tentang kakaknya.
2 tahun ini, ibunya mulai bergembira setelah sering bertemu dengan kakaknya dengan wujud spiritualnya. Dari ibunya ia tahu seperti apa kakaknya.
Hari ini ia mendengar pertarungan kakaknha yang berhasil bertahan dari 45 orang yang menyerangnya dan membawa orang-orang kepada kelulusan.
Ia sangat ingin bertemu dengannya dan meminta maaf karna pernah membencinya.
"Kak maaf"
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf, kau tidak ada salah. Sekarang kita bisa berkumpul sudah cukup bagi kakak"
Akhirnya mereka berkumpul.