Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Bonchap #2


__ADS_3

Alvin berlari menyusuri lorong rumah sakit. Dengan nafas terengah, dia menuju ke tempat Nayla sedang menjalani operasi secar.


Beberapa waktu sebelumnya ....


Alvin sudah bersiap memasuki terminal keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta karena hari ini dia harus pergi ke Luar kota untuk bertemu dengan relasinya yang ada di Surabaya. Namun, sebelum dia masuk, ponsel yang berada di dalam saku celanya berdering dan itu panggilan dari Sarah, ibu tiri dari Alvin.


"Al, cepat pulang Nayla kecelakaan!" Bak disambar petir Alvin mendengar berita itu. Padahal pagi tadi sebelum dia berangkat ke bandara dia, Nayla dan Arvin masih sempat bercanda. Memang dalam candaannya pagi ini Nayla seperti mengisaratkan sesuatu. Dia ingat bagaimana Nayla mengatakan kalau dirinya harus menikah lagi, jika dia dipanggil lebih dulu oleh yang Maha Kuasa.


"Kamu itu ngomong apa sih Nay? Aku nggak suka dengernya." Protes Alvin tadi pagi saat menanggapi ucapan unfaedah Nayla.


"Al, kita kan tidak pernah tahu kapan kita akan dipanggil. Tapi, berjanjilah jika memang aku terlebih dulu dipanggil oleh Sang Khalik, kamu harus menikah lagi. Aku tidak ingin anak-anakku hidup tanpa kasih sayang yang lengkap dari ayah dan ibunya. Aku pernah merasakan itu Al dan rasanya tidak enak. Jadi berjanjilah, jika memang aku terlebih dulu meninggal menikahlah lagi. Tapi kamu harus menikah dengan perempuan yang bisa mencintai anak-anak kita dengan tulus," ujar Nayla panjang lebar.


"Dengar sayang, kita akan membesarkan anak-anak kita bersama. Jadi stop berbicara yang tidak-tidak lagi!"


"Baiklah, aku tidak akan bicara apa pun lagi."


"Itu baru istriku." Alvin mengecup kening istrinya dengan lembut. "Sayang. Arvin kan sudah berangkat ke sekolah ...."


"Terus?"


"Aku mau minta bekal sebelum aku pergi ke luar kota," jawab Alvin sambil memeluk pinggang istrinya.


"Bekal? Buat apa bekal kan di pesawat sudah di sediain makanan kalau mau," iawab Nayla yang pura-pura tidak tahu maksud suaminya.

__ADS_1


"Bukan bekal itu Sayang, tapi bekal yang lain." Alvin semakin mendekatkan bibirnya di telinga Nayla.


"Bekal yang lain itu apa?" Nayla masih berpura-pura.


"Aku ingin menengok calon anak kita, aku takut dia merindukan ayahnya karena ayahnya harus berada di luar negeri selama dua minggu," jawab Alvin.


"Al, tapi pesawatmu ...."


"Masih tiga jam lagi. Jadi masih ada waktu bagiku untuk menengok calon anak kita."


Setelah mendapat anggukan dari Nayla, Alvin segera menggendongnya ala brydal style menuju ke kamar mereka. Dan mereka melakukan kegiatan tengok menengok di dalam sana.


***


"Bu, bagaimana Nayla bisa kecelakaan? Siapa yang menabraknya?" tanya Alvin pada Sarah.


"Tadi setelah mengantarmu ke bandara Nayla meminta mampir ke mall untuk berbelanja. Dia ingin membeli kebutuhan untuk calon anak kalian yang belum lahir. Namun sayang, ketika dia baru saja turun dari mobil sebuah mobil menabraknya dan membuat dia terlempar." Sarah menceritakan bagaimana nasib nahas itu terjadi.


"Siapa yang menabrak Nayla, Ma?"


"Dia ... dia Vita, Vita berhasil kabur dari rumah sakit jiwa. Tadi polisi langsung mencari keberadaannya."


"Vita, kenapa dia selalu menyakiti Nayla." Alvin menghela napas beratnya.

__ADS_1


"Sabar ya Al, kamu harus kuat demi Arvin." Sarah mencoba memberikan dukungan untuk anaknya.


"Sekarang dimana Arvin?" tanya Alvin.


"Cilla sedang menjemputnya di sekolah," jawab Sarah.


Tidak lama ruang operasi di buka, seorang dokter dan perawat ke luar sambil menggendong bayi.


"Keluarga dari ibu Nayla," panggil sang dokter.


"Saya suaminya," jawab Alvin sambil berlari mendekat ke arah dokter dan perawat yang menggendong bayi.


"Putri Anda cantik, mirip seperti ibunya," ucap perawat sambil menyerahkan bayi mungil kepada Alvin. "Silakan di adzani!"


Alvin segera melntunkan suara adzan dan iqamah di telinga sang putri.


"Dok, lalu bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alvin seusai adzan.


"Istri Anda ...."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Yang minta visual akan saya tampilkan di bonchap berikutnya. Tetap like, komen dan giftnya. Salam sayang dari otor❀️

__ADS_1


__ADS_2