
Kanata menyuruh semua beristirahat, ia akan memulai untuk menjaga, 3 jam kemudian Lucky dan Shirayuki, kemudian Setsuna dan Ritsu dan yang terakhir Sei dan Rin.
"Kenapa kau membagi antara laki-laki dan perempuan?" tanya Rin
"Ini malam dan kita di hutan, aku tidak bisa membiarkan perempuan berduaan begitu saja. Bahkan Rin, kau takut hantu juga kan" jawab Kanata
Rin terdiam, perkataan Kanata benar dan ia juga takut hantu karna ayahnya pernah menakutinya dulu.
Miyuki mengunakan element cahaya yang lembut menyembuhkan singa bermata tiga. Walaupun singa ini hanya berumur ratusan tahun, kekuatan spiritualnya sangat besar.
Sayap kupu-kupu terbentang di belakang Miyuki, warnanya biru yang memancarkan cahaya lembut dan menyegarkan.
Kanata memperhatikannya dengan baik dan tersenyum. Dengan adanya Miyuki, penyembuhan telah ditangani.
Kanata melukis simbol dengan sebuah kuas pada 4 kertas. Ia membuat sebuah formasi pelindung mata angin untuk melindungi perkemahan mereka. Ia mulai bermeditasi agar ia bisa menenangkan pikiran dan menyerap energi dari alam.
Setelah selesai menyembuhkan singa tersebut. Miyuki bangun dan duduk di samping Kanata yang sedang bermeditasi. Ia melihat sosok tenang Kanata dengan baik.
__ADS_1
Seketika itu Kanata membuka mata. Mata mereka saling berhadapan. Dari mata Kanata terlihat cerminan Miyuki dan sebaliknya. Muka merah menjadi memanas dan meledak menjadi merah apel. Sihir langsung pindah menjauh membelakangi Kanata. Ia tidak mau Kanata melihat sosoknya yang memerah.
Kanata juga merasa malu dan ia juga memerah. Ketenangan yang ia dapatkan sirna seketika ketik ia melihat wajah cantik Miyuki.
Ia mengatur nafasnya dengan baik sebelum bertanya.
"Kenapa kau tidak beristirahat?" tanyanya
Miyuki berbalik setelah menenangkan diri dan menghadap Kanata.
"Lalu kamu, Kenapa kau mengatur shifmu sendiri sedangkan yang lain berdua?" tanya Miyuki
"Kau sudah menyembuhkan singa tersebut, kau sudah menjalankan tugas yang bisa kau lakukan. Semuanya harus melakukan tugasnya juga dan semakin dekat agar kita bisa saling membantu" jawab Kanata
"Kau pasti sudah tahu hubungan adiknu dengan Ritsu, mereka berdua pengguna pedang terbaik di kelas. Dan sepertinya Lucky tertarik dengan Shirayuki makanya kau mengatur seperti itu" ujarnya
"Kalau tidak aku lakukan mereka tidak bisa saling mendekati satu sama lain" ucap Kanata
__ADS_1
"Dasar licik, idiot" ejek Miyuki
Kanata terkejut dengan ejekan Miyuki, bahkan ia menyebutnya idiot. Apa aku melakukan kesalahan?
Kanata melihat ke langit, bintang-bintang menghiasi langit malam. Miyuki melihat Kanata termenung dan ia oun mulai mengikutinya.
Mereka melihat langit tersebut dan tenggelam dalam keindahannya. Tanpa sadar mereka sudah duduk bersampingan dan berpegang tangan. Tangan kanan Kanata memegang tangan kiri Miyuki. Tangannya halus dan dingin.
Sebuah ikatan yang tak terlihat muncul dalam diri mereka.
2 menit kemudian mereka tersadar lalu berbalik dan melepaskan tangan mereka.
"Maaf" ucap Kanata
"Aku juga minta maaf, aku tidak sadar maaf" Sifat dingin Miyuki ketika di kelas berbeda ketika ia bersama Kanata. Sifat feminimnya lebih terlihat ketika mereka bersama.
"Tidak apa-apa kok" ucap Kanata
__ADS_1
Mereka terdiam dan kondisinya semakin canggung. Miyuki berdiri dan beranjak ke tenda. Ia membiarkan Kanata sendiri pada kegelapan malam.