Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Pangeran??


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Fandi dan Vita, Nayla dan Alvin berpamitan untuk pulang. Alvin dan Nayla pun segera berlalu meninggalkan tempat itu.


"Kak Fandi beneran merelakan Nayla untuk Kak Alvin?" tanya Vita kepada kakaknya. Fandi menatap ke arah adik perempuannya itu.


"Aku hanya bertanya saja," imbuh Vita lagi. Fandi kembali masuk ke dalam mobilnya, diikuti oleh adiknya Vita.


"Aku ikut bahagia melihat mereka bahagia," Fandi memberikan jawabannya. "Bukannya Kakak juga mencintai Nayla? Kenapa Kakak tidak mau berusaha untuk mendapatkan cinta Nayla!" seru Vita. Dia sengaja ingin membuat kakaknya itu mau mengikuti permainannya.


"Aku memang mencintai Nayla, tapi bukankah cinta itu tidak harus memiliki? Setidaknya aku bahagia karena bisa melihat sahabat dan juga orang yang aku cintai berbahagia." Jelas Fandi kepada adiknya.


"Kalau aku jadi Kak Fandi, aku akan berusaha untuk mendapatkan cinta Nayla. Apalagi pernikahan mereka tidak publikasikan," tutur Vita. "Jika Kak Al mecintai Nayla dengan tulus, kenapa Kak Al tidak bilang kalau Nayla itu istrinya?" pancing Vita, dia ingin membuat kakak lelakinya itu mau merebut Nayla dari Alvin. "Dan kenapa dia malah menempatkan, Kak Tasya yang jelas-jelas sudah menjadi mantan menjadi sekertarisnya?" pancing Vita sekali lagi. Dan kali ini juga sama, Fandi tidak merespon ucapan adiknya itu.


Fandi kembali menghidupkan mesin mobilnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Mobil milik Fandi baru berhenti di depan sebuah rumah bercat biru laut.

__ADS_1


"Kak Fandi beneran tidak ingin berusaha merebut Nayla dari Kak Alvin? Apa Kak Fandi juga yakin, kalau Kak Al sudah benar-benar melupakan cinta masa kecilnya?" lagi-lagi Vita masih berusaha untuk membuat kakaknya itu mau berusaha untuk mendapatkan cinta Nayla. Fandi menghela napasnya, dia menatap adiknya itu seraya berkata, "Aku tahu maksud kamu menyuruhku untuk merebut Nayla dari Alvin. Karena kamu masih berharap untuk mendapatkan cinta Alvin kan?"


"Vit, Kakak sudah sering bilang padamukan, kalau kamu jangan pernah lagi mengharapkan cinta Alvin. Karena bagaimana pun Alvin tidak pernah menganggapmu lebih dari seorang adik!" kata Fandi yang berusaha untuk mengingatkan adiknya.


"Turunlah!" seru Alvin, Kedua kakak beradik itu pun keluar dari dalam mobil. Setelag menutup pintu mobil miliknya, Fandi dan Vita segera berjalan masuk ke dalam rumah.


*****


Alvin terlebih dulu turun dari mobil dan mengitari mobilnya untuk membukakan pintu mobil buat istri tercintanya.


"Al, kenapa kita berhenti di sini?" tanya Nayla kepada suaminya.


"Tidak apa-apa, ayo turun!" seru Alvin. Dia mengulurkan tangannya untuk membawa istrinya itu keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Terimakasih ya, Al," ucap Nayla seraya menerima uluran tangan suaminya.


Alvin mulai mengajak istrinya untuk berjalan mengelilingi area taman tersebut.


"Kamu tahu, Nay. Ini adalah tempat yang dulu sengaja aku bangun untuk Putri. Waktu kecil aku pernah berjanji padanya akan membawa dia ke taman yang isinya hanya bunga matahari. Tapi ternyata saat taman itu berhasil aku bangun, orang yang aku ajak adalah kamu. Tapi aku tetap bahagia, karena orang yang aku ajak adalah istriku sendiri. Orang yang saat ini aku cintai," tutur Alvin.


Alvin mulai mengambil ponsel di dalam saku celana miliknya untuk mengabadikan momen kebersamaan dirinya dengan sang istri.


"Nay, kenapa diam?" tanya Alvin saat melihat istrinya masih tetap berdiri di tempatnya.


"Ada apa, Nay? Apa ada yang tidak kamu sukai?" tanya Alvin sekali lagi.


"Pangeran."

__ADS_1


__ADS_2