Peri Naga

Peri Naga
Kompetisi


__ADS_3

Pada hari kompetisi seluruh murid dari kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul di aula bertarung yang sangat besar di arena bertarung.


Banyak orang datang menonton pertarungan antar pelajar bahkan para guru bertaruh untuk kelas mereka masing-masing. Terdapat babak penyisihan untuk mengeliminasi keseluruhan murid, hanya 128 tim yang bisa mengikuti pertarungan di arena.


Minimal dalam satu tim ada 3 sampai 4 orang. Kebanyakan akan mengambil tim menjadi 4 anggota dari pada 3 karna dengan banyaknya anggota bisa menutup kekurangan dalam tim.


Kompetisi pertama dimulai dengan mendapatkan crystal peri yang berada dalam labirin. Pada perlombaan ini hanya ada 3 anggota dari setiap tim yang akan ikut agar adil bagi semua tim.


---


"Bagaimana kita bermain?" tanya Kanata


"Aku tidak akan ikut, aku akan bersiap-siap dengan perlengkapanku. Kalian lebih baik bersiap-siap dan berusaha untuk menang" jawab Sei


"Kenapa Sei? kau tidak percaya diri?" tanya Setsuna


"Tidak, aku tidak bisa bermain di labirin seperti ini. Lebih baik kalian bertiga yang bermain karna kalian memiliki mata iblis ungu" jawab Sei


"Baiklah kalau itu maumu, kami akan berusaha keras agar meraih posisi untuk kau bisa unjuk gigi" ujar Kanata


Lucky menepuk bahu Sei. "Tenang bro, kita pasti bisa"


Mereka saling menindih tangan kanan lalu bersirak "fight". Sei pergi ke kursi penonton untuk menonton acara yang akan ditampilkan dengan alat roh berbentuk layar.

__ADS_1


---


3...2...1... Mulai


Semua yang ada di aula menghilang dan sampai di labirin. Banyak pintu dan berbagai macam cobaan di dalamnya. Di perbolehkan untuk saling menyerang.


Apabila ada orang yang terbunuh maka ia akan secara otomatis akan di kembalikan. Ini adalah dunia roh labirin yang dibuat academy untuk kompetisi.


Mereka semua berlari dan menjelajahi semua pintu.


Kanata mengunakan deteksi spiritualnya untuk melihat sekeliling. Hanya Kanata yang memiliki deteksi spiritual karna ia mempelajari mata roh secara bertahan dari awal sedangkan Lucky dan Setsuna hanya mempelajari mata iblis ungu.


Dengan bantuan deteksi spiritual mereka dipandu. Mereka berusaha menjauh dari masalah.


Deteksi spiritual Kanata tidak bisa mendeteksi apa yang ada di balik pintu tapi ia tahu musuh-musuh mereka mengarah kemana. Mereka hanya menghindari pertarungan untuk menutup kartu truf mereka.


Dengan kerja sama mereka bisa melalui itu semua. Bahkan ketika mereka bertemu musuh mereka langsung menyerang tanpa membiarkan mereka lolos.


Mereka ingin meraih kemenangan dalam babak ini bukan hanya untuk mereka tapi untuk Sei yang membiarkan mereka berlomva terlebih dahulu.


2 jam berlalu akhirnya mereka menemukan sebuah ruangan yang berisi crystal peri. Tapi sebuah tim senior keluar dari pintu lain dan bertemu mereka.


"Adik-adik, lebih baik kalian membiarkan kakak-kakak ini untuk mengambilnya. Atau kalian akan menyesal" ujarnya

__ADS_1


"Setsuna, di sini kita boleh membunuhkan?" tanya Kanata dengan kesal. Ia paling tidak suka diremehkan


"Ya, tapi kak. Jangan mengunakan tebasan dimensi di sini, bisa jadi mereka terbunuh kalau kau mengunakannya" jawab Setsuna


"Sepertinya kau ingin melawannya sendiri dan memamerkan teknik pedang nagamu" ucap Lucky. "Baiklah, kau bisa melakukannya. Kami akan menjaga crystal perinya untukmu"


Kanata maju beberapa langkah


"Sepertinya kau ingin merasakn sakit adik kecil" ketua mereka maju


"Lebih baik kalian menyerang bersamaan, daripada kalian menyesal" ucap Kanata merendahkan mereka.


Ia mengeluarkan katana hitamnya dari gelang senjatanya. ia mengenggamnya dengan kuat.


Tiga orang tersebut marah penghinaan dari Kanata. Mereka langsung bergerak untuk memukul Kanata.


Kanata tersenyum. Ia mengangkat pedangnya ke atas


"Teknik pedang naga ke 7 hujan pedang"


Ribuan proyeksi pedang berwarna biru gelap terbang di atas merek menuju ke 3 orang tersebut. Dalam sekejap mereka menghilang.


Hanya dalam sekejap ia mengalahkan kakak kelas mereka.

__ADS_1


Orang-orang yang menonton tidak bisa berkata apapun.


Kanata menang tanpa halangan.


__ADS_2