
Pertandingan malam diadakan cukup meriah. Banyak orang melakukan pertaruhan di turnamen ini. Tempat ini disebut aula pertandingan.
"Pertandingan ke 5 untuk malam ini adalah petarung baru yang berada di peringkat perunggu Iska melawan gorila yang tidak terkalahkan Rock"
"Kau sudah siap?" tanya Lucky
"Aku lebih dari siap" jawab Kanata
Kanata beranjak dari tempat duduknya menuju lorong yang mengarah ke arena. Ia memancarkan aura yang mengerikan.
"Kita akan mulai pertarungannya untuk hari ini"
Pembawa acara terbang dengan sayap berwarna hijau. Ia mengengam mic dan mulai menghitung mundur. 3..2..1
"Mulai"
Arena itu seluas 200 meter. Mereka bergerak dengan sangat cepat dan mengeluarkan aura masing-masing.
__ADS_1
Musuh Kanata seorang laki-laki botak dengan badan yang besar. Auranya mempesar dirinya bagaikan Kanata melawan sebuah gunung.
Kanata tersenyum dan menyiapkan tangan kanan untuk melakukan tinju. Tangan kanannya dilapisi aura kegelapan tapi ia tidak mengeluarkan sisiknya. Dengan cepat mereka beradu tinju.
Angin yang ditimbulkan oleh bentrokan itu menyebar hingga kursi penonton. Sorakan keras terdengar dari kursi penonton.
Mereka sama-sama mundur 5 meter lalu berhenti dan mulai bernafas. Kanata tersenyum lebar dan menikmati pertandingan tersebut.
Kanata mulai bergerak dan ia bergerak dengan cepat ke arah musuhnya. Ketika ia berjarak 2 meter dari musuhnya, Rock memukul dengan keras ke depan. Terlihat garis merah dari tangannya dan itu membuat tangannya lebih besar dari sebelumnya.
Dengan kekuatan kegelapan yang digabungkan dengan kekuatan kegelapan Kanata dan instingnya ia menghindarinya. Pukulan itu hampir mendarat di mukanya.
Ia mengunakan sihir penguat dengan kekuatan perubahan gorila. Ia melompat dan menjatuhkan badannya menjadikan Kanata berada di bawahnya.
Dengan bergegas Kanata melompat dan menjauh di udara. Ia mulai bernafas kembali dengan ekspresi terkejut. Orang ini tidak biasa.
Kekuatan yang dikeluarkan oleh Rock membuat Kanata tertarik. Rock berfokus pada kekuatan dari kekuatan gorila hingga mengunakan sihir penguat tubuh.Badannya bukanlah hasil genetika melainkan usaha den kerja keras.
__ADS_1
Kanata mengunakan mata roh iblis ungunya untuk bertarung. Ia mencoba melawan musuhnya dengan taktik baru sekarang.
Ia bergerak cepat sebelum Rock kembali bangun. Rock tahu apa yang dipikirkan Kanata, ia meloncat dan menjatuhkan dirinya seperti meter dengan menguatkan pada pukulan dari tangan kanan.
Dengan mata roh iblis ungu, Kanata tidak takut mengambil resiko. Ia berdiri dengan tegak dimana tinju itu akan jatuh. ia menghela nafas dan menatap tajam ke Rock.
Shock spiritual.
Rock merasakan sakit pada otaknya, ia menutup mata kesakitan lalu ketika ia membukannya Kanata sudah tidak ada di tempatnya.
Kanatabberada tepat diatas musuhnya dan ia bersiap mengunakan kakinya yang dilapisi kekuatan kegelapannya. Tendakan kapak dijatuhkan tepat pada kepa bagian bawah Rock.
Semua orang terkejut dengan perubahan yang sangat cepat. Mereka sudah berpikir bahwa Kanata akan kalah tapi ia sudah selangkah di depan musuhnya.
Tendangan itu menjatuhkan Rock bagaikan sebuah meteor dan jatuh ke lantai arena hingga terjadi retakan. Cederanya tidak berat dengan sihir penguat tubuh dan transformasi gorila. Ia hanya pingsan oleh benturan yang keras tersebut.
Kanata berdiri tegak dengan kerennya dengan topeng hitam untuk menutup bagian sekitar matanya dan tidak menutup mulutnya.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu mukanya dan semua kagum bersorak untuknya. Ia mengangkat tangannya lalu berjalan menuju tempat duduk Lucky dengan senyum. Tangannya masih bergetar karna tabrakan tersebut.
Rock dibawa oleh staf ke ruang perawatan dan lantai langsung diperbaiki. Pertandingan selanjutnya.