Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Tolong rahasiakan...


__ADS_3

"Nayla, kenapa kamu tidak cerita padaku? Kenapa kamu merahasiakan semuanya Nay? Kenapa?",tanya Vita dengan menatap tajam ke arah Nayla.


" A...aku...aku...aku hanya...",


"Seharusnya kamu cerita padaku kalau panti dalam masalah", kata Vita.


" Ap...apa!?!", kata Nayla yang tidak mengerti maksud perkataan temannya itu.


"Barusan itu Bu Retno telpon, katanya kamu tidak usah memikirkan tentang masalah panti" kata Vita sambil menunjukkan layar ponsel Nayla.


"Oh....", Nayla akhirnya bernapas lega saat tahu yang menelponnya barusan bukanlah suaminya, Alvin.


" Lho,Nay ini nomor telpon siapa? kok namanya aneh ' MY HUB'? " tanya Vita. Dengan cepat Nayla segera mengambil ponsel miliknya dari tangan sahabatnya itu.


"Bukan siapa-siapa,itu hanya nomor temanku", jawab Nayla sambil memasukan kembali ponsel miliknya ke dalam tas.


" Apa dia pacarmu?"


"Atau baru jadi gebetanmu?"


Tanya Vita yang penasaran dengan nama 'MY HUB' di hape milik temannya itu.


"Sudah,jangan membicarakan hal pribadi di kantor. Lebih baik kita mulai pekerjaan kita", seru Nayla.


"Nay,kamu di suruh Pak Alvin ke ruanganngannya sekarang", kata Kian memberitahu.


" Kenapa Pak Alvin menyuruh Nayla ke ruangannya,Mbak?" tanya Vita pada Kian.


"Mungkin Pak Alvin ingin mengetahui data diri tentang Nayla. Diakan anak baru di perusahaan ini", jawab Kian.


" Iya juga ya",gumam Vita.


"Sudah sana,Nay ntar Pak Alvin kelamaan lagi nunggu kamu", seru Kian.

__ADS_1


" Iya,Mbak", jawab Nayla.


"Vit,aku ke ruangan Pak Alvin dulu ya", pamit Nayla. Nayla segera berjalan meninggalkan tempat tersebut.


*****


Tok tok tok


Ketuk Nayla saat berada di depan pintu ruangan Alvin.


" Masuk",jawab Alvin dari dalam.


Nayla segera masuk ke dalam ruang kerja suami yang sekaligus atasannnya.


"Tutup pintunya", seru Alvin tanpa melihat ke arah Nayla.


" Maaf, Pak. Ada apa ya Bapak menyuruh saya kemari? " tanya Nayla.


"Duduklah!", seru Alvin lagi.


" Apa kamu akan seharian tetap berdiri di situ?", tanya Alvin sambil menatap ke arah Nayla, wanita yang juga sudah resmi menjadi istrinya itu.


Nayla akhirnya bersedia duduk di kursi yang berada di depan Alvin.


"Sejak kapan kamu mengenal Fandi dan Vita?" tanya Alvin yang kembali fokus dengan komputer di depannya.


" Sejak aku masuk kuliah,karena dia adalah satu-satunya orang yang mau berteman denganku",jawab Nayla.


"Lalu Fandi?", tanya Alvin lagi.


" Sejak aku mengenal Vita,aku juga mengenal Kak Ifan. Dia sudah ku anggap seperti kakakku", jelas Nayla.


Alvin tersenyum mendengarnya, dia merasa lega karena Nayla hanya menganggap seperti seorang kakak.

__ADS_1


"Apa ada hal yang lain lagi yang ingin kamu tanyakan?", tanya Nayla kepada Alvin.


" Tidak, sudah cukup. Kamu boleh kembali bekerja",seru Alvin.


Nayla melangkahkan kakinya untuk ke luar dari ruangan suaminya itu. Namun beberapa detik kemudian dia berbalik.


" Al,bisakah kamu merahasiakan pernikahan kita dari mereka juga?", tanya Nayla.


"Kamu bilang mereka sudah seperti keluarga bagimu,kenapa kamu ingin aku merahasiakan pernikahan kita dari mereka?", bukannya menjawab, Alvin malah menanyakan alasan kenapa istrinya itu juga ingin merahasiakan pernikahan mereka dari Fandi dan Vita.


" Karena belum saatnya mereka tahu", jawab Nayla.


"Baiklah, terserah padamu saja", jawab Alvin yang menahan rasa kesalnya.


" Nay.." panggil Alvin saat Nayla akan membuka pintu.


"Terimakasih untuk yang semalam", ucap Alvin sebelum istrinya itu keluar dari ruangannya.


Nayla hanya mengangguk kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Ketika sampai di luar, Nayla langsung menundukkan kepalanya saat orang yang berdiri di depannya menatapnya sinis.


Nayla



Alvin



Fandi



Vita

__ADS_1



__ADS_2