
Setelah sebulan. Ketika malam hari, Kanata merasakan sakit di tubuhnya ketika ia tidur. Seperti ada sesuatu menjalar menutupi seluruh tubuhnya. 'Apa yang terjadi padaku?' tanyanya dalam hati. Ia menggigit bibit bawahnya dan menahan rasa sakit, matanya berubah menjadi merah menyala dengan garis hitam vertikal seperti mata naga. Ia memeluk dirinya sangat kuat di atas ranjang di dalam kamarnya.
Tiba-tiba ia sudah berada di atas air dan tempat itu sangat terang. 'Apa sudah siang? dimana aku?' tanyanya dalam hati. Ia berjalan lurus sambil melihat sekeliling, ia tiba di sebuah tempat yang disana ada sebuah tebing dengan lambang naga berwarna hitam.
Ketika ia ingin mendekat, tiba-tiba angin mrnghembus sangat kencang dan terdengar teriak dan auman naga. Tubuh Kanata menjadi kaku, gemetar dan rasa takut muncul dalam dirinya.
Di bawah lambang itu terdapat naga hitam yang sedang kesakitan dengan mata merahnya. Ketika ia melihatnya Kanata jatuh dan merasakan sakit di tubuhnya. Matanya berubah seperti mata naga tersebut, ia berteriak dan terdengar auman naga darinya. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya "Kanata, Kanata, bangun Kanata". Ketika itu Kanata telah kembali di kamarnya dan di sana Semua keluarga berkumpul dan ia berada di atas tangan kakeknya. Mereka semua mengenakan piyama tidur dan hari masih malam. Nenek menangis lalu memeluk Kanata lalu menenangkan Kanata
__ADS_1
" Tenanglah, tenang". Mata Kanata kembali, air mata mengalir dari matanya. Bibi-bibinya menutup mulut dengan sedih dan paman-pamannya menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tinjunya.
Mereka keluar dari kamar. Kedua bibi mengantarkan Ritsu dan Rin kembali ke kamar dan mereka ikut tidur sambil menjaga mereka berdua. Kakek dan kedua paman berada di ruang tamu dan mulai berdiskusi dan nenek menenangkan Kanata.
--
Keesokan harinya semua anggota keluarga berkumpul. Kakek memberitahu Kanata trntang kutukan yang ia miliki di depan semuanya. Ritsu dan Rin terkejut dengan apa yang disebutkan Kakek. Kanata menerima apa yang dikatakan kakek karna beberapa hari terakhir ini ia merasakan sakit ketika malam hari dan tadi malam adalah puncak. Kakek juga memberitahukan bahwa butuh kekuatan yang sangat besar untuk mengangkat kutukannya dan ada kemungkinan ia akan kehilangan nyawa kalau ia tidak sangup.
Semua terdiam, Kanata yang duduk di samping nenek agak merenung. Hanya satu bulan ia sangat senang dengan keluarga ini. Ia setiap hari berlari dengan kedua pamannya, berlatih dan belajar dengan kedua sepupunya, masak dan berbelanja dengan kedua bibinya. Semua itu adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup Kanata.
__ADS_1
"Aku akan berusaha kakek untuk bisa mengangkat kutukan ini, aku sangat bahagia di keluarga ini. Aku harap semuanya tetap menganggapku bagaikan anggota keluarga bukan karna kutukan ini tapi karna diriku" ujar Kanata
"Bodoh, apa yang kau katakan?" tanya bibi Xiao " kau sudah menjadi anggota keluarga ini" peluknya
Air mata mengalir dari mata Kanata, ia mengira mereka mengasihani Kanata karna ia pernah mendengar diskusi kakek. Tapi ternyata peradangkanya salah, ia sudah dianggap menjadi anggota keluarga disini.
Kanata menyiapkan barang untuk pergi, semua memberikan Kanata kenang-kenangan agar ia bisa menginggat keluarga di menara naga. Bahkan ia diberikan foto keluarga dengan dirinya ada di sana. Air mata Kanata mengalir setelah melihat foto tersebut.
Di pintu luar Kakek berdiri di luar, Kedua bibinya memeluknya sambil mengucapkan kata-kata berpisah. Kedua pamannya memukul punduknya dan mengacak rambut Kanata sambil menyemangatinya. Ritsu dan Rin memeluknya bersamaan sambil menangis, Mereka memanggil Kanata dengan panggilan "kakak". Kanata memberikan mereka berdua boneka beruang, warna coklat untuk Ritsu dan warna biru muda untuk Rin. Kedua boneka beruang itu bisa bergerak dengan lambang simbol yang telah dilukis di punggungnya.
__ADS_1
" Jaga dirimu baik-baik. Kalau berhasil kembalilah lalu kau akan masuk akademi" nenek memeluk Kanata
Kanata melambaikan tangan kepada mereka lalu pergi bersama kakek terbang menuju barat. Mereka akan pergi ke menara naga di mana dewa naga tinggal.