Peri Naga

Peri Naga
Sihir Simbol


__ADS_3

keesokan harinya Renji dan Rex membangunkan Kanata pagi-pagi sebelum matahari terbit, mereka mengajak Kanata berlari untuk pemanasan. Hal ini juga menjadi cara mereka berdua agar bisa dekat dengannya.


Setahu mereka dari ayah mereka, Kanata selalu melakukan lari pagi mengelilingi menara agar ia bisa memperkuat setamina berlatihnya. Ketika mereka sampai ke kamar Kanata, mereka mengetok pintu lalu membukanya. Mereka langsung melihat sesosok anak kecil umur 10 tahun berdiri dengan satu jari di atas kursi yang dimiringkan berpusat pada satu kaki dengan baju kaos telipat hingga memperlihatkan lubang puasrnya. Mereka berdua terkejut dengan hal itu, Kanata langsung melompat dan berdiri dengan tegak sambil mengusap dahinya dengan lengan kirinya, keringatnya jatuh dengan tenang


"Selamat pagi paman Renji, Paman Rex" sapa Kanata


"Oh, selamat pagi" jawab keduanya dengan binggung


"Apa kau selalu melakukan hal ini setiap hari?" tanya paman Rex

__ADS_1


"Tidak, kadang-kadang aku melakukannya sekali seminggu" jawab Kanata


Mereka kembali ke topik utama, mereka bertiga keluar dengan mengenakan sepatu lalu lari menuju luar kota. Kanata mengatur nafasnya agar ia bisa menyaingi setamina kedua pamannya, ia hanya mengikuti paman di sebelah kanan paman Rex yang ada di tengah. Mereka berbincang-bincang membahas kehidupan yang telah dijalani Kanata di menara. Dengan perbincangan yang panjang sambil berlari membuat hubungan mereka menjadi sangat akrab.


Setelah 3 kali memutari kota mereka beristirah di taman sambil meminum air putih dari keran yang mengarah ke atas, keran itu dikhususkan untuk minum dan di sampingnya beberapa keran yang menghadap ke bawah. Mereka berbaring di atas rerumputan sambil melihat langit pagi yang cerah, sungguh pemandangan yang menhilangkan penat.


Beberapa penjual telah membuka tokonya, Paman Rex berjalan mendekati penjual air minum, ia membeli tiga botol air minum dingin. Botol itu terbuat dari plastik dengan rasa dingin yang keluar darinya. Mereka menyegarkan tenggorokan mereka dengan air tersebut.


--

__ADS_1


Nenek menjelaskan sihir simbol itu


"Sihir simbol adalah sihir yang susah dipelajari karna tidak mengunakan energi roh tapi mengunakan energi jiwa. Kalau kekuatan jiwa lemah maka kalian tidak bisa membuat simbol apapun. Energi jiwa harus disalurkan ke kuas lalu kalian akan melukis simbol, warna akan tercipta sendiri tanpa cat, terngantung simbol apa yang akan kalian lukis maka warna akan tercipta ketika kalian mengambar garis. Sihir ini juga harus mengunakan imajinasi kalian ketika mengambar makanya sihir ini disebut sihir yang susah tapi sebenarnya sihir ini sangat mudah dan sangat kuat."


" Nenek, ada berapa tingkatan sihir simbol?" tanya anak paman Rex yang bernama Rin dengan rambut merah seperti ayahnya, ia mewarisi kekuatan api seperti ayahnya


"Ada 10 tingkat, nenek akan mengajarkan kalian tingkat dasar terdahulu untuk melihat kekuatan energi jiwa kalian. Setelah itu kita akan melatih energi jiwa akar kalian bisa menguasai sihir simbol" jawab nenek


Nenek mulai melukis, warna biru langit muncul mengikuti arah kuas yang ditarik nenek. Ia menghasilkan simbol dengan energi jiwa yang bisa terasa sampai luar. Mereka bertiga mengikuti dan hanya Kanata yang sangat kesulitan. Nenek meninggalkan mereka sementara.

__ADS_1


Rin bisa mengambar walau energinya tidak terlalu besar. Anak paman Renji yang bernama Ritsu melakukannya lebih baik. Kanata kesulitan sampai raut wajahnya berubah. Ritsu jengkel melihat tingkah laku Kanata, ia mendekatinya lalu memberitahunya agar tenang, Rin juga mendekatinya. Mereka berdua membantu Kanata yang kesulitan, hal itu dilihat nenek lalu ia tersenyum. Mereka bertiga menjadi lebih akrab dengan belajar bersama.


__ADS_2