Peri Naga

Peri Naga
Pertarungan melawan peri iblis


__ADS_3

Setelah semburan dari kaisar naga es, beberapa dari mereka yang tidak lolos membeku. Mereka mengunakan pelindung yang kuat dan memancarkan energi panas darinya. Mereka telah bersiap-siap untuk melawan kaisar naga es dari persiapan yang terlihat.


Tidak ada makhluk mistik ataupun binatang buas es di sini. Apakah kaisar naga es bertarung sendiri di extreme north ini.


Kanata bergerak dengan cepat bertarung melawan mereka. Ia beradu tinju dengan orang yang paling besar diantara mereka. Kanata yang kekuatannya telah ditingkatkan dalam ketika sisik naga muncul membuat musunya terpental.


Kanata mengunakan kawat panjang untuk mengikatnya lalu membantingnya ke teman-temannya.


Mereka menghindarinya.


Kanata menarik kembali orang tersebut lalunia meloncat san menjadikannya pijakan.


3 orang menhadapi Kanata dan 8 orang melawan kaisar naga es. Walaupun kaisar naga es sangat kuat, ia bisa saja kalah melawan musuh yang banyak dengan kemampuan yang berbeda-beda.


Kanata mendekati salah seorang yang menghindar, ia mengeluarkan pedangnya lalu menebasnya. Orang itu bergerak dengan sangat cepat dan menghindari kontak dengan pedang yang digunakan Kanata.


Seseorang dari belakangnya menyerang Kanata dengan pedang yang mengeluarkan aura yang sangat kuat.

__ADS_1


Kanata menghilangkan pedangnya lalu membuat kuda-kuda dan menangkapnya dengan kedua tangannya. Sisiknya sangat keras seperti logam. Ia bahkan menghancurkan pedang tersebut lalu memukulnya dengan tangan kirinya.


Orang itu terpental dan memuntahkan seteguk darah. Ia bisa merasakan sakit di dadanya.


Terdengar ledakan es di mana-mana. Kaisar naga es tidak menahan diri, ia mengeluarkan semua kemampuannya untuk melawan 8 orang tersebut. 2 orang telah menjadi patung hancur, udara dingin membuat yangblain mengigil.


Kanata bahkan merasakan cukup dingin. Coba saja bukan karna jubah yang ia kenakan, buah yang pernah ia makan dan kekuatan sisik naganya membuatnya agak merasa hangat.


Sonic juga ikut membantu, ia bahkan lebih kuat di daratan es dengan kekuatan barunya badai salju. Beberapa helai rambut Kanata yang putih membeku. Ia bisa merasakan hawa dingin yang kuat di daerah ini.


Dengan bantuan Sonic, kaisar naga es bisa membunuh 2 orang lagi. Kanata memfokuskan dirinya melawan 3 orang. Satunya telah tumbang dan diikat dengan jaring, satunya terlempar mundur dan satunya bergerak dengan sangat cepat.


Kawat itu telah diberi simbol kekuatan dan pertahan tingkat 3 yang membuatnya susah di rusak dan butuh waktu yang sangat banyak untuk melepaskan diri darinya.


Kanata menusuk kepalanya yang membuatnya memuncratkan darah. Ia langsung menhindar dan maju ke depan.


Musuhnya sangat marah atas apa yang Kanata lakukan. Mereka bergerak dengan aura yang meningkat. Mereka seperti mesin pembunuh sekarang.

__ADS_1


Kanata melempar 8 jarum ke arah mereka. Mereka bisa menghindar dan mengkisnya dengan pedang dan belati. Senyum licik muncul pada bibir Kanata, ia menarik tangannya ke belakang dan jarum-jarum itu kembali dari belakang musuhnya.


Beberapa goresan muncul dari badan mereka hingga darah bisa menetes darinya. Tapi itu tidak menghentikan mereka, keinginan mereka hanya satu.


Membunuh Kanata.


Tepat ketika mereka hendak mendekati Kanata, sinyal mundur dari teman-temannya muncul. Sonic langsung muncul di sisi Kanata, ukurannya sebesar tinggi Kanata dengan tubuh yang kokoh.


Ia mengeluarkan tembakan bola angin dari mulutnya. Dengan cepat musuhnya kabur. Mereka akhirnya selamat dan bisa membantu kaisar naga es.


Badan Kanata jatuh melemas, ia telah mengunakan banyak kekuatan roh. Matanya kembali semula dan ia duduk di atas permukaan salju.


Sonic mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Musuhnya mendapatkan kerugian karna 5 dari mereka mati dan beberapa terluka.


Kanata juga terluka, pengalaman pertarungannya selalu di asah oleh kakek Ryu. Instingnya dipertajam tapi ia bisa berhasil karna deteksi spiritualnya. Ia bersyukur memperlajari mata roh, ia suka dengan teknik itu.


Walaupun terluka dan kehabisan banyak kekuatan roh, Kanata tersenyum senang. Ia selalu berkeinginan bertarung dengan musuh yang iangin membunuhnya.

__ADS_1


Kakek menberitahu Kanata bahwasanya keadaan hidup dan mati akan memicu potensi. Tapi ini tidak seberapa, ia ingin mendapatkan lebih, tapi ini bukan waktu yang tepat.


__ADS_2