
Kanata dan kakek berjalan memasuki gerbang kota
"Kanata, apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi?" tanya kakek
"Aku tidak tahu apa-apa tentang kota ini, jadi aku tidak tahu mau kemana. Tapi kanata ingin sekali melihat air mancur di aula kota seperti yang kakek ceritakan, sekitarnya ada taman bunga yang banyak dan berwarna warni" jawab Kanata
"Ini masih awal sore, kita makan dulu dekat air mancur lalu ke rumah nenekmu" ujar kakek
Nenek yang disebut oleh kakek adalah istrinya, ia bekerja sebagai guru di academy sihir di ibukota dan bulan ini ia sedang berlibur. Kanata bertemu nenek sampai berusia 6 tahun, ialah yang mengasuh Kanata dari bayi sampai mengajarkan Kanata membaca. Walaupun Kanata bukanlah cucu kandung mereka tapi mereka memperlakukannya sebagaimana mereka memperlakukan cucu mereka. Kanata merasa bahwa ia tidak perlu tahu siapa orangtua kandung atau kakek dan nenek kandungnya, cukup mereka berdua sudah cukup menjadi keluarganya.
Mereka sampai di tengah kota dan di sana terdapat air mancur dengan patung naga yang menyemburkan air ke atas dengan taman disekitar air mancur. Tempat itu sangatlah ramai dan dipenuhi orang yang menikmati suasana di sana.
"Tempatnya sangat sejuk dan menenangkan" ucap Kanata
__ADS_1
"Di sini biasa dipakai oleh orang yang berkencan, anak muda zaman sekarang seperti itu. Anak kakek mendapatkan pasangannya di sini." ujar kakek
Kota ini disebut kota petualang dikarenakan guild petualang yang terkenal di sini. Guild itu bernama fairy heart. Di sana kakek akan memperkenalkan Kanata dengan teman petualangnya yang akan mengajarkan Kanata beberapa teknik dasar peri. Kakek telah mengajarkan Kanata dasar ilmu bela diri naga dan beberapa teknik pedang.
Mereka mengunjungi kedai kebab yang ada di sebelah timur taman, mereka memesan 2 kebab pedas. Kakek tahu Kanata kuat makan makanan pedas sepertinya, maka ia tidak segan-segan membeli yang pedas tanpa bertanya kepada Kanata. Kakek memberikan Kanata satu bungkus kebab,
"Kakek, apa ini?" tanya Kanata
"Ini adalah kebab, kebab di sini enak dan kakek selalu berkunjung ke sini dengan teman-teman kakek setelah melakukan misi" jawab kakek
"Apa kau tertarik cara membuatnya?" tanya kakek
Kanata mengangguk dengan makanan masih di dalam mulut.
__ADS_1
Matahari mulai tenggelam, mereka pun sampai di depan rumah yang berhalaman cukup luas dengan rumah berlantai dua yang lampunya sudah banyak menyala. Kakek membuka gerbang dengan kunci yang dibawa lalu cahaya yang ada di taman pun menyala memperlihatkan taman yang indah.
" Sudah lama sekali" ucap kakek mengenang masa lalu
Mereka mengetuk pintu, lalu terdengar langkah kaki yang terburu-buru menuju pintu. Pintu pun terbuka dan di sana tanpak seorang perempuan dewasa berambut hitam dengan rambut diikat kebelakan, Ia langsung memeluk kakek sambil memanggilnya "Ayah". Kakek membalas pelukan hangatnya, ia juga memperkenalkan Kanata kepadanya, ia mencubit pipi Kanata sambil berkata
" Kau pasti Kanata yang disebut ayah dalam surat, kau imut sekali" pujinya
Ia mempersilahkan mereka masuk dan datang seorang nenek berambut putih dengan pakaian rumah. Ia langsung memeluk kakek dan Kanata
"Bau kalian seperti saus, sepertinya kalian berjalan-jalan di kota dulu ya" ucap nenek
Penciuman nenek sangat hebat, ia langsung menebak tanpa bertanya.
__ADS_1
"Ayo masuk kita makan malam, pasti melelahkan perjalanan jauh" ucapnya
Di meja makan ada 2 orang laki-laki dewasa dan 2 anak perempuan. Salah seorang laki-laki adalah anak kakek dan satunya menantu dan 2 cucu kakek. salah seorang perempuan lagi datang dari arah dapur meletakkan semangkuk salad, dia juga menantu kakek. Mereka menyambut Kanata seperti keluarga mereka sendiri.