Peri Naga

Peri Naga
Melawan guru Zhou


__ADS_3

Guru Zhou membawa semua murid ke arena. Di sana tidak ada orang selain mereka. Sepertinya guru Zhou telah mempersiapkannya dengan baik.


"Aku ingin melihat gaya bertarung kalian. Kalian akan dibagi berkelompok dengan anggota 2 orang. Jumlah kalian ganjil maka ada satu orang dari kalian akan bertarung melawan saya"


Semua terkejut dan saling melirik satu sama lain. Kanata dan Miyuki langsung akat suara keberatan


"Kenapa kalian berdua? apa kalian keberatan?" tanya guru Zhou


Kanata dan Miyuki saling melirik dan terkejut. Mereka terkejut karna mereka keberatan pada waktu yang sama.


"Guru Zhou, apa itu tidak memberatkan bagi murid yang akan melawanmu?" tanya Miyuki


"Ini hanyalah latihan, semakin banyak pengalaman maka kau semakin kuat" jawabnya


Kanata mengangguk lalu memberi saran "Guru Zhou, bagaimana kalau satu orang tersebut itu dimasukkan dalam satu tim dan tim itu bertarung denganmu?"


"Baiklah, kalau begitu kau boleh memilih temanmu Kanata dan timmu akan melawanku" tanya guru Zhou.


"Apa?" Kanata terkejut dan ia masuk ke jurang sekarang. Ia tidak tahu hal ini menimpanya


Lucky meletakkan tangan kanannya di atas bahu kiri Kanata. Setsuna juga maju untuk membantu kakaknya. Dengan keduanya di sampingnya ia mulai tersenyum.


"Baiklah guru Zhou. Aku menerimanya" ucap Kanata dengan penuh tekad


---


Kanata tahu adiknya peri naga dengan pedang naga emas. Kekuatan pedang naga emas sangat kuat dan bisa menguncang dengan aura yang sangat kuat.

__ADS_1


Kanata langsung memikirkan cara dan mendiskusikannya dengan keduanya. Dengan persiapan yang matang mereka naik ke arena.


"Apa kalian siap?" tanya guru Zhou


"Ya" teriak mereka bertiga.


Setsuna berada ditengah dengan pedang emas di tangannya. Tangannya telah dilapisi sisik naga emas yang diperkuat dengan pedangnya. Ia tidak seperti Kanata yang mengunakan cakarnya untuk bertarung.


Setsuna mengunakan sisik naganya untuk mengunakan pedang tersebut dan bertahan.


Di sebelah kanannya Kanata dan di kirinya Lucky. Dengan pertarungan maka kekuatan dan hubungan mereka akan menjadi lebih baik.


Kanata berbagi deteksi spiritual dengan rekan timnya. Setsuna terkejut dengannya. Ia langsung melirik ke kakaknya. Kakaknya hanya mengangguk. Dengan ini ia bisa melihat ke seluruh arena. Ini adalah mata dewa pikirnya.


Mereka maju dengan kompak, sisik emas dan perak terbentuk pada kedua tangan Kanata. Melihat sisik tersebut semua terkejut.


Setsuna meluncurkan serangan pertama secara vertikal mengarah guru Zhou. Kekuatan guru Zhou sangat kuat. Ia memblokir serangan itu dengan tangan kanannya.


Di tangan kanannya ada gelang tangan yang sangat berat digunakan bertahan dan menyerang.


Setsuna terdorong ke belakang. Kanata meluncurkan tinju dengan tangan kirinya bersama dengan Lucky menyerang dengan tangan kanannya.


Mereka menyerang tepat di dada guru Zhou. Tetapi tubuh Zhou sekuat baja. Tidak ada goresan terbentuk darinya.


Proyeksi beruang oranye yang besar muncul di belakangnya menjatuhkan tangannya seperti kapak menuju mereka berdua.


Kanata dan Lucky mundur sebelum serangan itu mengenai mereka. Tekanan yang diberikan semakin besar.

__ADS_1


"Sepertinya serangan itu terlalu berlebihan" ujar Lucky


"Kalau kita kena maka kita akan masuk rumah sakit seminimal mungkin" ujar Kanata


"Kita hanya harus membuat ia terdorong mundur" ucap Setsuna


Mereka berlari dengan formasi yang berbeda. Kanata paling depan dan Setsuna di belakang. Mereka menyerang guru Zhou secara berurutan.


Kanata mengerahkan seluruh kekuatan untuk memukul dadanya. Tangan guru Zhou membentuk x dengan kedua tangannya di depan dadanya.


Suara ledakan yang sangat keras terdengar dari benturan tersebut. Kanata langsung meloncati guru Zhou kemudian Lucky memukul guru dengan cakar halilintarnya tepad dimana Kanata menyerang.


Suara ledakan terdengar sekali lagi dengan suara setruman bertengangan tinggi. Guru Zhou tersenyum.


Lucky mundur satu langkah besar. Setsuna menyerang dengan sekuat tenaga menebas secara horizontal menuju tempat kedua pukulan tersebut mendarat.


Guru Zhou terdorong mundur. Ia mengunakan transformasi beruang untuk melindungi dirinya sendiri.


Serangan itu tidak berhenti sampai situ. Lucky menyerang guru Zhou dengan bola-bola listrik dengan cepat. Kanata yang melompat ke belakang memegang meriam es yang diletakkan di punggungnya. ja langsung menembak tanpa kenal ampun.


Guru Zhou berputar dan menghancurkan kedua serangan tersebut. Ketika murid tersebut sudah kelelahan melawan guru ini.


"Bagus, kerja sama yang bagus. Cukup kalian bole beristirahat" ujar guru Zhou


Semua tercengang dengan pemberitahuan guru Zhou. Pemberatnya ditangan kirinya hancur dan tangan kanannya agak beku.


Mereka turun dari arena dengan senyum lalu beristirahat. Mereka tidak menonton pertarungan selanjutnya karna sekarang yang lebih penting memulihkan diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2