Peri Naga

Peri Naga
Kebangkitan


__ADS_3

"Kita akan mulai mengangkat kutukanmu, ini akan sangat menyakitkan, bahkan bisa saja membunuhmu. Apa kau siap?" tanya Kanata


Kanata agak ragu, ia sudah melewati banyak hal dan berbagai kemacetan ia temukan ketika belajar kekuatan roh karna kutukannya. Ia sudah bertekad untuk mengangkatnya apapun resikonya, ia bahkan bersumpah di hadapan Sieg dan berjanji kepada ibu dan kakek serta keluarganya bahwasanya ia bisa melewati ujian ini. Tidak ada kata mundur sekarang.


"Apa kau ragu?" tanya Sieg dari dalam Kanata


Kanata hanya terdiam tidak menjawab


"Kalau kau takut mati, kau akan menerima resiko dan kutukan ini akan mengerogoti kita berdua. Ini semua terngantung pilihanmu, kita terbagi satu kehidupan sekarang." ujar Sieg


"Semua orang pasti takut mati, kau juga peri biasa bukan makhluk abadi. Semua yang ada pasti akan mati, ini adalah kesempatan sekali seumur hidupmu. Tentukanlah pilihanmu, apapun itu aku akan mendukungmu"


Kata-kata Sieg memberikan Kanata pencerahan. Ia tidak menyangka Sieg naga yang bijak.

__ADS_1


"Aku sudah hidup sampai sejuta tahun, aku tahu apa yang kau pikirkan. Aku memilihmu bukan hanya karna ibumu, aku sudah melihat usaha dan tekadmu, aku percaya kepadamu"


Dengan kata-kata sieg, Kanata siap mengambil resiko. Ia yakin Sieg pasti membantunya dan kakek Ryu tidak mungkin mencelakainya. Tapi semua itu tergantung usahanya sendiri.


Ini adalah penentu jalan hidupnya, ia ingin mengangkat kutukan itu, ia ingin bertemu ibunya, ia ingin menjadi kuat dan bisa melindungi orang-orang yang ia cintai.


Ia memberi isyarat ke kakek Ryu bahwa ia siap. Kakek Ryu mengangkat tangan kanannya, dari sana keluar cahaya berwarna hitam menembak lurus ke dada Kanata. Kanata merasakan sakit sebentar lalu ia merasa dunia runtuh dan ia jatuh ke dalamnya. Semua cairan hitam lengket mengerogoti tubuhnya, 'apa aku akan mati disini?' pikirnya


'Aku tidak boleh menyerah' ucapnya dalam-dalam. Badannya mulai bersinar dengan terang, rambut putihnya berdiri, auranya melonjak naik. Ia merasa seluruh tubuhnya bergetar.


Sebuah proyeksi naga muncul di belakangnya, lambang naga muncul di dahinya. Pola matahari mengitari lambang tersebut, matanya bersinar terang dengan warna merah. Terbentuk garis di bola matanya seperti mata seekor naga. Tubuhnya mulai bersinar dengan pola hitam, kemudian sisik tumbuh di tangannya menjalar ke badannya. Pakaiannya hancur dan ia mulai merasa pusing. Hal paling penting dalam proses ini bahwasanya ia tetap sadar dari awal sampai akhir. Apabila ia pingsan, ada kemungkinan ia akan mati.


Ia berusaha keras melepaskan diri dari cairan lengket itu. 5 menit berlalu, gelombang besar dari dalam tubuhnya keluar mengahancurkan cairan itu. Ia melayang di udara dengan lambang naga di dahinya bersinar dan proyeksi naga besar di belakangnya.

__ADS_1


Dengan pelan ia mendarat di atas tanah lalu terjatuh. Ia bernafas semakin cepat dan melihat langit siang yang terang. 'Apa aku masih hidup?' tanyanya


Ia merasakan sakit luar biasa di tubuhnya, lalu merasa geli di pinggang kanannya. Ketika ia melihat, ia tersenyum, ya ia tersenyum. Seekor serigala kecil putih keabu-abuan menciumnya lalu menjilati pipinya.


"Selamat bocah, kau sudah mengatasi hambatanmu selama ini. Kau sekarang bisa merasakan kekuatan roh masuk dari setiap lorong dalam tubuhmu" kakek Ryu memuji Kanata


Kanata bisa merasakan sesuatu mengalir di setiap lorong dalam tubuhnya, air mata mengalir dari kedua matanya yang merah. Ia tidak menyangka beban yang ada pada tubuhnya telah menghilang.


Kanata bangun dan memberi hormat kepada kakek Ryu, ia sangat bahagia kali ini. Kakek Ryu juga bahagia, ia tersenyum melihat Kanata telah pulih dari kutukannya.


"Besok kita akan memulai latihan, kau istirahatlah sekarang lalu cari makanan untuk kau masak nanti malam" ujarnya


Kanata bangun lalu pergi bersama Robin dan Sonic ke kamarnya. Ia menghapus iar mata yang mengalir dengan lengannya dan mulai beristirahat

__ADS_1


__ADS_2