Peri Naga

Peri Naga
Ujian kekuatan


__ADS_3

Kanata kembali ke rumah ibunya di academy. Ia membawa pisau ukir tersebut untuk membuat sebuah ukiran simbol pada senjatanya.


"Kanata" panggil ibunya


"Kau menyamar dan makan 7 porsi ya?" tanya ibu


"Apa maksud ibu?" tanya Kanata memasang muka polos


"Jangan bohong" bentak ibu


"Baiklah Kanata mengaku salah, tapi entah kenapa nafsu makan Kanata tidak bisa dibendung" jawab Kanata


"Mungkin karena kebangkitan" ucap ibu. "Kata bibi Yun, kau pintar masak. Kau yang masak untuk makan malam"


"Tapi bu, aku harus bersiap-siap untuk ujian besok" Kanata membuat alasan.


"Ibu akan melatih element es milikmu setelah makan malam" ujar ibu.


---


Keesokan harinya, mereka menghadiri ujian terakhir. Hanya orang-orang yang lulus dari 2 penilaian pertama yang bisa mengikuti sesi terakhir dari ujian.


90 murid dipilih dari semua peserta yang ikut ujian. Dan yang bertahanlah yang bisa menjadi murid di academy.


"Karena hanya 150 siswa yang diluluskan dari 2 ujian pertama, maka ada 3 group yang akan dibuat untuk pertandingan survive. Dan setiap group akan diambil 30 peserta dan akan dilanjutkan dengan pertarung untuk penentuan kelas"


Nama dalam group diacak. Kalau ini pertandingan survive maka ia bisa bekerja sama dengan Wataru dan Sekai apabila ia berada dalam group yang sama.

__ADS_1


Kanata berharap ia bisa satu group dengan mereka. Bahkan mereka berdua bisa di group yang sama dengan Kanata. Tidak ada yang tahu apa yang menunggu mereka.


Ketika undian berakhir Kanata melihat namanya, Wataru dan Sekai di group yang sama. Bahkan anak laki-laki yang menghina Sekai berada pada group yang sama. Kanata juga melihat nama yang familiar.


Semua murid memasuki ketika arena dengan memegang sebuah crystal yang besar di pintu masuk arena.


"Tenang semua, ini adalah crystal yang akan melindungi kalian. Jika kalian mati di arena maka crystal ini akan mengeluarkan kalian secara otomatis"


Dari pemberitahuan, tidak ada peraturan. Ini adalah pertarungan bebas yang mengundang maut.


Ketika Kanata telah masuk, ia di provokasi. Semua tatapan tertuju kepadanya. Beberapa orang yang bergumam


"Dia adalah pacar Miyuki"


"Kita harus membuat ia tidak lulus"


"jangan ada persaingan sebelum kita membunuhnya"


Sepertinya Kanata tidak bisa bertarung dengan tenang di sini. Rasanya ia merinding.


"Kanata, banyak sekali orang yang menargetkanmu" ujar Wataru


Kanata tersenyum pahit lalu berkata "Apa aku menyingung mereka?"


"Kau tidak sadar" ucap seorang anak laki-laki mendekati mereka.


Anak laki-laki dengan usia 13 atau 12 tahun mendekati mereka. Ia mengenakan jaket biru keunguan. Rambutnya dan matanya berwarna ungu. Ia adalah Lucky raimon.

__ADS_1


"Lucky, bagaimana kabarmu?" tanya Kanata mendekatinya


"Seperti biasa aku tidak bisa mengalahkanmu" jawabnya


"Jangan merendah begitu, sudah 2 tahun kita tidak bertemu. Pastinya kau sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya kan" ujar Kanata


Ia hanyalah tersenyum senang melihat Kanata.


Seorang anak laki-laki mendekati Kanata lalu memberi salam kepadanya. Anak itu adalah anak yang dibantu ketika di kota utara.


"Kak Kanata, bagaimana kabar?" tanyanya


"Aku baik-baik saja" ia menepuk bahu kirinya dengan tangan kanannya


"Bagaimana kau bisa berakhir di sini?" tanya Kanata


"Ini karna guru Gray, ia melihat potensi dalam diriku maka ia mendaftarkanku. Kalau aku bisa lulus maka pamanku bisa menjadi tukang dapur di sini" jawabnya


"Bagus lah, eee" ucap Kanata


"Xuan zhou"


"Ooo ya Xuan, mari kita bekerja sama untuk bisa lulus ya" ucap Kanata


"Ya" ucapnya.


Sekarang di sisi Kanata ada 4 orang, mereka harua melawan 45 orang dan mengalahkan 20 diantara mereka hingga mereka bisa lulus.

__ADS_1


__ADS_2