Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Pertemuan...


__ADS_3

Sarah langsung menuju ke perusahaan milik almarhum suaminya. Dia ingin menemui anaknya untuk membicarakan soal pertemuannya nanti malam.


#flash back on


Saat itu Sarah baru keluar dari kamarnya dan ingin menemui mertuanya.


Namun dia menghentikan langkahnya, ketika mendengar pembicaraan mertuanya itu dengan asisten pribadinya.


"Aku akan menikahkan cucuku dengan gadis itu. Aku rasa gadis itu sangat cocok dengan Alvin."


Sarah melihat mertuanya itu terus menerus melihat ke arah benda pipih di depannya. Dan saat mertuanya itu pergi bersama asistennya, diam-diam Sarah masuk dan melihat siapa gadis yang di maksud mertuanya itu.


"Lihat saja aku akan membuatmu membenci gadis pilihanmu itu nenek tua," batin Sarah.


# flash back off


Semua pegawai yang berpapasan dengan Sarah membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada ibu dari bos mereka.


"Fandi, apa Alvin ada di dalam?" tanya Sarah pada Fandi yang sedang duduk di depan ruang kerja Alvin.


Dengan cepat Fandi berdiri dan membungkukkan badannya memberikan hormat.


"Ada Tante, dia sedang menyeleseikan pekerjaannya," jawab Fandi.


Tanpa permisi Sarah langsung masuk ke ruang kerja anaknya itu.


Alvin yang tidak tahu kehadiran ibunya, langsung terperanjat karena kaget.


"Ada apa ibu kesini?" tanya Alvin


"Seorang ibu menemui anaknya apa butuh alasan?" Sarah balik tanya

__ADS_1


"Tentu saja tidak, Bu."


"Nanti malam ibu ingin mengajak mu makan malam. Jangan lupa ajak nenek mu juga!" seru Sarah kepada anaknya itu.


"Kenapa tidak ibu saja yang mengajak nenek?" tanya Alvin.


"Nenekmu tidak akan pernah mau jika ibu yang mengajaknya," jawab Sarah.


Memang benar selama ini hubungan ibu dan nenek Alvin kurang harmonis. Bahkan bisa di bilang saling membenci. Entah karena alasan apa Alvin sendiri tidak tahu.


"Baiklah, nanti Al akan ajak nenek juga",kata Alvin kemudian.


"Ya sudah, ibu cuma ingin mengatakan hal itu saja.Nanti tempat dan waktunya ibu kabari," Kata Sarah sebelum akhirnya dia meninggalkan Alvin.


Setelah mendapat kepastian tempat dan waktu makan malam dari sang ibu, Alvin segera menelpon Neneknya.


Dan mereka sepakat untuk bertemu langsung di restoran.


*****


"Entahlah," jawab Alvin yang tetap fokus dengan beberapa berkas di mejanya.


"Mungkin ibu ingin memperbaiki hubungannya dengan nenek," tambah Alvin.


"Ohya Fan, apa jadwal gua setelah ini?" tanya Alvin.


"Tidak ada, jadi Lo bisa pulang lebih awal," jawab Fandi.


*****


Malam harinya Alvin datang bersama sang nenek ke restoran, disana Sarah sudah menunggunya.

__ADS_1


Nenek Murti yang melihat kehadiran Sarah merasa tidak senang.


"Ternyata kita makan bareng ibumu juga?" tanya Nek Murti dengan nada tidak suka.


"Nek, ayolah untuk malam ini saja bersikap baiklah dengan ibu, Al mohon!" pinta Alvin di telinga sang nenek.


Nek Murti menghembuskan napasnya kasar.


"Baiklah, demi cucu kesayangan nenek," jawab nek Murti sembari tersenyum.


"Apa yang sedang di rencanakan wanita licik ini?" Nek Murti berbicara dalam hati.


"Ibu, Al ayo duduk!" suruh Sarah dengan senyum palsunya.


"Apa ibu sudah memesan makanannya? Kalau belum, biar Al yang pesankan?" tanya Alvin kepada ibunya.


"Tunggu dulu Al! Ibu masih menunggu seseorang," jawab Sarah seraya memberitahu.


Alvin dan Nek Murti saling tatap.


" Siapa yang di tunggu wanita licik ini?" batin Nek Murti lagi.


" Lihat saja nenek tua, kamu pasti akan senang dengan kejutan yang kuberikan," kata Sarah dalam hati.


"Maaf saya terlambat," ucap seseorang dari belakang mereka. Semua orang menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"kamu!!!"


"kamu!!!"


Kata Alvin dan orang itu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2