
Strike terkesan dengan keadaan Kanata, ia telah menjadi bagian dari kekuatan Kanata. Beberapa hari dihabiskan untuk melatih kekuatan ultiimate esnya dengan beberapa kemampuan kegelapannya. Ia telah berada di extreme north selama 2 minggu.
"Kanata, sebaiknya kita pulang sekarang" ujar Sieg
"Ya benar, kakek Ryu pasti rindu dengan makanan buatanku" ucap Kanata
Kanata mengenakan baju baru, baju yangvia ganti tidak memiliki simbol seperti baju yang sebelumnya. Dengan kekuatan ultimate esnya ia tidak perlu khawatir dengan suhu dingin seperti ini.
Kanata belajar banyak dari Strike bahwasanya pengendalian element es itu pertama kali adalah mengatur suhu. Kanata berusaha sekuat mungkin untuk menaikkan suhu es dan menurunkan suhu sekitarnya selama 2 minggu.
Ia terbang perlahan sambil merasakan dingin untuk memperdalam pemahamannya tentang es dan salju.
Mereka keluar dari daratan extreme north dengan tenang tanpa mengganggu penghuni lain dari sana. Mereka tidak bertemu para peri iblis itu di jalan. Mereka sampai di luar kota utara.
Ia berhenti di sana dan mencari penginapan. Ketika ia sampai di kota hari telah mendekati malam, matahari hampir terbenam. Ia menyewa kamar untuk satu malam di sebuah penginalan kecil yang tidak mahal dan tidak murah.
__ADS_1
Ia beristirahat dengan tenang. Tidak merasakan dingin pada sekujur tubuhnya. Sonic tidur di sampingnya dengan tubuhnya yang kecil dan imut.
Ketika ia terbangun hari sudah gelap. Ia merasakan lapar tapi penuh energi. Ia keluar ke kota berkeliling dan membeli makanan di sepanjang jalanan.
Setelah sejam ia berjalan, ia menemukan kerumunan orang. Di sana ada keributan dan perkelahian. Kanata menyusup di antara kerumunan dan ia melihat mereka yang bertarung.
Seseorang dengan tubuh kekar dan botak berdiri di depan beberapa preman. Ia memimpin mereka melakukan pemalakan di jalan. Seorang anak kecil seusianya berani menantangnya demi melindungi stan mie pamannya.
Anak itu berambut coklat dengan matanya coklat. Ia memegang palu besar di tangannya. Kanata bisa merasakan fluktasi element tanah dari anak itu dan senjatanya.
"Apa kau merasakannya?" tanya Sieg dalam diri Kanata
"Itu adalah kekuatan garis keturunanmu" jawab Sieg "kau melihat pola emas dan perak dalam sisikmu ketika mengabungkan inti ultimate ice kan?"
"Ya" jawab Kanata, "lalu apa maksudnya?"
__ADS_1
"Nanti akan kami jelaskan. Lebih baik kau perhatikan pertarungan ini" ujar Strike
Kanata kembali memerhatikannya. Anak itu berusaha melawan dengan bantuan kekuatan bumi dari tanah. Tetapi ia melawan banyak orang dan mereka bukan anak-anak. Ia pasti akan kalah.
Ia terlempar ke belakang setelah ia melancarkan 10 serangan. Perbedaannya kekuatannya sangat jauh. Peri botak itu ingin memukul anak itu dengan tangan besarnya.
Kanata tidak tahan hanya melihat. Ia berlari lalu meloncat di hadapan botak tersebut. Ia menendang si botak dengan kedua kakinya hingga ia terlempar.
Darah keluar dari hidung si botak, orang-orang yang di belakangnya berteriak memanggilnya "BOS". Beberapa dari mereka langsung menyerang dengan sihir mereka. 5 Bola api dan tebasan angin menyerang ke Kanata.
Kanata berjongkok dan menyentuh tanah dengan tangan kanannya. Sebuah tembok es terbentuk di hadapannya memblokir semua serangannya. Mereka terkejut, Kanata seorang peri springgan menahan dengan element es yang sangat dingin.
Seketika itu ada siluet bergerak dengan cepat melompati Kanata. Suara bentrokan dan orang yang dipukul terdengan. Tembok itu dihilangkan menjadi kabut. Seorang yang Kanata pernah temui bertarumg melawan mereka.
Ia bahkan mengunakan element es handal. Ia bisa membentuk esnya menjadi apapun yang ia inginkan. pengontrol yang bagus.
__ADS_1
" Strike, sihir es apa itu?" tanya Kanata
"Itu adalah sihir pembentuk es" jawabnya