Peri Naga

Peri Naga
Pembicaraan


__ADS_3

Setelah beristirahat selama 10 menit, mereka memasuki kelas dan melanjutkan pelajaran. Guru Zhou orang yang sangat trgas dan tidak pilih kasih. Walaupun di kelas ini banyak orang dengan statis tinggi tapi bila ia melanggar ia akan langsung menghukumnya.


Setelah belajar Kanata dan Miyuki diperintahkan ke ruangan guru Zhou untuk membicarakan sesuatu.


"Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" tanya Miyuki, ia tidak melirik Kanata dan terus berjalan


"Aku cukup menikmati academy dan aku bisa belajar lebih banyak" jawab Kanata


"Apa kau tidak mengunjungi ibumu?" tanyanya


Suasana menjadi canggung antara mereka


"Aku menghabiskan banyak waktu untuk berlatih menempa dan membuat senjata roh. Ibuku pasti paham situasiku" jawab Kanata


"Bagaimana Sonic? apa ia tidak merepotkanmu?" tanya Kanata


"Tidak kok, ia cukup menurut" jawabnya


Miyuki yang terdengar dingin bisa menjadi sangat canggung bila berbicara dengan Kanata. Ada perasaan yang kuat dalam hatinya.

__ADS_1


Kanata merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Ia tidak bisa melirik perempuan yang ada di sebelahnya.


"Sebentar lagi ada kompetisi untuk menentukan peserta yang akan mengikuti turnamen peri antar academy. Apa kau tertarik?" tanya Miyuki


"Bisa jadi, kalau kau pasti ingin ikut dan menangkan?" jawab Kanata


"Ya, aku ingin bisa berpatisipasi pada turnamen tersebut" jawab Miyuki


"Kalau begitu kita harus bekerja keras. Yang bisa mengalahkan bakat hanyalah pengalaman dan kerja keras" ujar Kanata


Miyuki terkejut lalu melirik Kanata yang tersenyum ke arahnya. Ia langsung berpaling darinya.


---


"Tidak tahu guru Zhou" jawab Kanata


"Aku ingin kalian bisa memimpin tim untuk menjadi kelas terbaik dalam acara sekolah. Kalau kalian bisa tampil dengan baik maka kalian bisa saja terpilih untuk mewakili academy dalam turnamen" ujar guru Zhou


"Dengan bakat kalian, mungkin senior kalian bisa kalian kalahkan. Jadi aku berharap besar pada kalian untuk memimpin tim kalian untuk menang dalam kompetisi kelas. Mengerti?" lanjut guru Zhou

__ADS_1


"Mengerti" jawab mereka berdua dengan tegas


"Baiklah, Kanata aku ingin bertanya tentang sisik nagamu. Katanya kau mempunyai sisik naga berwarna biru es. Lalu kenapa sisikmu tadi berwarna emas dan perak?" tanya guru Zhou


"Untuk sisik emas dan perak itu berasal dari garis keturunan saya. Mungkin guru tahu orang tua saya" jawab Kanata


"Jadi kau anak dari senior Akatsuki dan guru Nana. Pantas kau gigih dan kuat" ujar guru Zhou.


Kanata tidak memberitahu guru Zhou bahwa dia tidak pernah dilatih oleh ayahnya sebelum ini. Ia hanya diam dan menjawab pertanyaan.


"Carilah banyak pengalaman, aku berharap banyak pada kalian" ucap guru Zhou


Kanata dan Miyuki keluar dari ruangan dan menghela nafas. Mereka mengira ada sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Mereka menjadi bersemangat karna nasehat guru Zhou.


"Aku tidak menyangka guru Zhou begitu menyemangati kita" ujar Miyuki


"Mungkin ada tambahan gaji untuknya kalau kita menang" ejek Kanata


"Mungkin" mereka berdua tertawa di luar pintu.

__ADS_1


Mereka jalan perlahan menuju kelas. Mereka berjalan dengan tenang dan menjaga jarak. Bau harum Miyuki bisa tercium bila ia terlalu mendekat. Kanata menenangkan diri dengan baik seperti yang diajarkan kakek Ryu.


Mereka berpisah karna Kanata memiliki pelajaran di kelas menempa. Ia pergi setelah mendapatkan cukup banyak roti dari Lucky.


__ADS_2