Peri Naga

Peri Naga
Lampu bayangan


__ADS_3

Mereka sudah berjalan menelusuri reruntuhan itu selama satu jam dan masih belum menemukan jalan keluar. Miyuki tiba-tiba menjadi jengkel dan menyesal telah ikut bersama dengan Kanata.


"Tunggu, ada sesuatu" suruh Kanata


"Apa?" tanya Miyuki


Selama perjalanan, Kanata mengunakan deteksi spiritualnya untuk menemukan jalan dan jebakan yang ada. Mereka terus selamat karna deteksi spiritual itu.


Kanata menyentuh tembok di sebelah kanannya, lalu ia meraba-raba dinding. Miyuki bingung dengan apa yang ia lihat. Tidak apa-apa di dinding. Seketika itu, sebuah bata di tembok agak masuk ke dalam. Dinding itu terbelah menjadi dua, akan tetapi ada sebuah pelindung spiritual menjaga pintu masuk.


"Apa ini?" tanya Miyuki


"Ini mungkin jalan masuk reruntuhan yang hanya bisa dimasuki oleh peri naga. Monumen itu telah berdiri di sana sudah lama dan reruntuhan itu kosong setelah ditelusuri. Tidak ada yang pernah menemukan ini. Kakek benar" jawab Kanata


Miyuki tertegun dan ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya melihat mekanisme yang menakjubkan dari reruntuhan itu.


Kanata mengulurkan tangan kirinya mencoba masuk ke dalam melewati pelindung spiritual. Dengan perlahan ia bisa masuk dan merasakan perubahan pada tangannya.


Setelah ia yakin di dalam aman, ia menarik tangan Miyuki dengan tangan kanannya lalu masuk ke dalam. Miyuki terkejut dan tidak bisa melawan. Ia tertarik dan ikut masuk ke dalamnya.


Energi roh yang ada di dalam berbeda dari luar. Kekuatan mereka berubah menjadi semakin kuat dengan energi roh yang sangat cocok dengan kekuatan naga yang ada dalam diri mereka. Mereka menjadi lebih nyaman.


"Energi di dalam sini sangatlah murni untuk orang yang memiliki kekuatan naga" puji Miyuki


"Peri sekuat apapun tidak bisa masuk tanpa kekuatan naga. Aku bersyukur Sonic tidak ikut masuk" ujar Kanata


Mereka melangkah ke depan dan menemukan beberapa tulisan kuno.


"Ini seperti teknik naga yang telah ditinggalkan" ujar Miyuki


"Apapun itu, kita harus mencari jalan keluar" ucap Kanata


Mereka mengelilingi ruangan tersebut dan membaca beberapa bahasa kuno yang tertulis di dinding. Mereka menemukan pintu lain dan melanjutkan ke dalam.

__ADS_1


Mereka pergi semakin dalam tanpa mengetahui tujuan. Kompas yang dibawa tidak bisa digunakan di dalam reruntuhan. Bagaikan ada kekuatan yang menghalanginya.


Mereka menemukan Banyak harta yang bertumpuk. Mereka tercengang dan tidak bisa berkata-kata. Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihitung.


"Kalau kau mau, kau bisa mengambil barang yang penting dulu. Aku ingin mencari crystal" ujar Kanata


Ia maju sampai ke sebuah pilar yang di tengahnya ada sebuah crystal berwarna merah orange dengan pola naga dan matahari di dalamnya.


"Ini adalah crystal apollo, crystal naga matahari" ujar Miyuki


"Aku tidak tahu itu, tapi kakek menyuruhku mengambilnya" Ketika itu tangan Kanata hendak menyentuh crystal tersebut


"Tunggu" sebuah suara menghentikannya. Suara itu tidak berasal dari Miyuki tapi dari dalam dirinya


Kanata mulai berbicara dengan Sieg yang ada di dalam tubuhnya dengan mengunakan kemampuan spiritual.


"Kenapa?" tanyanya


Kanata mengikuti arahannya dan naik ke atas. Miyuki terkejut melihatnya dan berpikir 'kenapa ia tidak mengambilnya, atau mungkin ia menemukan sesuatu yang lebih baik di atas sana'


Miyuki pergi dan mencari beberapa barang yang ia inginkan. Ia tidak ingin bertanya dulu. Ia bisa bertanya nanti setelah ia meneman sesuatu juga.


Kanata menemukan lampu tersebut. Ia menyala biru agak redup dan aura kegelapan keluar darinya.


"Ini adalah lambu bayangan" ujar Sieg


"Lampu bayangan?" tanya Kanata


"Lampu bayangan ini bisa meningkatkan kekuatan kegelapan kita, ia juga bisa membuatmu menghilangkan jejak atau auramu. Bahkan ia bisa menjadi senjata tersembunyi untukmu nantinya" kata-kata Sieg bergairah


Kanata mengambil lampu itu, gelombang energi yang besar keluar. Kanata hampir dipukul mundur olehnya. Untungnya ia sudah belajar Energi spiritual dan meningkatkannya. Ia melawan balik dan menekan lampu itu dengan kekuatan kegelapannya. Setelah semenit ia pun reda dan tidak melawan lagi.


Kanata mengusap keringat yang ada di dahinya dengan lengan kiri. Ia turun menghadap Miyuki.

__ADS_1


"Apa yang barusan terjadi?" tanya Miyuki


"Tidak ada kok" jawab Kanata dengan lampu itu di tangannya


"Apa kau akan membawanya seperti itu?" tanya Miyuki


"Ya"


Miyuki mengelengkan kepalanya, ia memberikan Kanata sebuah cincin berwarna biru dengan beberapa pola terukir diatasnya berwarna emas


"Apa ini?" tanya Kanata


"Itu cincin penyimpanan yang bisa menyimpan barang dalam ukuran 100 meter kubik" jawab Miyuki


Kanata melambaikan tangannya dan mencoba menolak "tidak, tidak, tidak. Ini sangat berharga dan mahal. Saya tidak bisa mengambinya"


Miyuki mengerutkan alisnya, tatapannya sangat dingin tapi mengandung kehangatan. Ia agak tidak senang dengan tingkah laku Kanata. Ia mengambil tangan kiri Kanata lalu meletakkan cincin itu di atas telapak tangannya.


"Anggap ini sebagai tanda terima kasihku, aku memiliki 2 dan itu bisa kita gunakan untuk membawa harta-harta ini keluar" Ujarnya


Kanata tidak bisa menolak dan terpaksa mengambilnya


"Bagaimana cara mengunakannya?" tanya Kanata


Miyuki tertawa lembut, wajahnya menjadi sangat imut seketika itu.


"Aku tidak percaya ada orang yang ketingalan zaman sekali padahal umurnya sama denganku"


Kanata tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menahan malu


"Kau hanya harus mengalirkan kekuatan rohmu kedalamnya" ia mengajarkan Kanata dengan memperatekkannya dan memasukkan lampu tersebut ke dalam cincin biru tersebut


Mereka menjarah cukup banyak barang hingga cincin penyimpanannya tidak muat. Ini adalah keburuntungan yang bisa didapat sekali seumur hidup.

__ADS_1


__ADS_2