Peri Naga

Peri Naga
Turnamen kota fairy


__ADS_3

Keesokan harinya Lucky memberitahukan Kanata bahwa ia sudah menemukan informasi yang akurat tentang apa yang mereka akan lakukan.


Setsuna tidak kembali ke asrama dan tidur di rumah bersama orang tua. Kanata dan Lucky membicarakan hal itu pada pagi hari.


Seperti biasa, Kanata menghadiri kelas pagi dan penempa sorenya. Ia sangat fokus kepada penempaan senjata roh yang membuat ia terkagum.


Ia terus diajarkan tentang formasi simbol dan teknik menempa. Ia melewati hari-harinya dengan tenang.


Ketika malam, Kanata dan Lucky mengunakan jubah hitam dan mengubah penampilan mereka. Kanata langsung mengubah rambutnya menjadi hitam sedangkan Lucky mengunakan masker hitam agar ia tidak ketahuan.


Kanata pernah mengajarkan Lucky mata roh iblis ungu agar ia bisa meningkatkan insting pertarungannya.


Waktu itu Setsuna pergi ke kota bersama beberapa temannya. Ia bahkan mengajak Kanata tapi ia menolak dengan alasan ini.


Kanata mengunakan kemampuan bayangannya imitasi agar ia dan Lucky bisa bergabung dengan kegelapan malam untuk keluar dari asrama. Dengan kecepatan mereka dan kemampuan bersembunyi. Mereka bisa keluar dari academy dengan cepat dan tidak diketahui.


"Kita beruntung tidak bertemu dengan beberapa yang terkenal kuat, kalau tidak ya kita bisa tertangkap" ujar Kanata


"Kemampuan ini lumayan menguntungkan" puji Lucky

__ADS_1


"Lebih baik kita bergegas" ajak Kanata


Mereka melepas imitasi dan berjalan di kerumunan. Mereka menutup kepala mereka dengan hoody yang dimiliki jubah tersebut. Jubah ini dibeli oleh mereka di kota lalu diberi sihir simbol agar kuat dan tidak mudah rusak.


Mereka sampai di bagunan yang besar dan ramai. Pencahayaannya sangat terang dan dipenuhi oleh petarung maupun penonton.


"Ini memang stadium yang terkenal" puji Kanata dengan kagum


"Kita harus mendaftar sekarang sebelum acaranya mulai" ajak Lucky


Mereka pergi ke resepsionis dan mendaftar. Mereka mengubah nama mereka agar tidak ada dari pihak academy yang tahu mereka di sini. Dengan bayaran 6 keping emas, mereka mendapatkan kartu petarung tingkat perunggu.


Kanata mengubah namanya menjadi Iska dan Lucky menjadi Ikazuchi.


"Aku hanya senang dengan nama ini. Aku pernah membaca kisah cinta yang heroik dari Iska dan Alice dalam sebuah kisah cinta antara 2 kubu yang bermusuhan" jawab Kanata


"Kau sepertinya menyukai cerita tersebut" ucap Lucky


"Dari kecil aku hanya membaca dan latihan. Lebih baik kita fokus saja dengan yang ada di hadapan kita sekarang" ucap Kanata

__ADS_1


Pertandingan dimulai dan mereka duduk dengan tenang sambil menonton pertarungan.


Ia melihat sekitar untuk memastikan staf academy ada atau tidak. Dengan mengunakan deteksi spiritualnya ia bisa tahu siapa saja di dalam jangkauannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lucky


"Aku hanya melihat siapa saja yang datang" jawab Kanata


"Lalu siapa yang datang?" tanya Lucky


"Ada beberapa guru dan murid, yang lebih penting lagi aku tidak melihat ibuku" jawabnya


"Apa kau takut ibumu tahu kau ikut bertarung?" tanya Lucky


"Yang tahu identitasku hanyalah ibuku. Dengan tidak adanya dia aku bisa mengunakan kekuatan kegelapanku" jawab Kanata


"Baiklah, kita harus bersiap-siap" ajak Lucky


Mereka duduk menonton pertarungan. Berbagai macam petarung bertarung di sana dan berbagai macam kekuatan peri yang diperlihatkan.

__ADS_1


Bahkan ada yang mengunakan senjata roh untuk bertarung membuat darah mereka berdua bergairah. Mereka bukan hanya bertarung tapi untuk bisa mendapatkan uang di sini.


Menangkap 2 burung dengan satu tembakan.


__ADS_2