Peri Naga

Peri Naga
Ketahuan


__ADS_3

Tombak Yuuki menusuk tepat di bahu kiri Kanata. Darah menetes darinya dengan rasa dingin yang kuat. Tangan kiri Kanata berada di tengah tombak dan tangan kanannya berada tepat di depan leher Yuuki hampir menusuk.


Semua penontob berdiri untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi. Keheningan merajala lela. Tidak ada yang berani berbicara atau berteriak sekarang.


Semua melihat dua sosok yang saling berhadapan. Pendukung Yuuki terlihat senang dan pendukung Iska murung. Apakah Iska telah kalah?


Tepat ketika kebahagian dan kesedihan tersebut. Tombak itu pecah, hancur menjadi partikel kecil. Tubuh Yuuki bergetar lalu terjatuh. Ia terkapar di arena.


Posisinya berubah.


Kanata mengangkat tinju kanannya ke atas. Dengan senyum semua penonton bersorak dan ada yang sedih karna kehilangan uang taruhan.


Tubuh Kanata melemas dan ia langsung berlutut di tempat. Ia berhasil menang mengunakan aura dan shock spiritual di detik-detik terakhir. Dengan jarak yang sangat dekat ia berhasil membuat Yuuki terjatug dengan shock spiritual dan aura kegelapan.


Beberapa orang dari bagian medis datang untuk membawa tubuh Yuuki ke ruang perawatan. Kanata tidak pergi ke ruang perawatan. Ia pergi ke tempat istirahat dengan menutup luka dengan kekuatan esnya.


"Dia perempuan yang menarik" terdengar suara dari dalam diri Kanata. Suara itu tidak lain kaisar naga es Strike.


"Sepertinya kita merasakan keakraban dengan kemampuannya" seru Sieg


---


Kanata keluar setelah mengambil hadiah dan lencana petarung tingkat perak. Ia menghela nafas lalu kembali ke kamarnya dengan cepat. Ia membuka bajunya dan melihat lukanya.

__ADS_1


"Serangannya sangat kuat"


Setelah mengobatinya ia langsung melakukan meditasi sampai Lucky dan Setsuna kembali. Ia beristirahat untuk bersiap bertarung besok.


---


Keesokan harinya Kanata bertemu dengan Miyuki. Ia melihat Miyuki bagaikan melihat Yuuki yang ia lawan tadi malam. Tapi yang berbeda adalah rambutnya dan matanya. Tambut Miyuki biru kemerahan sedangkan Yuuki hitam.


Mereka duduk bersebelahan di ruang tunggu sambil menutup mata. Tidak ada suara di sekitar mereka.


"Kau menyembunyikan kekuatanmu dengan baik ya" Seru Miyuki


"Apa kau yang melawanku kemarin?" tanya Kanata dengan berbalik ke arah Miyuki.


"Kemampuan yang bagus" puji Kanata


"Kau juga punya teknik mata roh kan, Walaupun berbeda denganku" Miyuki memperhatikan mata Kanata. "Bagaimana kalau kita melakukan pertarungan duo di aula pertarungan?"


"Menarik"


"Cepat sekali kau setuju?"


"Aku hanya ingin mencoba"

__ADS_1


Miyuki tersenyum


"Bagaimana lukamu?"


"Lumayan, kau juga bagimana kondisimu?"


"Guru Nana sudah mengobatiku, biarkan aju menyembuhkanmu"


Ia mengulurkan tangannya ke bahu Kanata yang terluka laku mengobatinya dengan element cahaya miliknya.


Kanata merasa nyaman dengan lukanya yang sembuh.


"Kenapa kau menyembuhkanku? kau bisa saja membiarkanku dan kau akan mehilangan pesaingmu"


"Aku ingin melawanmu di final, aku ingin melihat timmu atau timku yang terbaik"


"Baiklah sampai jumpa di final"


---


Pertandingan pun dimulai dan Miyuki berhasil membawa timnya ke dalam kemenangan menuju final. Ia mengalahkan kelas 5 sekali lagi. Banyak orang memujinya. Kekuatan Shirayuki diperlihatkan sangat menakutkan dalam arena.


Kanata dan timnya memulai pertandingan dengan Setsuna dan Sei yang bertarung. Kanata merasakan ada sesuatu pada gelang naganya. Kemungkinan senjata ketiganya akan aktif.

__ADS_1


__ADS_2