Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Rahasia yang mulai terungkap


__ADS_3

Fandi segera menghampiri Nayla ketika melihat Nayla tiba di perusahaan.


"Ada apa, Kak?" tanya Nayla kepada Fandi.


"E .. aku cuma mau bilang, jangan kaget saat kamu melihat sekertaris baru Alvin."


"Sekertaris baru? Maksudnya?" tanya Nayla yang memang tidak mengerti dengan hal yang di bicarakan oleh Fandi.


"Kamu lihat wanita yang duduk di depan ruangan Alvin!" suruh Fandi sambil menunjuk ke arah perempuan yang di tunjuk oleh Fandi. Nayla ingat kalau dia adalah wanita yang pernah mengaku sebagai pacar Alvin, dia juga yang memecat Nayla dari restoran tempat, Nayla bekerja sebelumnya.


"Apa dia benar pacarnya Alvin?" tanya Nayla.


"Dulu. Sebelum mereka putus beberapa bulan yang lalu," jawab Fandi.


"Putus? Apa yang membuat mereka putus?" tanya Nayla yang semakin ingin tahu tentang wanita yang pernah menjadi pacar Alvin.


"Wanita itu tidak benar-benar mencintai Al. Dia hanya memanfaatkan Alvin untuk bisa memenuhi segala keinginan dia. Dia juga berselingkuh di belakang Al. Tapi alasan sebenarnya Al mutusin dia karena Al tidak benar-benar mencintai wanita itu. Karena wanita yang Alvin cintai adalah teman masa kecilnya," ujar Fandi.


"Teman masa kecil? Jadi kak Ifan juga tahu kalau Al mencintai teman masa kecilnya?" tanya Nayla lagi.


"Maksudmu juga tahu? Apa Al juga cerita soal cinta masa kecilnya padamu?" tanya Fandi yang justru penasaran dengan dengan jawaban dari Nayla.


"E.. Kak Ifan ingatkan? waktu aku pernah di antar pulang oleh Al. Tanpa sengaja dia cerita soal cinta masa kecilnya, aku cuma tahu hal itu saja," jawab Nayla yang sedikit berbohong kepada Fandi.


"Aku kira Al juga memberitahumu. Karena jika Al sudah memberitahu tentang masa kecilnya, artinya dia sudah merasa dekat dengan orang itu," jelas Fandi.


"Sepertinya Kak Ifan begitu mengenal Al," kata Nayla.


"Tentu saja kami dekat, karena kami teman sejak kecil. Bahkan sebelum kedua orang tua Alvin meninggal," jelas Fandi lagi.


"Jadi Kak Ifan juga tahu kalau Nyonya Sarah adalah ibu tiri Alvin?" tanya Nayla lagi.


"Dari mana kamu tahu?" sekali lagi Fandi menatap Nayla penasaran.


"Kenapa Kak Ifan bertanya begitu?"


"Selama ini yang aku tahu, Alvin tidak pernah menganggap Tante Sarah itu sebagai ibu tirinya karena dia sangat menyayangi Tante Sarah. Jadi jarang orang tahu tentang hal itu," jawab Fandi lagi.


"Aku hanya asal menebak tadi, soalnya wajah merekakan tidak mirip," lagi-lagi Nayla kembali berbohong dengan Fandi.


"Kak Fandi," panggil Vita seraya berjalan mendekati kakaknya.

__ADS_1


"Kak, bukannya itu Kak Tasya? Kenapa dia ada di perusahaan ini?" tanya Vita sambil menunjuk ke arah Tasya.


"Mulai hari ini, dia bekerja disini," jawab Fandi.


"Maksud kakak?"


"Iya, Al mempekerjakan dia sebagai sekertarisnya mulai hari ini," jelas Fandi kepada adiknya.


"Bukannya mereka sudah putus?" tanya Vita yang semakin penasaran.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti kenapa Alvin mempekerjakan dia," kata Fandi.


Vita terdiam, dia benar-benar tidak suka melihat mantan kekasih Alvin itu juga bekerja di perusahaan grup H.


"Vita, Nayla sekarang lebih baik lanjutkan pekerjaan kalian!" suruh Fandi kepada dua orang di depannya.


Vita dan Nayla meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke ruang kerja mereka.


*****


Sore harinya ...


Sejak pulang kerja tadi, Nayla sudah berada di tempat ibu Retno. Dan sebelum pergi, dia sudah terlebih dulu meminta izin kepada Alvin. Nayla sengaja menemui ibu Retno, karena dia ingin menanyakan perihal kasus penggelapan uang yang di tujukan kepada ibu pantinya tersebut beberapa tahun yang lalu. Nayla ingin tahu, bagaimana ibu pantinya itu, bisa tercatut di dalam kasus itu.


"Untuk apa, Nay?" tanya Ibu Retno.


"Aku ingin membantu membersihkan nama baik ibu," jelas Nayla.


"Tapi bukankah kasus itu sudah di tutup?" tanya Ibu Retno lagi.


"Kasus itu memang sudah ditutup karena almarhum Tuan Hadinata mencabut tuntutannya. Tapi ibu, kasus itu masih bisa di buka sewaktu-sewaktu. Makanya kita harus membuka kasus itu kembali dan membuktikan kalau ibu Retno tidak bersalah. Jadi tidak akan ada yang bisa mengancam ibu Retno nantinya," tutur Nayla.


"Tidak usah, Nay. Karena ibu sudah tahu siapa orang yang telah menjebak ibu," jawab ibu Retno dengan tetap tersenyum.


"Maksud ibu?" tanya Nayla lagi.


Ibu Retno mulai menceritakan semuanya kepada Nayla. Ibu Retno juga menunjukan beberapa dokumen rahasia yang dia sembunyikan selama ini. Nayla benar-benar terkejut, saat tahu siapa orang yang sengaja menjebak ibu pantinya tersebut.


"Bu, bisakah aku meminjam semua bukti ini?" tanya Nayla seraya meminta ijin.


"Tapi Nak.."

__ADS_1


"Bu, ibu tenang saja. Aku tidak akan membuat masalah dengan ini," janji Nayla.


Akhirnya ibu Retno memberikan izin kepada Nayla untuk membawa dokumen tersebut.


"Ya sudah, bawalah! Ibu percaya padamu," kata ibu Retno.


"Terimakasih, Bu," ucap Nayla.


Nayla segera meninggalkan panti dengan membawa salinan bukti yang ibu Retno berikan. Dia segera kembali ke rumah ibu mertuanya.


******


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Sarah ketika melihat Nayla sudah berdiri di depannya.


"Apa ini?" tanya Sarah lagi saat Nayla menyerahkan sesuatu padanya. Sarah membuka dokumen yang di berikan Nayla kepadanya.


"Darimana kamu dapatkan ini?" tanya Sarah geram.


"Dari ibu Retno, dan apa Anda tahu siapa yang memberikan dokumen itu kepada ibu Retno?"


Sarah menatap Nayla dengan tajam.


"Tuan Hadinata, dia sudah tahu dengan semua kelakuan Anda. Makanya Tuan Hadinata mencabut laporannya ke polisi waktu itu dan meminta ibu Retno untuk tidak mempermasalahkannya," jelas Nayla.


"Kenapa Mas Hadinata tidak mau Retno melaporkan balik aku ke polisi? Apa dia takut kalau aku akan mempermalukan keluarga Hadinata?"


"Bukan karena itu, tapi karena dia tidak mau Alvin kecewa terhadap Anda. Alvin sangat menyayangi Anda sama seperti dia menyayangi ibu kandungnya. Tapi sepertinya perasaan Anda berbanding terbalik dengan perasaan Alvin. Anda selalu mengharapkan hal yang tidak baik untuk Alvin," kata Nayla panjang lebar.


Untuk sejenak Sarah terdiam, namun beberapa detik kemudian dia kembali membuka suara. Bukan penyesalan atau ucapan maaf yang ke luar dari mulutnya, tapi justru makian yang di tujukan untuk ibu kandung Alvin.


"Aku akan terus membenci anak dari wanita ****** itu. Wanita murahan yang sudah merebut perhatian mas Hadinata dariku. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melupakan hal yang wanita itu dan Mas Hadinata lakukan," kata-kata itu dengan jelas di ucapkan oleh Sarah. Bahkan nampak jelas dari tatapan matanya, kalau Sarah memang betul-betul membenci ibu kandung Alvin.


"Lalu kenapa Anda ingin menjebak ibu Retno? Memang apa salah ibu Retno kepada Anda?"


"Kamu ingin tahu apa kesalahan dia? Karena dia adalah orang yang mengenalkan mas Hadinata kepada wanita ****** itu. Dan siapapun yang berhubungan dengan wanita ****** adalah musuhku," kata Sarah penuh penekanan.


"Ada apa ini?"


Suara itu membuat Sarah dan Nayla menatap ke arah pintu, keduanya terkejut saat mengetahui siapa yang datang.


#Rekomendasi novel yang top markotop👍😁:

__ADS_1




__ADS_2