Peri Naga

Peri Naga
Serangan


__ADS_3

Kanata pergi sendiri bersama dengan kaisar binatang berumur ratusan tahun. Mereka sampai pada sebuah altar yang terpapat 8 pilar di sana.


"Kita dimana?" tanya Kanata


"Kita berada di altar pahlawan" jawab kaisar binatang


Mereka berdiri di tengah altar dan sesosok naga muncul dihadapannya. Kanata tidak bisa mengidentifikasi seperti apa naga yang ada di hadapannya, bahkan mata rohnya tidak bisa mencapainya.


"Siapa namamu anak muda?" tanyanya


"Salam yang mulia" ucap Kanata hormat, "aku Kanata iska"


"Aku merasakan darah naga emas dan perak mengalir dalam tubuhmu dan Terdapat 2 pilar naga bersemayam dalam tubuhmu" ujarnya


Kanata terkejut dan tidak bisa berkata apapun. Naga yang ada dihadapannya tahu dengan jelas hanya melihat sekali.


"Jangan takut, aku dikenal pahlawan naga, makhluk mistik naga yang menjaga hutan mistik. Dengan adanya kabut ini tidak ada yang bisa masuk dan keluar" ujarnya


"Lalu bagakmana dengan teman-temanku?" tanya Kanata

__ADS_1


"Tenang saja, karna kalian telah membawa kaisar binatang ke sini maka aku akan membiarkan kalian keluar setelah kalian bisa membunuh peri iblis yang menyusup tersebut" jawabnya


"Seperti apa musuh kita? dan kenapa kau tidak membunuhnya langsung?" tanya Kanata


"Aku tidak bisa pergi dari sini. Tapi kau bisa, aku mempercayaimu karna 2 naga itu mempercayaimu bahkan dewa naga mengangkatmu sebagai muridnya" jawabnya


"Baiklah"


---


"Bagaimana kondisi di sekitar?" tanya Miyuki


Semua berjaga dan beristirahat secara bergiliran. Mereka mengelilingi Sonic agar tidak diserang oleh makhluk mistik.


Kabut di sana tidak terlalu tebal, sudah 2 jam Kanata pergi dan belum kembali.


Apa yang dilakukan Kanata?


Seketika terdengar suara yang mendekat. Bukan satu, tapi ada 5 monster sebesar 2 meter dengan badan yang kekar berwarna hijau tua dengan 2 tanduk kecil dikepalanya dan mereka membawa batang kayu besar dijadikan senjata.

__ADS_1


Mereka langsung berubah menjadi mode bertarung ketika melihat mereka. Sonic bangun dan mulai marah.


Badai salju menyelimuti Miyuki dan kawan-kawan. Jarum-jarum es yang tebal ditembakan dari dalam menuju monster-monster tersebut.


Setsuna dan Sei meloncat keluar dari badai salju dengan pedang yang ditangan mereka. Mereka menebas monster tersebut secara vertikal.


Dengan serangan es yang pertama, badan monster-moster tersebut kaku dan itu menjadi kesempatan menyerang.


2 monster terbelah menjadi 2 dalam sekejap. Monster yang lain bereaksi dan menyerang. Tepat saat itu 2 kepala melayang dengan darah. Ritsu berada di belakang 3 moster tersebut dengan 2 pedang di tangannya. Ia bergerak sangat cepat menebas kepala monster tersebut.


3 monster itu terjatuh. Mereka menghela nafas dan berbalik kembali ke posisi mereka.


Sebuah cahaya yang bergerak sangat cepat menuju Ritsu. Dengan bantuan mata iblis ungu, Setsuna melihatnya lalu bergerak ke belakanh Ritsu untuk menahannya.


Terdengar auman naga darinya. Pedangnya menjadi semakin terang dengan warna emas memblokir cahaya tersebut.


Cahaya menghilang dan Setsuna memuntahkan seteguk darah. Ia merasakan sakit di dadanya setelah memblokir cahaya tersebut dan ia sudah banyak mengunakan kekuatannya.


Ritsu berbalik dengan muka sedih dan ia membantu Setsuna berdiri dan kembali ke dalam badai salju dengan capat.

__ADS_1


Mata Miyuki berubah menjadi pink terang dengan pupil vertikal. Mata naga mawar dari naga cahaya muncul padanya. Ia mengontrol penyerangan dengan tepat dengan matanya.


__ADS_2