
Kanata dan Lucky tertidur dengan nyenyak. Mereka telah banyak menghabiskan kekuatan mereka. Walaupun dalam keadaan lelah mereka masih bisa bangun sebelum matahari terbit.
Mereka mengenakan kaos dan sepatu lalu berlari menuju lapangan asrama. Mereka tidak beristirahat sampai matahari terbit.
Ketika matahari terbit mereka berhenti tepat di bawah pohon bukan untuk beristirahat tapi untuk memandang matahari terbit. Mereka tidak berkedip sampai cahaya matahari menyinari mata mereka. Mereka memusatkan kekuatan mereka pada mata mereka dan mengunakan mata iblis ungu.
Mata iblis ungu berkembang dengan kekuatan matahari pagi dengan metode khusus yang direkam dalam buku mata roh yang Kanata temukan di menara langit.
Dengan melatih mereka setiap hari maka kemampuan mata mereka akan berkembang. Dan mereka tidak malam melatih kecepatan dan fisik hingga berada dalam kondisi puncak.
Kanata dan Lucky orang yang bekerja keras dan mereka selalu bekerja sama dan bersaing.
"Kak, apa yang kalian lakukan di bawah pohon sepagi ini?" tanya seseorang yang datang dan suaranya sangat akrab yang tidak lain adalah Setsuna.
"Kami hanya melatih mata kami saja" jawab Kanata
"Melatih mata?" Setsuna melihat mata kedua anak yang berdiri tegak di sana. Ia melihat kedua mata mereka berwarna ungu.
"Kenapa mata kalian bisa menjadi ungu?" tanga Setsuna
"Adik kecil, ini adalah mata iblis ungu. Dengan mata ini kami bisa bertarung dengan kekuatan maksimal dengan taktik yang terperinci. Bahkan daun jatuh terasa lambat bagi kami" jawab Lucky
__ADS_1
"Apa bisa kalian mengajarkanku?" tanya Setsuna
"Tidak bisa" jawab Kanata membuat Setsuna agak sedih karna kakaknya tidak mau mengajarkannya
"Maksudnya tidak bisa kau belajar sekarang. Kau seharusnya bangun ketika matahari terbit" ujar Lucky memperjelas jawaban Kanata
"Apa besok kalian akan mengajarkanku?" tanyanya
"Bisa, asalkan kau bisa bangun cepat" jawab Kanata
Mereka tertawa karna melihat Setsuna yang malu. Diantara mereka bertiga Setsuna memiliki bakat yang melebihi mereka tapi ia bangun tepat matahari pagi dan ia paling terlambat di antara mereka bertiga.
---
"Bagaimana tanganmu?" tanya Lucky berbisik
"Sudah berhenti bergetar. Kalau kau?" tanya Kanata
"Tenaga dan kekuatan sudah pulih. Sepertinya kita hanya bisa melakukan 1 pertandingan setiap malam" jawab Lucky
Kanata mengangguk
__ADS_1
---
"Miyuki, kenapa Kanata tidak pernah berbicara denganmu akhir-akhir ini?" tanya Shirayuki
"Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan" jawab Miyuki cuek
"Apa mungkin ia tidak tertarik lagi padamu?" ejek Shirayuki
"Jangan bicara omong kosong, aku tidak memiliki perasaan khusus padanya. Dia hanya penghalang buat Anak laki-laki mengejarku" jawabnya
"Apa benar?" tanya Shirayuki tertawa licik
Miyuki tidak bisa menjawabnya. Ia bahkan tidak tahu apa yang dilakukan Kanata akhir-akhir ini. Ia agak peduli tapi ia menyembunyikannya dengan sifat dinginnya. Ia juga ketua kelas dan murid pribadi guru Nana.
Rin mendekati mereka lalu bertanya "Miyuki apa kau menyukai Kanata?"
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Miyuki
"Tidak, aku hanya penasaran sebagai keluarga saja" jawabnya dengan senyum
Kelas pun dimulai dengan tenang. Wali kelas mereka yang terkenal monster dari para monster Guru Zhou. Seorang laki-laki berdarah dingin yang menguji muridnya dengan keras.
__ADS_1
"Kelas pada pagi ini adalah latih tanding"