
Dari 128 tim, 3 per 4 darinya berasal dari kelas 4 sampai 6. Pertandingan dibagi sesuai kelas. Terdapat 4 arena dibuat di aula pertarungan academy. Satu arena untuk pertarungan kelas 1 sampai 3 dan tiganya untuk kelas 4 sampai 6. 2 finalis dari setiap arena akan memasuki 8 besar dan memasuki arena utama.
Kanata berkumpul dengan teman-temannya. Ia telah menyuruh orang untuk menjual ikan bakarnya. Ia memberikan resep asli darinya.
Miyuki mendekati mereka bersama timnya. Mereka duduk di ruang beristirahatan. Miyuki duduk samping Kanata.
"Bagaimana menurutmu pertandingan ini?" tanyanya
"Ini lebih baik daripada kita langsung melawan kelas atas. Kekuatan kita juga ada batasannya" jawab Kanata
"Aku baru tahu kau mempunyai batasan" ujarnya
"Apa aku tidak boleh?" tanya Kanata dengan senyum
"Kenapa kau tidak berlatih dibawah bimbingan orangtuamu, ibumu sangat mahir dalam sihir simbol dan ayahmu bagus dalam formasi simbol?" tanya Miyuki
"Kakek pernah berkata, 'Biarkan burung itu mengepakkan sayapnya tersendiri'. Kalau aku butuh maka aku akan tanya ke mereka tapi kalau tidak aku akan berusaha mengapainya sendiri" jawab Kanata
"Kau sangat dewasa, kalau kita bertemu aku tidak akan menahan diri" ujarnya
"Kalau bergitu aku harap kita tidak bertemu sampai 8 besar" ucap Kanata
__ADS_1
Miyuki tersenyum dengan perkataan Kanata. Laki-laki disamping telah tumbuh semakin dewasa dan semakin kuat. Dia tidak ingin ketinggalan olehnya.
---
Kanata dan timnya bertarung melawan kelas 2 yang terdiri dari 3 laki-laki dan satu perempuan. Sepertinya perempuan tersebut menjadi penyihir pendukung.
Kanata dan timnya naik ke arena. Mereka berjalan santai. Hanya Lucky yang tidak membawa pedang. Kanata mengikatkan katana dipinggang kirinya, Sei dan Setsuna mengikatkan pedangnya dipunggungnya.
Setsuna telah berlatih bersama kakaknya melatih teknik pedangnya. Dengan kekuatan naga emas yang ada dalam dirinya dan pedang naga emas, ia siap melawan siapa saja.
Mereka membentuk formasi 2-1-1 dan Kanata berada di bagian belakang.
"bukankah dia sangat hebat menyerang"
Kanata tersenyum dan bersiap untuk bertarung. Ia hanya berperan sebagai pendukung dalam timnya sampai babak 8 besar utama.
3...2...1...MULAI
Ketika wasit berteriak mulai semua langsung bergerak. Musuh mereka maju ke depan dan meluncurkan serangan jarak jauh.
Semua terdiam dan belum bergerak. Hanya Kanata yang mengeluarkan katananya. Terdapa 9 pola pada katana tersebut dan aura murni dari formasi simbol tersebut keluar.
__ADS_1
"Pesang ghostblade, anak ini bisa mengunakannya"
"Teknik ghostblade ke 5 pertahanan"
Simbol ke lima dari pedang tersebut menyala lalu keseluruhan katana berwana kuning. Lingkaran simbol raksasa muncul dibawah kakinya lalu membesar menutupi seluruh anggota. Ketika serangan itu menyentuh cahaya dari lingkaran simbol tersebut ia meledak.
"Teknik ghostblade ke 2 kecepatan"
Sekarang pedang berwarna biru. Sebuah simbol muncul pada kaki 3 anggita lainnya.
"Penanaman simbol ghostblade, luar biasa"
Kabut dari ledakan menghilang, tiga sosok muncul menyerang dengan cepat.
"Teknik ghostblade pertama kekuatan"
Mereka bertiga menyerang sangat cepat dan kekuatannya 2x lipat dari biasanya. Pertarungan berakhir cepat. Kanata bisa memimpin tim dengan baik dan membantu mereka dengan ghostblade. Teknik yang jarang orang akan mempelajarinya.
Ketika turun Kanata dihadang Miyuki lalu bertanya "Menarik, kapan kau belajar ghostblade?"
"Rahasia" jawab kanata sambil tersenyum
__ADS_1