
"Bagaimana Al, apa kamu mau menikah dengan Nayla?" tanya Sarah lagi
"Aku..."
Alvin masih belum melanjutkan perkataannya.
"Jangan mau Al, jangan mau! Aku tidak ingin menyakitimu," batin Nayla seraya memohon dalam hati.
"Aku tidak ingin mengingkari janjiku pada Putri," batin Alvin.
"Al" panggil Sarah
"Terserah ibu," jawab Alvin kemudian. Alvin sangat menyayangi Sarah, dia tidak ingin mengecewakan ibunya itu.
"Kamu sendiri bagaimana Nay? Apa kamu bersedia menikah dengan putraku ini?" tanya Sarah pada Nayla.
Nayla menatap Alvin. "Al, maaf jika aku menyakitimu kelak," batin Nayla.
"Aku hanyalah anak yatim, Aku akan sangat bahagia jika Al bisa menerimaku," jawab Nayla.
"Ibu mertua, apa ibu juga mengizinkan mereka menikah?" tanya Sarah pada mertuanya itu.
"Aku memang berniat menjodohkan mereka, tapi...jika kamu yang meminta hal itu pasti ada yang kamu rencanakan," batin Nek Murti.
Nek Murti menarik napas dalam-dalam dan menghempaskannya perlahan.
"Jika Al dan Nayla sudah setuju, apa lagi yang harus nenek katakan," jawab Nek Murti kemudian.
"Baguslah, jadi Al Nayla dua minggu dari sekarang kalian akan menikah."
uhuk...uhuk...uhuk
__ADS_1
Nayla dan Alvin sama-sama tersedak.
"Secepat itu?" tanya keduannya bersamaan. Keduanya saling tatap, kemudian keduanya kembali canggung.
"Tuh kan, kalian itu jodoh. Ibu yang akan mempersiapkan pernikahan kalian," kata Sarah yang bersikap sok antusias.
Nayla ingat dengan perkataan Sarah kepadanya sebelum datang ke restoran.
"*I*ngat!! Kamu harus meminta agar pernikahan kalian di lakukan di KUA. Dan kamu juga harus meminta agar pernikahan kalian di rahasiakan. Mengerti?"
Itulah yang di katakan Sarah saat menelponnya tadi siang.
"Sebelumnya aku minta maaf, tapi bisakah kita menikah di KUA saja? Aku tidak ingin orang tahu pernikahan ini. Karena...karena...aku dan Al belum saling cinta, aku ingin saat orang tahu pernikahan kita, kita sudah saling mencintai," Nayla memberikan alasan bodohnya, karena dia sendiri bingung harus memberikan alasan apa.
Tapi untungnya, Alvin menerima alasan yang di berikan Nayla.
"Yang Nayla katakan benar, bisakah pernikahan kami di rahasiakan sementara?setidaknya sampai kami bisa saling mencintai," imbuh Alvin.
"Tapi ibu ingin mengadakan pesta yang mewah untuk pernikahan kalian," kata Sarah yang pura-pura kecewa.
"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan. Ibu tidak dapat berkata apa-apa lagi," kata Sarah yang dibuat sesedih mungkin.
"Nek..," panggil Alvin.
"Nenek terserah kalian saja," jawab Nek Murti.
# H-1 sebelum pernikahan...
Pagi itu Nayla pergi ke tempat panti asuhan lamanya. Seperti biasa pula satpam yang menjaga selalu memberikan izin kepada Nayla, karena memang mereka sudah mengenal Nayla dengan baik.
Dia ke tempat yang dulu sering dia gunakan untuk bertemu dengan PANGERAN.
__ADS_1
"Maafkan aku pangeran, karena setelah ini aku tidak bisa mencarimu lagi. Aku akan menikah besok," ucapnya dalam hati.
"Dan mungkin aku akan menjadi PUTRI yang jahat, karena aku harus menyakiti suamiku nantinya," imbuhnya.
Setelah itu Nayla keluar, sebelum pulang dia menemui satpam dan memintanya untuk memberikan sebuah surat pada Pangeran.
"Berikan surat itu pada orang yang mencari PUTRI, karena aku tidak akan kembali kesini lagi," ucap Nayla.
"Baiklah, Bapak pasti akan memberikan surat ini pada orang yang mencari PUTRI," jawab Pak satpam.
Nayla segera meninggalkan tempat itu. Dan tidak lama setelah dia pergi ada seorang pria yang juga datang ke tempat itu.
Pria itu meminta izin untuk masuk ke dalam sebentar.
"PUTRI maaf, aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk menikahimu karena besok aku akan menikah.Doakanlah agar pernikahan ku nantinya bisa bahagia" ucap orang itu dalam hati.
Orang itu pun keluar dari gedung tersebut.
"Pak, Jika suatu hari nanti ada seseorang mengaku PUTRI dan mencari PANGERAN tolong berikan surat ini padanya!" pinta orang itu sambil menyerah sebuah surat pada satpam.
"Apa Anda PANGERAN?" tanya satpam tersebut.
"Kenapa Bapak menanyakan itu?" tanya orang itu.
"ini ada surat dari PUTRI untuk PANGERAN," jawab satpam sambil memberikan sebuah surat pada orang itu.
"Kapan dia kesini?" tanya orang itu sambil menerima surat tersebut.
"Sekitar 15 menit yang lalu,"
Orang itu segera berlari mencari keberadaan sang PUTRI.
__ADS_1
"dimana kamu PUTRI, aku ingin bertemu denganmu"
Orang itu terus berlari sambil melihat sekelilingnya, dia berharap bisa bertemu dengan sang PUTRI yang sudah lama dia cari selama ini.