
Nayla hanya mengangguk kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.
Ketika sampai di luar, Nayla langsung menundukkan kepalanya saat orang yang berdiri di depannya menatapnya sinis.
" Ikut aku!", seru orang itu kepada Nayla. Nayla mengikuti langkah orang yang menyuruhnya itu.
Orang itu membawa Nayla,naik ke atas gedung. Karena tempat itulah tempat yang paling sepi di perusahaan Grup H.
"Siapa yang menyuruhmu bekerja di perusahaan milik Alvin?", tanya orang itu dengan menatap tajam Nayla.
" Maaf, ibu...maksudku Nyonya. Aku bekerja di sini karena ajakan Vita dan Kak Ifan. Aku minta maaf, karena aku tidak bisa menolak ajakan mereka ", jawab Nayla dengan menundukkan kepalanya.
Ya,orang yang sedang berdiri di hadapan Nayla saat ini adalah ibu Alvin Sarah.
" Vita?!? Ifan?!? Sejak kapan kamu mengenal mereka?", tanya Sarah penuh selidik.
"Vita adalah teman kuliahku dan sejak saat Itulah aku juga berteman dengan kakaknya", jelas Nayla.
" Ouh,begitu rupanya. Lalu kenapa tadi kamu menemui Alvin?"tanya Sarah lagi.
"Maaf Nyonya, tadi Al juga menanyakan hal yang sama yang seperti Nyonya tanyakan", jawab Nayla.
" Ingat!!! Jangan sampai karyawan di sini tahu kalau kamu adalah istri dari Alvin", Sarah memberikan Nayla peringatan.
"Iya,Nyonya".
" Satu lagi... tugasmu adalah membuat Alvin membencimu dan kamu harus lakukan itu. Kalau kamu tidak melakukan itu, kamu pasti akan tahu apa yang akan aku lakukan pada ibu pantimu itu", ancam Sarah.
"Iya...aku tahu", jawab Nayla
" Pergilah! Aku tidak mau orang-orang melihat kita berada di sini!", suruh Sarah.
"Baik", jawab Nayla yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Jika Nayla di sini,lama kelamaan Alvin pasti akan jatuh cinta pada gadis itu. Aku harus segera membuat Nayla terlihat jelek di matanya", Sarah berbicara dalam hati.
****
Sore harinya....
Pukul 16.00 sudah waktunya seluruh pekerja kembali ke rumahnya masing-masing. Demikian juga Nayla dan Vita,mereka sudah membereskan meja kerja mereka dan bersiap untuk pulang.
Sebuah pesan masuk di ponsel milik Nayla.
✉ Nay, aku menunggumu di tempat parkir ~ Alvin
✉ Maaf Al,sepertinya aku tidak bisa pulang bersamamu .Aku tidak mau orang kantor mencurigai kita ~ Nayla.
" Dari siapa,Nay?", tanya Vita ketika melihat temannya itu sibuk membalas pesan di layar ponselnya.
"Bukan dari siapa-siapa", jawab Nayla singkat.
" Kalian sudah selesakan?", tanya Fandi yang ternyata sudah menunggu mereka di depan pintu.
"Sudah", jawab Vita.
" Nay,kamu ikut kami saja ya. Biar sekalian aku antar kamu pulang", kata Fandi.
"Tidak usah Kak,aku bisa pulang naik taksi", tolak Nayla.
" Ayolah,Nay ikut saja", ajak Vita.
" Aku tidak ingin merepotkan kalian", tolak Nayla sekali lagi.
"Nay,kitakan teman. Jadi tidak ada salahnyakan seorang teman mengantarkan pulang temanya", desak Fandi.
" Tapi...", Nayla tidak bisa menolak saat Vita menarik tangannya.
__ADS_1
Vita,Fandi dan Nayla berjalan menuju tempat parkir. Di sana mereka melihat Alvin sedang berdiri di samping mobilnya.
"Al, kamu belum pulang?", tanya Fandi kepada teman sekaligus bosnya itu.
" E...Aku sedang menunggu seseorang ", jawab Alvin sambil melirik ke arah Nayla.
" Siapa?", tanya Fandi lagi.
"Teman,tapi sepertinya dia ada urusan", jawab Alvin lagi.
" Oh...kalau begitu kami tinggal ya Al ", pamit Fandi.
Fandi membukakan pintu mobilnya untuk Nayla dan adiknya. Dia mempersilahkan kedua orang itu masuk ke dalam mobil.
" Nay,bukannya kamu sudah tinggal di kosanmu itu", kata Alvin.
Fandi dan Alvin menatap ke arah Nayla.
"Benar itu, Nay?", tanya Fandi.
" Itu...itu.."
" Kalau kamu tidak tinggal di kosanmu,lalu sekarang kamu tinggal di mana?", kini giliran Vita yang bertanya.
"Aku...aku...aku tinggal.."
"Tunggu! Al,bagaimana kamu bisa tahu kalau Nayla tidak lagi tinggal di kosannya? Kalian kan baru saja ketemu?" tanya Fandi sambil menatap Alvin dan Nayla bergantian.
Nayla dan Alvin saling tatap.
"Al, Nay sebenarnya ada apa ini?", tanya Fandi saat melihat reaksi keduanya yang menurutnya aneh.
Nayla dan Alvin kembali saling tatap.
__ADS_1