Peri Naga

Peri Naga
Ujian pengakuan


__ADS_3

"Ujian ini akan susah tapi lumayan menarik" ujarnya


"Ujiannya adalah kau harus memasak makananbyang bisa membuatku tertarik dan makanan itu cukup untuk kita berdua dan dua serigala itu" lanjutnya


Kanata terkejut lalu berkata "hanya itu?"


"Masakanmu harus enak, beberapa hari ini istriku pergi keluar dan tidak ada yang masak di rumah beberapa hari ini. Aku ingin merasakan masakan yang enak. Waktumu sampai siang dan kau harus bisa menyelesaikannya tepat waktu"


"Kau boleh dibantu oleh mereka berdua untuk mendapatkan bahan dan kayu bakar. Adapun bumbunya semunya ada di dapur"


Kanata pergi ke dapur dan melihat alat masak dan bumbu yabg ada di sana. Ia berpikir dengan keras apa yang harus ia masak untuk memuaskan nafsu kakek tua itu.


10 menit ia termenung, induk serigala itu mendekatinya. "Lebih baik kita cari bahan aja dulu"


"Kau benar" puji Kanata


Mereka berlari menelusuri hutan. Kakek pernah mengajarkan Kanata memasak di hutan dan mencari bahan-bahan yang gampang ditemukan. Bahkan dalam sebulan terakhir ia meminta bibi-bibinya dan nenek mengajarkannya memasak bervariasi makanan. Paman Renji juga pernah memberitahu cara memikat seseorang dengan makanan. Ia tersenyum dan menginggat kejadian yang dialami di keluarga.


Induk serigala itu membantu Kanata mencari kayu bakar, ia bahkan bisa mengeluarkan sihir angin dan memotong beberapa batang pohon.


"Kau bisa mengunakan sihir?" tanya Kanata

__ADS_1


"Ya, kami makhluk mistik bisa mengunakan sihir. Kami disebut serigala badai, kau bisa memanggilku Robin" jawab Robin


"Lalu anakmu, namanya siapa?" tanya Kanata


"Tidak semua makhluk mistik mempunyai nama. Namaku diberikan oleh dewa naga dan ia merawatku dan suamiku di hutan ini. Kalau kau mau, kau bisa memberikan nama kepadanya" jawab Robin


"Bagaimana kalau Sonic?, ia bergerak dengan cepat. Menurutku itu cocok untuknya" ujar Kanata


Tiba-tiba sonic mengaung setuju, bahkan ia semakin besar setelah diberikan nama. Robin memberitahu Kanata, ketika makhluk mistik diberikan nama dan ia setuju maka ia menerimanya sebagai patnernya lalu ia akan berevolusi.


Sekarang Sonic sudah menjadi patner Kanata. Ia harus bisa diakui oleh dewa naga untuk bisa mengangkat kutukannya.


Mereka menesuluri hutan, memetik beberapa buah, memanen beberapa sayuran yang mereka temukan, mrmancing 5 ikan, menangkap 2 ekor burung dan 4 telur. Mereka kembali ketika matahari sudah di atas kepala mereka tapi agak condong ke timur.


Kanata naik bersama sonic di atas pinggung Robin, dengan gerakan yang cepat Robin membawa mereka keluar dari hutan menuju rumah kayu milik Dewa naga.


Kanata langsung memasak ketika dewa naga tertidur lelap di bawah pohon yang rindang dengan kursi goyangnya.


'Aku harus bisa memasak sesuatu yang enak siang ini'. Ia bergegas memasak dan menanak nasi dari beras yang tersisa di dapur.


'Aku akan membuatnya mengeluarkan air liur yang banyak'. Kanata menyuruh Robin dan Sonic menunggu di luar dan tidak menggaggunya ketika ia berfokus memasak.

__ADS_1


1 jam ia habiskan di dalam dapur. Aroma wangi keluar dari dapur, Robin dan Sonic langsung terbangun. Mereka sangat senang dengan baunya. Dewa naga yang berwujud sebagai peri juga terbangun, ia sangat menikmati baunya dari bawah pohon.


Dulu Kanata telah membaca buku tentang tehnik mata roh, di sana ada bagian mata spiritual. Kanata mempelajarinya tanpa sepengetahuan kakeknya selama 5 tahun. Ia biasanya mengunakannya untuk berburu atau melakukan sesuatu yang harus teliti.


Dengan mengunakan kemampuan mata spiritual, ia bisa mengahasilkan masakan di luar batas kemampuannya.


Ia mengeluarkan meja dan kursi di luar, ia mengeluarkan semua masakan yang ia masak di atas sana. Bahkan ia telah membuat masakan khusus Robin dan Sonic.


Tanpa menunggu lama, mereka sudah berada di sekitar meja, duduk dengan tenang.


"Bocah, apa saja kau masak? baunya membuatku kelaparan" tanya dewa naga


Robin dan Sonic sampai mengeluarkan lidah mereka seperti anjing yang jinak meminta makan kepada tuannya.


Ini adalah ikan bakar, ayam bakar dengan tanah lihat dan beberapa bumbu dan nasi goreng.


Mereka menikmati makan siang mereka dengan lahap. Dewa naga sangat senang dengan semua masakan itu. Semua yang ia masak habis dengan cepat.


"Baiklah bocah, aku mengakuimu. Sekarang kau panggil aku kakek Ryu atau guru Ryu terserahmu" ujarnya dengan bahagia sambil menepuk perut yang kekenyangan


"Anu, kakek Ryu. Mau tanya, berapa umur kakek?" tanya Kanata

__ADS_1


"Umurku sudah ratusan tahun, aku lupa berapa. Buat apa urus itu, lebih baik kita urus kutukanmu"


"Kau harus memasak 3x sehari mulai sekarang dan kau harus mengikuti arahanku. Kalau bisa kita makan makanan yang berbeda setiap hari" ka pun mulai tertawa


__ADS_2