
Nayla langsung melihat kembali pesan yang dia kirim barusan.Dia ingin menghapus pesan tersebut,tapi sudah terlambat karena sudah ada dua centang biru disana.Itu artinya pesan tersebut sudah di baca oleh Alvin.
"Nay, apa yang kamu lakukan? Bukankah tugasmu membuat Alvin membencimu,kenapa kamu malah mengirimkan pesan seperti itu pada Al? Bodoh bodoh bodoh", Nayla merutuki kebodohannya.
Bersamaan dengan itu,ponsel miliknya berdering. Nayla menatap layar ponsel miliknya, tertera nomor mertuanya.
" Iya,Bu"
"Kemana kamu pergi? Jangan mencoba menjelaskan apapun pada Al. Ingat tugasmu adalah membuat anakku itu membencimu. Jadi jangan lupakan itu", kata ibu mertuanya dari ujung sana.
" Bu,bolehkah aku menanyakan sesuatu pada ibu?",tanya Nayla hati-hati.
"Apa?"
"Kenapa sepertinya ibu membenci Al? Bukankah seorang ibu harusnya bahagia saat melihat anaknya bahagia?" tanya Nayla.
"Bukan urusanmu. Jangan pernah mencoba memikirkan apapun selain membuat Alvin membencimu. Ingat, nasib panti itu ada di tanganmu. Apa kamu benar-benar menginginkan adik-adik pantimu itu jadi gelandangan? Apa kamu juga ingin agar ibu pantimu masuk ke dalam panjara?"
"Jangan lakukan itu, Bu. Aku akan mematuhi segala perintah ibu", kata Nayla pasrah.
Nayla meletakkan ponselnya di atas meja, saat pembicaraan mereka sudah berakhir.
Nayla meninggalkan hotel tersebut tanpa memberitahu Alvin.
*****
(Di perusahaan Grup H)
Sepanjang meeting Alvin selalu memperlihatkan senyum bahagianya.
__ADS_1
Dia sangat bahagia saat mendapat pesan dari istrinya, Nayla.
Bahkan saking senangnya,dia tidak memarahi karyawan yang melakukan kesalahan dan hanya meminta karyawan itu untuk nemperbaiki laporannya.
" Meeting hari ini selesei, silahkan kembali ke divisi masing-masing",suruh Alvin.
Semua karyawan yang hadir dalam meeting tersebut saling tatap melihat sikap bos mereka hari ini.
Alvin memang ramah saat berada di luar jam kerja,namun biasanya dia akan bersikap dingin saat sedang rapat.Tapi hari ini Alvin berbeda,dia sama sekali tidak marah walau ada karyawan yang melakukan kesalahan.
" Fan,apa jadwalku hari ini? ",tanya Alvin saat mereka ke luar dari ruang meeting.
" Siang nanti ada pertemuan dengan direktur PT ANGKASA",jawab Fandi.
" Percepat pertemuanku dengannya. Karena aku ingin pulang capat",suruh Alvin.
Fandi menatap aneh temannya itu. "Al,apa kamu sakit?", tanya Fandi sambil menempelkan tangannya ke dahi temannya itu.
Fandi hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap aneh temannya itu.
Bahkan saat pertemuan dengan direktur PT ANGKASA, Alvin sama sekali tidak menunjukkan sikap dingin seperti yang biasa dia lakukan.
*****
" Kak,Al. Aku nebeng mobil Kakak ya. Kebetulan aku mau ke mall yang ada di jalan XX", kata Vita saat jam kerja sudah berakhir.
"Maaf ya Vit,Kakak ada urusan", tolak Alvin lembut.
Dia berjalan mendahului Vita dan Fandi.
__ADS_1
" Kak Al kenapa, Kak?" tanya Vita pada kakaknya Fandi.
" Entahlah, Kakak juga merasa aneh dengan sikapnya hari ini",jawab Fandi.
"Vit,jika kamu memiliki perasaan lain terhadap Al lebih baik kamu kubur dalam-dalam perasaanmu itu. Karena meskipun dia tidak menemukan cinta masa kecilnya dia juga tidak akan pernah bisa mencintaimu. Karena Al hanya menganggapmu sebagai adiknya", Fandi memberikan nasehat kepada adiknya itu, Fandi tidak ingin Vita berharap lebih dengan perasaannya.
Vita terdiam, dia memang sudah mencintai Alvin bahkan sejak dia duduk di bangku SMP.
" Vit,kamu mau kemana?"tanya Fandi saat melihat adiknya lari meninggalkannya.
Fandi menggelengkan kepalanya sambil menghela napas.
*****
Alvin mampir ke sebuah toko bunga,dia membeli buket bunga mawar putih. Dengan perasaan senang,dia mendatangi hotel dimana dia meninggalkan istrinya tadi pagi.
Alvin langsung masuk ke kamar tersebut karena kamar itu tidak di kunci.
"Nay,Nayla" panggil Alvin.
Namun yang di panggil tidak juga menampakkan batang hidungnya.
Alvin menjatuhkan bunga yang dia bawa tadi,saat menemukan secarik kertas bertuliskan kata MAAF.
"Kenapa, Nay?kenapa kamu selalu membuat aku kecewa? Tadi pagi kamu bilang akan menungguku,tapi nyatanya kamu malah pergi tanpa berpamitan denganku''. gumam Alvin.
Dengan perasaan marah, Alvin meninggalkan hotel tersebut.
Alvin kembali ke sebuah bar yang waktu itu dia datangi. Dia memesan segelas wine untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.
__ADS_1
Diam-diam ada seseorang yang sedari tadi mengikutinya,orang itu memasukkan obat perangsang di minuman yang Alvin pesan.