Peri Naga

Peri Naga
Kelas penempa senjata roh


__ADS_3

Setelah tes, semuanya masuk ke dalam kelas dan belajar beberapa pengetahuan. Ketua kelas di kelas itu Miyuki yang menjadi rangking pertama di academy dasar.


Pengetahuan murid di kelas ini sangat mengesankan. Murid-murid ini mencerminkan academy nomer satu di benua.


Guru memberikan kertas tentang pelajaran yang akan mereka ikuti. Kanata duduk di samping Lucky, ia melihat jendela sambil berpikir.


"Kakak, apa kau sudah memilih pelajaran yang akan kau ambil?" tanya Setsuna mendekati Kanata


"Aku ingin memeriksa kelas senjata roh dulu lalu aku akan memilih" jawab Kanata


"Apa kakak tertarik dengan senjata roh?" tanya Setsuna


"Senjata roh adalah senjata yang terkenal sekarang dan itu diperlukan sihir simbol yang komplek yang ditanam di sana. Ini juga bisa melatihku untuk belajar sihir simbol" jawab Kanata


"Oh ya, ketika kau melawanku pertama kali kau mengunakan sihir simbol ya" tanya Lucky


"Tentu saja, aku kan belum bisa mengunakan kekuatan roh saat itu" jawab Kanata


Sei mendekati meja mereka. Ia langsung mendekati Kanata lalu mengajaknya untuk melihat kelas senjata roh.


Kanata berpamitan dengan adik dan temannya. Ia dengan cepat keluar bersama Sei.


"Apa laki-laki itu yang membuat sang dewi Miyuki tertarik?" tanya seorang laki-laki kepada Yuze


"Ya, tapi kau harus hati-hati dengannya. Sepertinya ketika ia melawanku, ia tidak mengeluarkan kekuatan aslinya" jawab Yuze

__ADS_1


Laki-laki itu mengangguk setuju.


---


Tidak lama mereka berjalan, mereka sampai dalam waktu 30 menit. Kelas itu berada dalam bangunan yang berbeda dari kelas biasa.


Sei masuk lalu berteriak "guru aku kembali"


Seorang pria paruh baya dengan penampilan yang agak acak datang menghampiri mereka sambil mengucek matanya.


"Ada apa Sei? kau datang pagi-pagi begini" tanyanya


"Ini sudah siang guru" jawab Sei


Ia duduk di kursi belakang meja yang berantakan oleh blueprint senjata roh.


"Siapa namamu?" tanyanya


"Aku kanata iska, murid baru" jawab Kanata


"Aku guru yang bertanggung jawab untuk kelas ini, Gajel bitmsit"


"Guru, ia tertarik dengan senjata roh hingga ia datang ke sini, ja sudah merasakan senjata dari pedang besar yang telah ku buat" ujar Sei


"ha ha ha" Gajel tertawa terbahak-bahak. "Apa ia terluka?"

__ADS_1


"Ia menahannya dengan satu tangan" jawab Sei


Gajel kaget lalu memperhatikan anak yang ada dihapannya. Ia hanya berumur 13 tahun.


"Kalau kau ingin belajsr di kelasku, kau harus lulus ujian" ujarnya


"Apa kau pernah menempa sebelum ini?" tanyanya


"Ya, aku belajar menempa dari guruku. Tapi itu hanyalah tingkat dasar menempa" jawab Kanata


Kanata disuruh untuk memurnikan sebuah logam. Ia diberikan palu penempa panjang untuk pegangannya 100 cm.


Kanata mengenggam palu itu dengan kedua tangannya. ia memasang kuda-kuda untuk mrlakukannya. Besi itu telah dipanaskan hingga memerah.


Kanata melakukan pukuran bertutut-turut pada logam tersebut. Teknik yang ia gunakan adalah teknik yang sangat terampil yang menghasilkan sebuah irama yan indah.


Anak ini jenius


Guru langsung tersenyum lebar. Ia melihat proses yang sangat bagus dari matanya yang dihalau oleh kacamata hitam.


"Bagus Sei, kau membawakanku benih unggul yang bisa ditumbuhkan dengan baik" ujar gajel


Setelah Kanata selesai ia langsung menilai hasil buatannya dengan sangat teliti. Itu adalah hasil terbaik yang bisa ia temukan dari anak yang berusia 13 tahun.


"Kanata, kau diterima di kelasku"

__ADS_1


__ADS_2