
Kanata takjub melihat paman itu melawan semuanya. Ia bisa mengalahkannya dalam waktu singkat dengan berbagai senjata dari es.
Sihir apa itu?
Setelah pertarungan itu, mereka kabur dengan beberapa luka di tubuhnya. Ia mendekati anak itu dan bertanya kepadanya kondisinya. Anak dan pamannya berterima kasih pada orang tersebut dan Kanata. Bahkan mereka menawarkan makan gratis dengannya.
Mereka menerimanya dan pergi duduk di dalam kedai. Stan kecil yang didirikan di depan kedainya lumayan rusak karna orang-orang tersebut.
Paman itu menyapa Kanata dengan senyum. Ia bertanya "Sudah 2 minggu kita tidak bertemu? Apa yang kau lakukan di kota?"
"Aku cuman iseng aja di sini dan kebetulan bertemu dengan mereka" jawab Kanata
"Kau bisa mengunakan element es, dan elementmu lebih kuat dari milikku. Tapi sepertinya kau belum menguasainya dengan baik" ujarnya
"Ya, aku belum menguasainya dengan baik. Aku hanyalah anak berusia 12 tahun, tidak sepertimu sudah dewasa" jawab Kanata, ia sangat santai dengan orang ini.
"Kalau kau mau aku bisa melatihmu, bagaimana?" tawarnya
"Aku hanya punya waktu seminggu lagi di sini. Apa kau punya waktu?" tanya Kanata
"Ya, mungkin kau bisa membantuku dengan misiku" jawabnya
__ADS_1
"Misi?" tanya Kanata
"Beberapa minggu yang lalu ada peri iblis yang pergi ke extreme north. Sudah dua minggu belalu dan mereka tidak muncul kembali. Aku ingin mencari mereka untuk pengintaian" jawabnya
"Kenapa kau memberitahukan ini kepadaku?" tanya Kanata
"Kenapa? mungkin aku tertarik dengan kemampuanmu" jawabnya
"Kau bahkan belum berkenalan denganku" ujar Kanata
orang itu tertawa sambil menampar dahinya. "Kau benar, aku Gray, Gray blaster. Dan kau?"
"Aku kanata"
2 mangkok mie diletakkan di hadapan mereka. Pemilik kedai berterima kasih kepada mereka berdua karna telah membantunya dan keponakannya.
Ketika mereka memakan mie tersebut, sebuah rasa sangat nikmat masuk ke mulutnya mengalir melalui kerongkongan mereka.
Ini fantastic
Mereka memakannya dengan lahap, terdapat toping daging dengan bawang. Kuahnya sangatlah berasa dan mienya lembut di makan.
__ADS_1
Tidak lama mereka makan, semangkuk habis mereka lahap. Bahkan mereka membayar untuk tambahan.
Gray memanggil paman tersebut dan memujinya dengan banyak pujian. Kanata bahkan menambahkan beberapa citarasa yang terkandung di dalamnya.
Paman itu malu-malu dengan pujian tersebut. Keponakannya malam menambahkan bahwasanya mie buatan pamannya nomer satu di kota utara.
Itu bukanlah omong kosong, banyak pujian diberikan oleh pengunjung yang datang. Akan tetapi preman-preman selalu membuat masalah dan membuat para pengunjung tidak lagi datang yang membuat kedainya merosot.
Mereka menyuruh paman tersebut untuk kembali ke pekerjaannya dulu. Kalau ada yang bisa mereka lakukan maka mereka akan membantunya.
"Apa kau tertarik dengan misiku ini?" tanya Gray
"Tidak, lebih baik kau kembali. Mereka telah kabur dari extreme north dan beberapa dari mereka mati" Kanata mengeluarkan beberapa barang yang dimiliki pasukan peri iblis yang ia temukan. Ia bahkan menceritakan pertarungan Kaisar naga es dengan pasukan tersebut.
Ia pun tertawa dan menggelengkan kepala. Ia tidak bisa berbuat apa-apa setelah datang ke kota ini.
Ia telah pergi ke extreme north selama seminggu terakhir dan tidak menemukan apa-apa. Akan tetapi ia merasakan aura yang sangat besar dari dalam extreme north sehingga ia tidak berani pergi.
Setelah mendengar cerita Kanata dan melihat buktinya, ia percaya dan memberikan Kanata sebuah buku tentang sihir pembentukan.
Ia berkata akan kembali ke academy dan mencari solusi untuk paman pemilik kedai mie tersebut.
__ADS_1
Kanata berterima kasih kepadanya. Mereka menginap di penginapan yang sama sehingga Kanata bisa bertanya tentang dasar dari sihir pembetukan.
Keesokannya mereka berpisah. Kanata kembali pergi ke menara naga untuk belajar kembali bersama dewa naga.