Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Siapa itu Putri?


__ADS_3

"Al,kita mau kemana? Bukankah ini bukan jalan yang menuju ruamah?" tanya Nayla saat menyadari mobil yang Alvin kendarai tidak mengarah ke arah rumahnya.


"Kita akan ke panti sekarang, bukankah kamu merindukan Bu Retno dan adik-adik pantimu itu," jawab Alvin tanpa menoleh ke arah Nayla.


"Iya...aku selalu merindukan mereka," jawab Nayla sembari tersenyum.


Entah kenapa Alvin selalu merasa bahagia hanya dengan melihat senyum di wajah wanita cantik yang sekarang berstatus istrinya. Namun tiba-tiba bayangan Putri tersenyum muncul di depan matanya. Alvin mengererem mobilnya mendadak dan membuat Nayla yang duduk di sebelahnya terkejut.


"Al,ada apa?" tanya Nayla.


"Tidak, aku...aku hanya teringat seseorang," jawab Alvin singkat. Alvin kembali melajukan mobilnya yang sempat berhenti barusan.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa tiba-tiba aku kembali teringat pada Putri? Apa aku salah karena telah mengingkari janjiku untuk menikahinya? Tapi bukankah Putri sendiri juga sudah menikah dengan orang lain?"


"Aku harus kembali mencari Putri dan meminta maaf karena telah melupakan janji kami "


Nayla menatap Alvin,dia merasa kalau ada yang sedang di pikirkan oleh laki-laki yang sedang mengemudi di sampingnya.


" Apa ada yang sedang kamu pikirkan, Al?" tanya Nayla saat melihat raut wajah Alvin yang tiba-tiba berubah.


"Tidak Putri...aku tidak.." Alvin terdiam ketika dirinya sadar telah menyebut nama Putri.


"Putri? Siapa Putri?" tanya Nayla yang merasa penasaran dengan nama yang di sebut oleh suaminya.


"Bukan siapa-siapa, lupakan saja" Alvin berusaha untuk mengelak.

__ADS_1


"Jelas-jelas dia tadi menyebut nama Putri, pakai mengelak lagi" gerutu Nayla dalam hati.


Entah kenapa Nayla merasa tidak senang saat ada nama wanita lain yang di sebut oleh suaminya.


Akhirnya mereka tiba juga di depan panti, Bu Retno dan anak-anak panti segera ke luar untuk menyambut kedatangan mereka.


"Kak Nayla," teriak Cia sembari berlari dan memeluk Nayla.


"Hallo cantik, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Nayla kepada adik pantinya,Cia.


"Baik, Kak Nay. Cia senang karena Kak Nay akhirnya datang ke sini lagi," jawab Cia.


"Kakak juga senang bisa bertemu dengan Cia lagi," jawab Nayla.


" Kenapa Bu Retno masih memanggilku Pak,bukankah aku sudah menjadi suami Nayla?" protes Alvin.


"Maaf Pak,maksudku Nak Al...ibu hanya belum terbiasa saja," jawab Ibu Retno.


"Biasakanlah mulai sekarang," kata Alvin lagi.


Bu Retno melangkah terlebih dulu masuk ke dalam dan di ikuti oleh Alvin dan Nayla di belakangnya.


"Al,kamu mau minum apa biar aku buatkan?" tawar Nayla saat mereka sudah duduk di ruang tamu.


"Apa saja," jawab Alvin singkat.

__ADS_1


" Kalau begitu,aku buatkan dulu minumannya" kata Nayla.


"Sekalian kamu ambil kue yang ada di kulkas ya Nay," seru ibu Retno.


Nayla berjalan ke arah dapur,dia meninggalkan Alvin bersama dengan Ibu Retno di ruang tamu.


"Bu Retno dulukan pengasuh di pantai itu,apa aku tanya saja kepada Bu Retno tentang Putri," batin Alvin.


"Ada apa Nak Al?" tanya Bu Retno, ketika merasa ada yang sedang Alvin pikirkan.


"Aku ingin tahu apa ibu mengenal..."


Alvin tidak melanjutkan kata-katanya lagi dia kembali terdiam.


"Kalau aku tanya tentang Putri, pasti Bu Retno akan berpikiran macam-macam lagi. Tidak,sebaiknya aku cari sendiri saja," kembali Alvin berbicara pada dirinya sendiri.


"Mengenal siapa Nak Al?" tanya Bu Retno.


" Bukan siapa-siapa kok,Bu" jawab Alvin yang kembali mengelak.


"Ini Al minumannya," Nayla meletakkan tiga buah cangkir teh ke atas meja.


Lagi-lagi hati Nayla terasa sakit saat tahu ada orang lain yang sedang di pikirkan oleh suaminya.


"Pasti dia sedang memikirkan gadis bernama Putri itu. Sebenarnya siapa sih Putri itu?" batin Nayla lagi.

__ADS_1


__ADS_2