Peri Naga

Peri Naga
Ujian pertahanan


__ADS_3

Ketika makan siang, Kanata mengubah rambutnya menjadi hitam dan agak mengubah rupa wajahnya agar ia tidak dikenal. Bahkan ia menganti jubahnya dengan warna hitam agar tidak dikenal oleh Wataru dan Sekai.


Ia memasuki kantin bersama dengan para peserta ujian. Ia mendapatkan makan gratis di sana. Dengan semangat ia makan tanpa khawatir ketahuan dia anak yang rakus.


Sampai ketika seorang guru datang ikut makan dan melihat jumlah porsi yang dimakan Kanata. Ia menggelengkan kepalanya.


Ia melihat Sekai dan Wataru makan sambil melihat sekitar, sepertinya ia mencari Kanata.


'Maaf Wataru, Sekai, aku tidak bisa makan dengan kalian'


Setelah ia menghabiskan 5 porsi makanan, ia langsung bergegas keluar. Seorang guru yang baru masuk bertanya kepadanya "mau kemana nak?"


"Saya mau ke toilet dulu" jawab Kanata


"Apa kau tahu toiletnya dimana?" tanyanya


"Aku tahu" jawabnya


Ia membiarkan Kanata keluar tanpa mencurigainya. Ia pun masuk ke dalam untuk makan.


Kanata pergi dan bersembunyi di atas ranting pohon. Ia mengubah penampilannya menjadi semula lalu masuk ke kantin tanpa ragu. Ia mengambil jatahnya dan duduk dekat Sekai.

__ADS_1


"Dari mana saja kau?" tanya Sekai


"Rahasia" jawab Kanata


Mereka tidak ingin bertanya lebih lanjut. Mereka yakin Kanata tidak berniat buruk padanya.


"Setelah ini adalah ujian pertahanan, semua peserta agar pergi ke aula" seorang guru membimbing semua peserta ke aula


Dengan deteksi spiritual, Kanata tahu berapa banyak peserta yang berada di aula. Jumlahnya lebih dari 300. Tetapi yang akan diterima sebagai murid hanyalah 80 dengan tambahan murid yang telah mendapatkan kursi di sana menjadi 90 murid.


Ini adalah persaingan yang sangat ketat, Kanata penasaran bagaimana mereka mengeliminasi semua peserta yang ada di sini.


"Sekarang kita akan mulai ujian kedua, kalian boleh mengunakan kekuatan kalian untuk bertahan. Bagi siapa yang masih bertahan ia akan dinyatakan lulus pada ujian ini"


Kita harus bertahan dari apa?


Ketika pikiran itu terlintas, sosok orang tua yang terhormat muncul di hadapan mereka. Rambutnya putih dengan kumis dan janggutnya. Ia meletakkan kedua tangannya dibelakang. Jubahnya sangat bagus dan mewah berwarna biru muda.


Ketika ia muncul, sebuah tekanan yang sangat kuat menekan mereka. Bagaikan mereka dihimpit oleh 2 dinding atau diikat denganr rantai pada bola besi yang sangat berat dan terjatuh di dalam air. Bernafas sangatlah susah di dalam tekanan ini.


Banyak peserta mengedarkan kekuatan rohnya untuk bertahan. Beberapa peserta langsung pingsan.

__ADS_1


Kanata yang berdiri langsung dibuat berlutut. Bagaikan gaya gravitasi yang ada di sini sangatlah kuat.


Kanata mengigit bibirnya dan melawan tekanan tersebut. Ia berusaha berdiri dengan gigihnya. Wataru dan Sekai yang melihat Kanata termotivasi dan mencoba melawan.


Ini adalah tekanan yang bisa membantu potensi para peserta dikerahkan. Kanata tidak ingin menyerah, ia sering disiksa seperti ini oleh kakek Ryu di menara. Tekanan ini meningkatkan kekuatan spiritual Kanata.


Banyak peserta langsung pingsan, tersungkur dan tidak berdaya. Keringat telah membanjiri Kanata dan membasahi bajunya.


Sekai meraih Kanata dengan rumput biru peraknya yang berasal dari tangannya. Ia juga meraih Wataru. Kanata mengingat bahwa penguji tidak melarang bekerja sama.


Auman naga terdengar dari Kanata, ia membantu kedua temannya untuk menahan tekanan. Dengan kebangkitannya kemarin ia bisa bediri tegak. Matanya memerah dengan pupil berbentuk vertikal.


Ia bertahan dari penindasan dan tekanan yang sangat kuat. Semakin lama semakin kuat penindasannya. Wataru membantu Kanata menahannya dengan tangannya menyentuh punggung Kanata.


Rasanya seperti pinsan. Corak emas dan perak mulai muncul pada kulit Kanata.


Penguji merasakan tekanan itu berkurang dan berbalik kepadanya dari arah Kanata. Ia langsung tersenyum dan melepas tekanan itu.


Yang masih bisa berdiri atau yang bisa sadar dinyatakan lulus. Tersisa 100 orang yang berhasil bertahan. Mereka dinyatakan lulus dalam ujian ini.


Wataru dan Sekai memeluk Kanata yang melemas. Corak emas dan perak itu menghilang dan matanya kembali seperti semula.

__ADS_1


Semua yang lulus dicatat namanya dan besok mereka akan melakukan ujian pertarungan.


__ADS_2