
Hari sudah condong agak ke barat, Kanata bangun dari tempat duduknya dan mengeluarkan sehelai dendeng dari kantong lalu memakannya. Ia telah melihat situasi Sonic yang masih tertidur.
"Ehm" suara perempuan dari belakangnya membuatnya terkejut dan hampir menjatuhkan kantongnya
"Enak sekali kau makan sendiri" ucapnya agak kesal dari nadanya
Kanata berbalik dan mencoba tersenyum. "Apa kau mau?" ia langsung menawarkannya kepada Miyuki
Miyuki mengambilnya lalu memakan sehelai. "Apa ini?" tanyanya
"Itu dendeng, makanan kesukaan Sonic. Kalau Sonic tau aku membawa ini, bisa-bisa ia mengahabiskan sebelum bisa menyelesaikan misi dari guru" jawabnya
"Misi apa?" tanyanya
"Menjelajahi reruntuhan" jawabnya dengan jujur. Kanata merasa perempuan ini bukanlah orang jahat, ia memberitahukannya tanpa memikir konsekuensinya.
Mata Miyuki berbinar dan ia meminta Kanata agar ia bisa ikut. Mungkin itu akan menjadi pengalaman pertamanya menjelajahi. Kanata agak menolak, tetapi perempuan ini keras kepala dan terus meminta
"Untuk apa kau ikut?" tanya Kanata
"Aku disuruh guruku untuk mencapi pengalaman bertarung di hutan. Ini adalah kesempatan langka, aku tidak tahu kapan aku bisa mendapatkan kesempatan ini lagi" jawabnya jujur
__ADS_1
"Siapa gurumu?" tanya Kanata
"Tidak boleh, kalau begitu aku tanya siapa gurumu juga? kalau kau memberitahuku aku akan memberitahumu" ujarnya
"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi" ujar Kanata
"Lalu, apa boleh saya ikut?" matanya Miyuki sudah berbinar, kalau ia tidak mengajaknya ia pasti akan mengikutinya
"Reruntuhan naga hanya bisa dimasuki oleh peri naga" ujar Kanata
"Kau peri naga, aku juga peri naga. Kalau kau tidak percaya kita bisa mencoba" Ucapnya
Miyuki membuktikan dirinya bahwasanya ia adalah peri naga, ia mengeluarkan sayap naga yang mirip dengan kupu-kupu. Terdapat 3 pasang sayap berwarna emas.
---
Mereka sampai di sebuah monumen, bahasa yang digunakan adalah bahasa kuno dari zaman iblis. Miyuki membacanya dengan keras, Kanata terkejut dengan kepintaran Miyuki.
"Kau bisa membaca bahasa kuno?" tanya Kanata
"Ya, bagaimana aku hebat kan?" puji dirinya sendiri
__ADS_1
"Tidak kok" jawab Kanata
Miyuki jengkel dengan tingkah laku Kanata. Walaupun Kanata baik tapi ia sering membuatnya jengkel.
Miyuki maju satu langkah, tiba-tiba pijakannya terjatuh dan ia mulai terjatuh. Dengan cepat Kanata menangkapnya tapi ia juga terjatuh. Lubangnya semakin besar hingga ke tempat yang ia berdiri.
Kanata memeluk pinggang Miyuki lalu mengeluarkan pedangnya lalu menancapkannya ke dinding sekitarnya. Tancapan itu sangat dalam, hingga membuat mereka berhenti. Empat mata bertemu, mereka saling memandang sati sama lain, mereka sambil bisa merasakan nafas masing-masing. Pelukan Kanata sangat kuat, Miyuki juga memeluknya tanpa sadar. Muka mereka menjadi merah.
"Maaf" ucap Miyuki
"Lebih baik kau mencari cara gimana kita mengatasi situasi ini daripada kau minta maaf" ujar Kanata
"Sepertinya kita jatuh cukup dalam" lanjut Kanata
"Kita hanya bisa turun saja" ucap Miyuki
Miyuki mengeluarkan jaring es yang kuat dan panjang. Jaring itu sangat kuat dan mampu menahan berat mereka berdua. Miyuki turun pertama lalu disusul Kanata.
Reruntuhan itu cukup dalam dari permukaan. Mereka tidak bisa melakukan hal lain selain mencari jalan keluar dari dalam.
Di sana cukup gelap, Kanata mengeluarkan obor yang sudah ia siapkan lalu membakarnya. Ia langsung memegang tangan Miyuki, tangan itu hangat dan lembut. Miyuki menjadi memerah malu.
__ADS_1
Mereka berjalan menelusuri reruntuhan. Kanata juga mencoba menghubungi Sonic dengan komunikasi spiritual yang ia buat dengan Sonic.
Berbagai cebakan dan rintangan mereka lewati bersama. Itu membuat mereka saling memahami satu sama lain.