
25 tahun kemudian ....
"Ar, kapan kamu akan menikah, Nak?" tanya Nayla saat seluruh keluarga berkumpul di meja makan.
"Bunda, apaan sih. Arvin itu belum mau mikirin soal pernikahan. Arvin masih ingin hidup bebas, Bund."
"Vin, umur kamu itu sudah 30 tahun. Sudah saatnya kamu fokus untuk mengembangkan perusahaan kita. Apa kamu nggak kasihan sama adikmu Queen? Gara-gara kamu masih sibuk dengan urusanmu sendiri, adikmu sampai tidak bisa bergaul dengan teman seusianya. Bahkan, di usianya yang hampir 24 tahun, dia belum pernah ngerasain yang namanya pacaran."
"Ayah, itu sih si Queennya saja yang nggak gaul."
"Arvin!" tegur Nayla.
"Iya, Bunda, maafin Ar." Arvin mengangkat jarinya membentuk huruf V.
Nayla hanya bisa menggeleng melihat tingkah putranya.
"Bukannya, Queen nggak mau gaul, Kak. Tapi, Queen capek punya teman yang hanya manfaatin Queen. Queen pengen banget, punya sahabat yang meskipun satu, tapi, dia nggak manfaatin, Queen," keluh Queen. "Queen mau punya temen, punya sahabat yang bisa nerima Queen apa adanya, bukan karena Queen bisa ngasih keuntungan kedia dan juga bukan karena Queen anak pemilik perusahaan ADMAJA dan cucu pemilik ADITAMA FINANCIAL."
Tidak salah kalau Queen bersikap protektif terhadap dirinya sendiri. Dia pernah memiliki kenangan buruk soal sahabatnya. Waktu duduk di bangku SMA, Queen pernah memiliki seorang sahabat. Dan persahabatan mereka terjalin dengan sangat indah hingga mereka kuliah. Namun, ternyata sahabatnya itu hanya memanfaatkan persahabatan mereka. Di belakang Queen, dia menjual nama Queen untuk bisa mendapatkan uang, proyek, hingga jabatan yang tinggi di dalam perusahaan. Dan semuanya terungkap saat salah satu rekan bisnis Alvin yang kebetulan datang mengunjungi perusahaan ADMAJA bertemu dengan Queen. Dia bilang kalau dia sudah mentransfer sejumlah uang atas permintaan Queen. Padahal Queen tidak pernah meminta itu. Dan setelah di selidiki, ternyata itu semua perbuatan sahabatnya. Sejak saat itu, Queen tidak pernah mau bergaul dengan siapa pun, dia takut di manfaatkan oleh orang lagi.
__ADS_1
"Sayang, tidak semua orang memiliki pikiran picik seperti temanmu dulu. Jadi, kamu tetap harus bergaul dengan teman-temanmu yang lain. Percayalah, kamu akan memiliki sahabat sesuai dengan keinginanmu." Nayla mengusap rambut putri kesayangannya.
Queen mengangguk.
"Dan buat kamu Arvin, jika sampai hari ulang tahunmu yang ke 30 nanti, kamu belum juga mendapatkan calon istri. Bunda akan jodohin kamu. Dan kali ini, kamu nggak bisa nolak!"
"Tapi, Bund ...."
"Titik!"
Nayla menatap tajam putranya. Arvin hanya bisa menghembuskan napasnya pasrah.
πΈπΈπΈ
Sekali lagi terimakasih untuk semua dukungan kalian untuk karyaku yang masih jauh dari kata sempurna ini. Author akan terus belajar untuk memperbaiki setiap cerita yang author buat. Semoga ke depan, author bisa menulis cerita yang lebih baik lagi.
Oiya, kalau author buat sekuel kisahnya Bang Arvin, kira-kira pada mau baca nggak ya? Silakan tulis jawaban kalian di kolom komentar!
# SPOILER #
__ADS_1
Arvin, cowok berusia 30 tahun, yang memiliki sifat perfectionis. Dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Qilla, gadis berusia 23 tahun, yang memiliki sifat ceroboh. Qilla adalah putri dari pasangan Dion Sebastian dan Mikha Wijaya,
Dua orang yang memiliki sifat bertolak belakang ini pun akhirnya sepakat untuk bekerjasama untuk menggagalkan perjodohan tersebut. Bagaimana cara keduanya menggalkan perjodohan yang sudah disepakati oleh kedua orang tua mereka? Dan apakah mereka akan berhasil?
Hmmm, kira-kira pada penasaran gak ya?π€π€
πΊπΊπΊ
Reader :"Thor cerita Arvin dan Qilla ini mau ditulis di buka yang berbeda apa mau lanjut di buku emaknya, Thor?"
Author :"Kalian maunya yang mana?"
Reader: "Kita mah ngikut aja, Thor."
Author :"Berarti kalau Otor bawa ke tempat lain kalian juga bakalan ngikut dong?πππ"
Reader :"ππππ. Kagak, Thor. Aku gak punya duit untuk beli koin!"
Author : "Karena otor cinta kalian, gak bakalan otor bawa ke tempat pain kok. Tapi ...."
__ADS_1
Reader :"Heleh, Thor. Cerita geje aja pakai tapi-tapi segala! Sak karepmu, Thor."
Author : (Ku menangisssssss, membayangkan betapa ....)