
Mereka beristirahat di sebuah penginapan di kota fairy wings. Kota itu cukup ramai walaupun masih hari libur bagi semua siswa di academy. Kakek menyuruh Kanata untuk mencari makanan sedangkan ia akan pergi bertemu dengan temannya sebelum pergi ke menara naga besok.
Kanata berjalan sendiri malam itu dengan beberapa uang yang diberikan kakek kepadanya. Kota itu ramai ketika malam, banyak stan makanan sekitar jalan, lampu-lampu menyala menghiasi jalan membuat jalan menjadi indah. Pemandangan ini tidak ditemukan di kota petualang.
Ritsu dan Rin sering bercerita tentang kota fairy wings dengan pemandangan kota dan stan malam dan juga parade. Kanata melihat sekeliling dengan pandangan yang takjub. Ia merasa ingin mrnikmati semua makanan yang ada.
Ia mengunjungi semua stan dan mencoba makanan-makanan yang ada di sana. Bahkan di sana diadakan lomba makan, ia tidak ingin ketinggalan, dengan cepat ia berlari dan mengikuti kerumunan. Di sana ada seorang laki-laki paruh baya memegang pembesar suara yang mengumumkan pendaftaran peserta dan seorang perempuan yang menunggu pendaftar yang ikut kompetisi.
Kompetisi makan ini ada 3 ronde dengan masing-masing ronde terdiri dari makanan yang berbeda. Ronde pertama, peserta harus bisa makan 50 bakpau dengan berparian rasa. Kedua, ia harus menghabiskan satu mangkok besar mie. Yang terakhir ia harus memakan 25 kebab. Ini adalah tantangan yang bisa membengkakkan perut. Pemenang akan mendapat vocher makan di sebuah restoran terkenal dan uang.
Kanata maju ke hadapan lalu mendaftar. Ia ingin ikut dalam perlombaan ini. Kanata yakin ia bisa menang, ketika ia di menara, ia sering makan bahkan ketika di rumah ia bisa makan 2x porsi biasanya, ketika kutukan itu aktif dan ia bertemu dengan sieg untuk pertama kali nafsu makannya menjadi 5x lipat. Ia bahkan dijuluki si naga rakus di rumah.
__ADS_1
Dengan membayar uang pendaftaran ia bisa mengikuti acara. Di sana ada 10 orang yang ikut serta dalam lomba. Ia tidak dikenal di sini jadi ia tidak akan menahan apapun. Sebelum ini ia sudah makan beberapa makanan di beberapa stan, tapi nafsu makannyavyang tinggi membuatnya tertarik dengan lomba makan ini.
Banyak para penonton bertaruh dan mengkritik beberapa peserta. Di antara ada beserta gendut seperti ****, kurus, dan biasa saja. Sedangkan Kanata masih terlihat masih kecil berumur 11 tahun.
"Hei anak kecil, lebih baik kau menyerah saja" ujar yang gendut
"Kenapa aku harus menyerah?" tanya Kanata
"Ini bukan tempat main, memang tubuh kecilmu bisa menampung semua itu. ha ha ha" jawabnya mengejek
Hidangan disediankan di hadapan peserta, dengan berbunyi lonceng perlombaan dimulai.
__ADS_1
Semua memulai makan, akan tetapi Kanata terdiam dan menarik nafas. Orang-orang yang melihatnya akan berfikir "apa yang ingin dilakukan anak ini?"
Ia mengeluarkannya lalu mengambil sebuah bakpau dengan tangan kanannya kemudian dengan tangan kirinya. Dengan cepat bakpau itu masuk ke mulutnya. Ia melakukannya dengan cepat, bahkan ia terlihat seperti tidak menguncah bakpau tersebut.
Semua orang tercengang dengan apa yang mereka lihat. "Apa ia peri atau monster?" pemikiran itu muncul dalam benak semua penonton dan peserta.
Dalam sekejap 50 bakpau masuk ke dalam mulutnya. Ia adalah peserta pertama yang selesai makan. Ia membersihkan mulutnya dari sisa makanan.
Ia pun unggul sampai jadi pemenang. Semua peserta kelelahan sampai ada yang tidak bisa berdiri dan dan tidak ada yang menhabiskan makanan. Seorang di sebelah Kanata tidak memakan kebabnya karna terlalu kenyang, "Apa kau tidak akan memakannya?" tanya Kanata
"Aku sudah kenyang, kalau kau mau makan dah" ujarnya
__ADS_1
Kanata langsung mengambilnya dan memakannya hingga tak tersisa satu pun. Semua orang kaget dengan Kanata, ia bisa menghabiskan 50 bakpau, porsi besar mie dan 100 kebab. Setelah Kanata berterima kasih ia langsung mengambil hadiah dan medali. Ia dijuluki Si anak rakus yang misterius. Ia tidak menyangkal kata-kata itu.
Ia tersenyum dan keliling untuk membeli soevenir.