Peri Naga

Peri Naga
Tebasan dimensi


__ADS_3

Kanata berlari cepat berharap ia bisa sampai tepat waktu. Ia sangat khawatir dengan teman-temannya. Ia melompat dari ranting pohon satu ke ranting pohon yang lain.


Ia hanya berharap teman-temannya masih bisa bertahan sampai ia kembali. Matanya sudah berubah merah menyala dengan pupil vertikal. Ia tidak bisa terbang di sini makanya tidak mengunakan sayap.


---


Sonic maju menerkam 2 peri iblis tersebut dibantu Lucky yang menyerang mereka dengan gerakannya yang cepat. Tapi masih ada serangan yang tidak mereka ketahui dari mana asalnya.


Lucky mengunakan mata iblis ungu untuk menemukan sosok yang masih bersembunyi.


Yang lain melakukan tugasnya masing-masing. Setsuna terbangun dan ia sudah setengah pulih. Ia langsung mengantikan Ritsu dan Sei agar mereka bisa memulihkan kekuatan mereka.


Shirayuki beristirahat bersama Rin. Mereka telah banyak menghabiskan kekuatan roh mereka. Miyuki berdiri sebagai ketua ia tidak boleh lengah. Matanya masih bersinar berwarna pink.


Kanata kembalilah cepat.


Lucky menemukan musuh yang masih bersembunyi, ia adalah ketua dari 2 iblis yang telah mereka lawan. Satu peri iblis berhasil digigik oleh Sonic yang mengamuk. Satunya lagi mundur ke belakang samping ketua.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanyanya


"Kalau kita tidak bisa menang, kita seret mereka bersama" jawabnya


Ia pun mengangguk lalu berdiri di hadapannya. Kerangka-kerangka tersebut terbang menuju mereka. Roh-roh hitam tersebut menyatu dengannya.


Bahaya

__ADS_1


Mereka akan terkena masalah apabila mereka bergabung. Berbagai macam tembakan mengarah kepadanya. Petir, es, bola salju, angin dan cahaya.


Akan tetapi mereka hancur oelh pelindung berwarna merah yang menyelimuti musuh mereka. Mereka menyatu menjadi satu.


Ksatria terngkorak raksasa dengan inti berwarna merah pada dadanya dengan aura gelap yang melahap segalanya.


Mereka gemetaran. Sonic mengertakkan giginya marah. Lucky dan Setsuna kembali ke teman-temannya.


Apa ini akhir?


Mereka telah kehabisan kekuatan dan mulai menyerah. Miyuki berdiri dan mengeluarkan sayapnya sekali lagi. Ada corak es pada sayapnya. 10 bola cahaya yang berwarna biru kuning muncul memancarkan cahaya yang dingin. Semuanya ditembakkan ke kerangka tersebut.


Serangan itu agak memperlambatnya tapi itu tidak bisa menghancurkan. Miyuki memuntahkan seteguk darah dan badannya mulai lemas. Lututnya terjatuh.


Tepat ketika kerangka itu meluncurkan serangan kepada mereka. Sosok hitam menebas membuat serangan itu berbalik.


Ia adalah Kanata yang memegang katana hitam. Ia bergerak secepat mungkin untuk bisa membantu temannya.


"Kanata" panggil semua


Nama itu membuat Miyuki sadar dan ia tersenyum.


"Maaf semua, terlambat"


"Dasar idiot" teriak Miyuki

__ADS_1


Kanata menatap kerangka tersebut dengan tajam. Aura yang keluar darinya menakutkan. Lambang naga dengan pedang di tangan kanannya muncul dan bersinar. Katana hitam itu tertutup kegelapan.


Kanata mengangkat pedangnya ke langit


"Teknik pedang naga ke 3, pilar pedang"


10 pedang muncul di belakangnya menusuk tanah untuk melindungi teman-temannya.


"Teknik pedang naga ke 8 penjara pedang"


20 pedang berputar sekitar kerangka lalu menusuknya dari berbagai sisi. Kerangka tersebut tidak bisa bergerak.


Kanata menarik pedangnya lalu membuat sudut dengan sikunya mengarahkan ujung pedangnya ke kirinya. Ia menutup matanya sejenak.


Aura kegelapan pada pedang itu semakin kuat hingga membuat sesak nafas.


"Teknik pedang naga ke 11 tebasan dimensi"


Kanata menebas secara vertikal dengan sekut tenaga. Tebasan itu melaju ke musuhnya secepat kilat. Tebasan itu membuat kerangka terbelah dua, kabut menghilang pada jalur tebasan dan awan terbelah.


Inti merah yang ada pada dadanya terbelah menjadi 2 kemudian pecah dan hancur. Kerangka tersebut hancur.


Wajah Kanata pucat. pilar pedang yang ada di belakangnya menghilang. Miyuki berlari menuju Kanata.


Kanata terjatuh tanpa sadar dan Miyuki menangkapnya. Ia tersenyum ke arahnya lalu pingsan.

__ADS_1


__ADS_2