
Fandi membawa Alvin ke rumahnya,dia tidak mau orang tua Alvin tahu kalau semalam Alvin mabuk.
Alvin mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk melalui sela-sela gorden kamar tersebut.
Alvin memegangi kepalanya yang masih terasa berat akibat semalam dia minum. Dia mulai membuka matanya dan memperhatikan sekelilingnya.
Dia baru sadar kalau saat dia tidak berada di kamarnya.
"Kak Alvin," suara itu mengejutkan Alvin dan membuatnya terperanjat.
" Vita, kamu mengejutkanku saja," kata Alvin saat tahu behwa suara tersebut adalah milik Vita adiknya Fandi.
"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Alvin.
"Dari tadi pagi," jawab Vita.
"Ini Kak,aku sudah buatkan kakak jus," Vita menyodorkan gelas berisi jus lemon kepada Alvin.
"Terimakasih ya Vit," ucap Alvin sambil menerima minuman yang Vita berikan.
Vita tersenyum senang karena melihat minuman yang dia buat langsung di minum hingga habis oleh Alvin.
"Dimana si Fandi?" tanya Alvin
"Kak Fandi ada di bawah sama yang lain. Ohya Kak, sebenarnya aku ke sini karena bunda nyuruh Kakak buat sarapan bersama," Vita memberitahu.
" Iya, aku segera kesana. Tapi aku mau mandi dulu."
"Ohya Vit, tolong ambilkan baju Fandi ya, Kakak mau pinjem!" pinta Alvin.
" Oke, Kak," jawab Vita bersemangat.
__ADS_1
Vita mengambil satu stel baju di lemari Kakaknya untuk Alvin dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Vita begitu senang melakukan itu, dia merasa sudah seperti seorang istri yang menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Vita berjalan menuruni anak tangga sambil terus tersenyum. Bahkan hingga dia sampai di meja makan, senyum tersebut masih terlihat jelas di wajahnya.
"Vit, kamu ke surupan ya? Dari tadi Kakak lihat kamu senyum-senyum sendiri. Awas nanti di kira orang gila," kata Fandi.
" Apaan sih Kak, sirik aja," jawab Vita yang tidak memperdulikan perkataan Kakaknya.
"Apa Alvin sudah bangun Nak?" tanya Mirna ( ibu dari Fandi dan Vita).
"Sudah Bunda. Kak Al sedang mandi saat ini, sebentar lagi juga turun," jawab Vita.
Tidak lama kemudian terdengar derap langkah seseorang menuruni anak tangga.
"Itu Kak Al datang," kata Vita sambil melihat ke arah tangga.
Sejak kecil Alvin sudah sangat akrab dengan Fandi dan keluarganya. Bahkan sejak kedua orang tua Alvin masih hidup.
"Bagaimana kabar Nek Murti Al?" tanya Surya ( ayah Fandi dan Vita ).
"Nenek sehat Om. Ohya Om Surya, nenek bilang dia ingin bertemu dengan Om dan keluarga. Katanya sudah lama sejak kematian ayah, Om tidak pernah lagi mengunjungi nenek" jawab Alvin.
"Kapan-kapan Om pasti akan ke sana," kata Surya.
"Al tunggu ya Om. Nenek pasti seneng kalau Om mengunjunginya."
"Sudah di makan dulu, Al! Ngobrolnya di lanjut nanti," suruh Mirna.
Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.
__ADS_1
*****
Rumah keluarga Hadinata..
"Nay, di mana Al? Perasaan dari tadi nenek belum melihatnya?" tanya nek Murti pada Nayla.
"Aduh ******!! Kalau nenek sampai tahu Al belum pulang pulang bisa bahaya nih," batin Nayla.
"E...Mas Al, Mas Al sudah berangkat sejak subuh tadi Nek," jawab Nayla yang terpaksa harus kembali berbohong.
"Oh..."
Nayla kembali merasa lega.
"Aku harus mencari Al, sebelum nenek tahu kalau Al tidak pulang sejak malam tadi," Nayla kembali membatin.
"Nek, apa Nay bisa minta alamat kantor Mas Al. Nay ingin pergi ke sana Nek."
"Memangnya Al tidak memberi tahumu?" tanya nek Murti penuh selidik.
" Tidak, Nek. Mungkin karena pernikahan kami terjadi begitu cepat, jadi kami membutuhkan waktu lebih banyak untuk lebih saling memahami," jawab Nayla.
Nek Murti berfikir sejenak, yang di katakan Nayla mamang benar.
Akhirnya dia memberikan alamat kantor Alvin kepada Nayla.
"Terimakasih ya Nek," ucap Nayla.
Nayla begitu senang mendapat alamat kerja Al. Dia segera pergi menuju ke perusahaan Grup H dengan menaiki ojol.
'
__ADS_1