Peri Naga

Peri Naga
Lucky vs Bell


__ADS_3

Pertandingan selanjutnya ikazuchi vs Bell.


Lucky bangun dari tempat duduknya. Ia juga mengenakan topeng seperti Kanata dan sarum tangan agar ia tidak mengeluarkan cakar naganya. Sarum tangan itu bisa mengalirkan listrik seperti Lucky.


Ia bergerak menuju arena dengan santai. Dari kejauhan musuhnya seorang pemuda sepertinya 3 tahun lebih tua dengan pedang besar di belakangnya.


Ia pasti sangat kuat


Lucky mengepalkan tinjunya dan tersenyum. Ia berharap bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam pertarungan ini.


Kanata dan Lucky memiliki pemikiran sama. Cara menjadi kuat adalah mencari pengalaman yang banyak. Walaupun academy membiarkan para murid bertarung, mereka masih belum cukup untuk mencari pengalaman yang mendalam kecuali melakukan seperti Kanata dan Lucky.


3...2...1...Mulai


Lucky bergerak dengan cepat memoting jarak antara dirinya dan musuhnya. Tubuhnya mengeluarkan listrik hingga rambutnya berdiri.


Orang tersebut mengangkat pedangnya. Aura yang dikeluarkan sangat padat dan menakutkan. Lucky berhenti di tengah jalan dan memperhatikan sambil melawan aura dengan aura.

__ADS_1


Pedangnya memiliki panjang 2 meter dengan bentuk besar dan tebal. Ia mengeluarkan garis kuning pada bagian yang tajam. Sepertinya itu bukan warna aslinya.


Mata musuhnya sangat tajam dan ia seperti harimau yang akan menerkam mangsanya. Tapi lawannya Lucky. Bagaimana kalau ia harimau? Lucky adalah naga, peri naga.


Lucky menelan ludahnya dan mengunakan mata iblis ungu dalam pertarungan ini. Pertarungan ini akan menjadi sangat sulit untuk di atasi kalau ia tidak mengunakan seluruh kemampuannya.


Cahaya berwarna biru memutari kedua tangannya. Ia tidak mengunakan warna ungu pada petirnya tapi petir biru. Ia membuat cakar naga dengan cahaya biru tersebut. Cakar itu tidak seperti yang ia gunakan pada ujian masuk, cakar tersebut bagaikan sebuah kumpulan petir yang berbentuk.


Lucky bisa mengunakannya.


Lucky bergerak dengan cepat, ia menembakkan bola-bola petir berwarna biru ke arah musuhnya. Tetapi hanya dalam sekali tebas semua serangan tersebut terbang ke segala arah.


Di tempat beristirahat


Kanata mengunakan mata roh iblis ungu untuk menonton. Ia bisa merasakan aura Bell yang sangat kuat. Ia mengerutkan keningnya.


Insting Bell bisa menangkap serangan Lucky, ia bisa melancarkan serangan di mana Lucky muncul. Kekuatan dan insting yang kuat dan dia sangat berpengalaman.

__ADS_1


Lucky menjauh dengan nafas kelelahan. Ia tidak menyangka musuhnya sangat kuat. Ia memikirkan cara mengalahkannya.


Para penonton hening memperhatikan pertarungan tersebut. Mereka tidak bisa menebak siapa yang akan menang. Sudah 10 menit berlangsung dalam serang dan bertahan.


Bell yang ada di seberang juga kelelahan. Butuh banyak energi untuk mengunakan pedang yang besar dan berat. Tapi dengan instingnya ia bisa bertahan cukup lama. Kalau ia hanya pendekar pedang biasa maka ia sudah kalah dari tadi.


Lucky berdiri tegak dan mengusap keringat yang ada di dahinya. Ia memejamkan matanya selama 5 detik lalu ia bergerak dengan cepat.


Ketika ia melangkah dari tempat pijakannya, ia meninggalkan percikan listrik dan bagian gosong.


Bell terkejut lalu berusaha mengangkat pedangnya. Tapi Lucky sudah berada tepat di hadapannya sambil mengepalkan tinju. Tinju itu jatuh pada dada Bell dengan sangat kuat hingga Bell terpental ke belakang dengan pedang yang jatuh di tempat Lucky.


Seteguk darah dimuntahkan oleh Lucky. Ia mengunakan seluruh kekuatan untuk melancarkan serangan tersebut.


Tangannya kembali semula, ia mengusap darah yang ada di mulutnya dengan tangan kanannya.


Ia kembali duduk sebelah Kanata lalu mengisi kekuatannya. Ia duduk tenang selama 5 menit kemudian berdiri bersama Kanata menuju resepsionis untuk mendapatkan hadiab dari kemenangan mereka malam ini.

__ADS_1


Mereka saling bahu-membahu untuk pulang dan beristirahat di kamar sebelum Setsuna kembali.


__ADS_2