
"Tunggu! Al,bagaimana kamu bisa tahu kalau Nayla tidak lagi tinggal di kosannya? Kalian kan baru saja ketemu?" tanya Fandi sambil menatap Alvin dan Nayla bergantian.
Nayla dan Alvin saling tatap.
"Al, Nay sebenarnya ada apa ini?", tanya Fandi saat melihat reaksi keduanya yang menurutnya aneh.
Nayla dan Alvin kembali saling tatap.
" Bukankah aku baru saja menginterview dia,makanya aku tahu kalau dia tidak tinggal di kosannya lagi", jawab Alvin sambil menatap Nayla.
Nayla merasa lega saat mendengar jawaban dari Alvin barusan. Tadinya dia mengira kalau Alvin akan mengatakan semuanya kepada Vita dan Fandi.
"Nay,kalau kamu tidak tinggal di kosanmu lagi terus kamu tinggal di mana sekarang?", tanya Vita yang mengkhawatirkan keadaan Nayla.
" Aku...aku tinggal... aku tinggal di tempatnya ibu Retno lagi", jawab Nayla berbohong.
"Tapi kenapa?", tanya Vita penasaran
" Adik-adik pantiku menginginkan aku kembali tinggal di sana", jawab Nayla yang kembali terpaksa harus berbohong kepada kedua orang di depannya.
" Hari ini kebetulan aku juga akan pergi ke sana,jadi Nayla biar pulang bersamaku", kata Alvin lagi.
"Tapi Kak Al..."
"Rumah kalian kan tidak searah dengan panti asuhan itu. Jadi biarkan aku yang mengantarnya", sela Alvin sebelum Vita menyelesaikan kata-katanya.
__ADS_1
" Sudahlah,Vit. Biarkan Alvin yang mengantar Nayla. Lagian Naylakan juga karyawan sini,jadi tidak masalah kalau Alvin yang mengantarnya", tutur Fandi.
"Tapi Kak..."
"Ayo, Vit. Kita pulang!", ajak Fandi dan dengan terpaksa Vita menuruti perkataan kakaknya itu.
Vita masuk ke mobil milik kakaknya.
" Al,aku titip Nayla ya. Tolong antar dia pulang ke panti dengan selamat", pinta Fandi kepada temannya itu.
Alvin menjawab nya hanya dengan mengacungkan jempolnya.
Fandi segera masuk ke dalam mobilnya,setelah itu dia mulai menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Al,Akukan sudah bilang padamu kalau aku tidak ingin orang-orang tahu tentang status kita. Kenapa kamu seperti ini?", tanya Nayla yang merasa kesal dengan sikap suaminya itu.
" Aku hanya ingin pulang dengan istriku, apa aku salah?", tanya Alvin.
Nayla membekap mulut Alvin dengan telapak tangannya.
"Husssttt,jangan keras-keras kalau ada yang mendengar bagaimana", kata Nayla sambil melihat sekelilingnya.
Alvin tersenyum saat melihat posisi Nayla yang sangat deket dengan dirinya.
" Kenapa kamu tersenyum Al?", tanya Nayla yang belum menyadari posisinya kini.
__ADS_1
Alvin tidak memberikan jawaban apapun. Dia hanya menatap Nayla dengan senyum terbaiknya.
"Maaf..", ucap Nayla saat menyadari dirinya begitu dekat dengan Alvin. Dia berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari badan Alvin,tapi sebelum itu terjadi Alvin sudah menarik pinggangnya dan membuatnya semakin dekat dengannya.
" Al...bagaimana jika ada karyawan yang melihat kita seperti ini", kata Nayla lirih. Dia berusaha menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya itu.
"Memang kenapa jika ada yang melihat? Bukankah kita memang suami istri", kata Alvin.
Tidak jauh dari sana ada seseorang yang melihat adegan itu. Dia bersembunyi di balik pepohonan yang berada di tempat itu. Orang itu mengepalkan tangannya.
" Perempuan itu benar-benar ya...awas saja,Aku pasti akan membuatmu menderita", batin orang itu.
"Al,tolong lepaskan aku! Jangan seperti ini,aku tidak mau orang mengira aku bisa masuk ke perusahaan ini karena aku ada main denganmu", seru Nayla sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Alvin.
" Baiklah, aku akan melepaskanmu. Tapi...mulai saat ini berjanjilah kalau kamu tidak akan mau di antar oleh siapapun termasuk Fandi. Hanya aku yang boleh mengantarmu", kata Alvin dengan memberikan tatapan tajamnya kepada Nayla.
"Kalau kamu tidak mau,aku akan tetap seperti ini dan membiarkan orang lain melihatnya", tambah Alvin.
" Baikalah,sekarang lepaskan aku", pinta Nayla yang akhirnya pasrah.
Alvin melepaskan pelukannya. Kemudian dia menyuruh istrinya itu masuk ke dalam mobil miliknya.
Setelah mobil yang Alvin kendarai pergi menjauh,orang yang bersembunyi di balik pohon tadi ke luar dari persembunyiannya.
"Awas kamu,dasar perempuan kampungan", maki orang tersebut.
__ADS_1