Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Penolakan Nayla


__ADS_3

Hari pernikahan Nayla dan Alvin, akhirnya tiba juga.Dan sesuai keinginan keduanya.


Alvin dan Nayla hanya melangsungkan pernikahan di KUA, dan di hadiri oleh ibu dan neneknya Alvin serta Bu Retno selaku orang tua yang mengasuh Nayla.


Alvin diam-diam tersenyum bahagia, karena sesungguhnya dia memang mulai tertarik dengan Nayla bahkan sejak pertama kali bertemu.


Berbeda dengan Nayla, terlihat di matanya kalau dia menyimpan sebuah kesedihan dan kegelisahan di hatinya.


Nayla bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Alvin saat dia harus bersikap jahat padanya.


"Maafkan aku Al, mungkin nanti kamu akan mengenalku sebagai wanita yang tidak berperasaan" ucap Nayla.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Latifa Azera binti Ardiansyah almarhum dengan mas kawin emas seberat 500 gram dan uang 500 juta rupiyah di bayar tunai," Alvin melafalkan itu dengan satu tarikan nafas.


" SAHHHH"


Nayla mencium punggung tangan Alvin yang sekarang berstatus sebagai suaminya.


Nayla merasakan getaran di hatinya saat Alvin mencium keningnya.


"perasaan apa ini? tidak, aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Tugasku adalah membuat Alvin terluka, jika tidak adik-adiku akan menjadi gelandangan.


Al, tolong maafkan aku," Nayla berbicara sendiri dalam hati.


Kini Alvin dan Nayla mulai menghampiri orang tua mereka satu persatu dan mencium punggung tangan mereka.


Malam ini Nayla begitu gugup, bukan karena malam pertama yang akan dia jalani, tapi lebih kepada sikap yang akan dia tampilkan di depan suaminya itu.


Karena mulai malam ini, dia harus memerankan istri yang jahat dan gila harta di depan Alvin.


Bahkan sebelum dia masuk kamar ibu mertuanya itu sudah mengancamnya.


"ingat tugasmu adalah membuat Alvin menderita, jika kamu tidak melakukannya maka besok pagi kamu akan melihat ibu pantimu itu meringkuk di penjara dan adik-adikmu itu akan menjadi gelandangan di jalan," begitulah ancaman Sarah ibunya Alvin.

__ADS_1


Alvin memasuki kamar pengantinnya,dia melihat Nayla yang masih duduk tepi ranjang dengan masih memakai kebaya pengantinnya.


" Apa kamu tidak ingin mandi dulu, Nay?" tanya Alvin.


"I...iya" jawab Nayla gugup.


Nayla masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk dan juga pakaian gantinya.


Nayla menanggalkan seluruh pakaiannya. Dia mulai masuk ke dalam bathup kamar mandi dan berendam di sana.


Entah karena dia nyaman berendam atau karena memang merasa lelah lama kelamaan matanya terpejam. Dia tertidur di sana dan melupakan Alvin yang sedang menunggu untuk menggunakan kamar mandi.


"Kenapa Nayla lama sekali. Akukan juga mau mandi, rasanya tubuhku sudah sangat lengket.," gumam Alvin sambil sesekali melihat ke arah pintu kamar mandi.


Setelah hampir 20 menit Nayla tidak keluar,akhirnya Alvin memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.


tok


tok


tok


tok


tok


tok


" Nay, aku juga sudah ingin mandi." Lagi-lagi masih tidak ada jawaban.


Akhirnya karena khawatir Alvin mengambil kunci serep kamar mandi yang terletak di laci. Dan membuka pintu kamar mandi tersebut.


"Nay, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Alvin yang terlihat jelas mengkhawatirkan wanita yang sekarang sah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


Mendengar suara Alvin, Nayla membuka matanya. Dia terkejut karena Alvin sudah berada di dalam kamar mandi.


"Al, kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu?" protes Nayla.


"Aku sudah mengetuknya berkali-kali, tapi karena tidak ada jawaban dari kamu makanya aku mengambil kunci serep dan membukanya dari luar. Aku takut kamu kenapa-napa," jawab Alvin panjang lebar.


Dia merasa lega karena Nayla ternyata tidak apa-apa.


"Maaf, aku ketiduran," ucap Nayla.


"Al,kenapa kamu masih di situ? sana keluar aku akan segera menyeleseikan mandiku," suruh Nayla.


Bukannya ke luar, Alvin malah membuka seluruh pakaiannya. Nayla menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.


"Al, kenapa kamu membuka bajumu?" tanya Nayla dengan mata yang masih terpejam.


Alvin terkekeh melihat wajah Nayla yang malu. Dia ikut masuk kedalam bathup bersama Nayla.


" Al,jangan aku.." elum sempat Nayla menyelesaikan kata-katanya Alvin sudah membungkamnya dengan mulut nya.


Sebenarnya Nayla ingin menolak perlakuan Alvin, tapi tubuhnya berkata lain. Tubuhnya begitu menikmati setiap hal yang di lakukan oleh laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya.


Bahkan dia mengeluarkan lenguhan saat Alvin mulai mencumbunya.


Saat Nayla mengingat ancaman yang di berikan ibunya Alvin, dia langsung mendorong tubuh Alvin dan menamparnya.


PLAAAKKK


Alvin menatap Nayla penuh amarah, bagaimana tidak saat dirinya sudah di kuasai hasrat, dia malah mendapatkan tamparan dari istrinya yang awal nya sudah memberinya lampu hijau.


Alvin bangkit dan menyambar handuk yang terletak di dekat bathup. Dia meninggalkan Nayla yang masih terdiam.


Setelah mengganti dengan pakaian santainya, Alvin bahkan ke luar dari dalam kamar.

__ADS_1


Nayla yang melihat itu hanya bisa menangis.


"Maafkan aku Al, maafkan aku!" ucap Nayla lirih. Dia juga menyelesaikan ritual mandinya dan memakai pakaian yang dia bawa tadi.


__ADS_2