
Kanata berjalan bersama kakek menuju kota fairy. Sekarang Kanata bisa merasakan energi kehidupan yang sangat besar memasuki dirinya.
"Apa kau merasakannya?" tanya kakek
"Ya, energi kehidupan di kota ini sangatlah menenangkan" jawab Kanata
Setelah kutukannya diangkat, Kanata bisa merasakan energi kehidupan di alam memasuki dirinya dan kekuatan roh dari alam.
"Kakek, kita akan bertemu dengan siapa?" tanya Kanata penasaran
"Kau akan tahu setelah melihatnya" jawab kakek dengan senyum
Ia memandu Kanata pergi ke dalam academy. Kakek diberikan izin masuk ke dalamnya tanpa hambatan. Kanata tertegun, ia merasakan energi kehidupan yang sangat besar memasuki dirinya.
---
"Apa ini? ini sangat nyaman" tanya Sieg
"Sepertinya kita berada di pusat benua" ujar Strike
---
Kanata mengikuti kakek menuju sebuah bagunan yang besar. Sepertinya itu adalah rumah untuk seorang guru yang tinggal di academy.
__ADS_1
"Ada beberapa guru yang tinggal di academy, kebanyakan tinggal di kota. Hanya orang-orabg tertentu yang bisa tinggal di dalamnya" ujar kakek memberitahu Kanata
Kanata hanya takjub dengan pemandangan academy dan energibyang dikandung di dalamnya.
Mereka memasuki ruangan di dalam bangunan tersebut. Di sana ia melihat seorang perempuan dengan rambut putih keperakan duduk di atas kursi di hadapan nenek. Ia mengenakan gaun putih, kulitnya putih dan sosoknya membawa rasa keakraban.
"Kami sampai" ujar kakek memberitahu penghuni ruangan
Perempuan itu berbalik, sosoknya yang cantik bagaikan menerangi dunia. Matanya keunguan bagaikan sebuah permata. Ia melihat sosok Kanata disamping kakek. Air mata mulai mengalir lalu ia berdiri.
Kanata merasakan kerinduan yang sangat besar dengan perempuan ini. Air matanya juga mengalir turun tanpa dibendung. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergerak maju dengan cepat.
Perempuan itu maju perlahan lalu mempercepat langkahnya setelah melihat kanata bergerak dengan cepat. ia membuka lengannya lalu memeluknya dengan erat.
Satu kata itu melelehkan hati perempuan tersebut. Pelukannya semakin erat. Dirinya yang berlutut untuk bisa memeluk kanata sepenuhnya.
" Maaf nak, maafkan ibu yang tidak bisa berada di sampingmu selama 13 tahun ini"
"Ibu, ibu" panggil kanata tanpa henti
Ia akhirnya bertemu dengan ibunya, ia srkarang berada di dalam pelukannya, Pelukan yang ia rindukan selama 13 tahun.
Kebahagian yang tidak bisa terlukiskan membanjiri hati mereka. Air mata mereka tidak bisa berhenti dengan keadaan mereka saat ini.
__ADS_1
Kakek mendekati nenek lalu memeluknya yang sedang menangis bahagia. Anak yang mereka besarkan sekarang bisa melampiaskan rasa rindunya. Mereka turut bahagia dengan kebahagian mereka.
"Habiskanlah waktu bersama dulu" ujar kakek
"Terima kasih paman Long, bibi Yun" ucap ibu Kanata
"Tidak apa-apa. Kau bagaikan putri kami sendiri. Kau adalah sahabatnya Xiao, bagi Xiao kau adalah kakak perempuannya yang banyak mengajarkannya" ujar nenek
"Nanti kami akan kembali" ujar kakek
Mereka berjalan menuju pintu untuk keluar. Kanata melepaskan pelukan ibunya lalu berbalik menghadap kakek dan nenek.
"Kakek, nenek" panggil Kanata. "Apa kalian akan tetap menjadi kakek dan neneknya Kanata?"
Kakek dan nenek terkejut dengan perkataannya. Nenek sampai menangis mendengar ungkapan tersebut. Ia sudah menganggap Kanata cucu kandungnya sendiri.
Mereka berbalik dan mendekati Kanata, mereka menrunkan badannya lalu memeluknya.
"Cucu bodoh, apapun yang terjadi kau tetaplah cucu kami" ujar nenek
Kanata memeluk mereka kembali. Pelukan mereka hangat dan terasa kekeluargaan dari mereka.
Mereka keluar membiarkan Kanata menghabiskan waktunya dengan ibunya. Nenek ingin mendaftarkan Kanata ke academy bersama kakeknya.
__ADS_1
Kanata menghabiskan waktunya bersama ibunya.