
Alvin sudah terlalu mabuk untuk bisa sekedar jalan.Di tambah dia merasakan tubuhnya yang mulai panas.
"Kenapa panas sekali",Alvin melonggarkan dasinya.
Alvin berjalan sempoyongan keluar dari bar itu,hampir saja dia terjatuh kalau saja seseorang tidak membantu memapahya.
"Ayo", orang itu membawa Alvin masuk ke sebuah hotel.
" Kak Al,maaf. Aku terpaksa melakukan ini,karena aku mencintaimu,aku tidak perduli walaupun aku harus menjadi wanita yang tidak memiliki harga diri. Aku rela menyerahkan semuanya asal aku bisa memilikimu. Kak Al,aku mencintaimu ",ujar wanita itu.
Ya,orang yang membantu memapah Alvin dan membawanya ke hotel adalah Vita.
Sejak Alvin ke luar dari kantor tadi,Vita terus mengikutinya.Bahkan dia juga sengaja memasukkan obat perangsang di minuman Al,berharap agar Al kehilangan kesadarannya.Dan menghabiskan malam panjangnya bersamanya.
Vita merebahkan Alvin di atas ranjang,dia juga mengikuti Alvin naik ke atas ranjang tersebut karena yakin obat perangsang yang dia masukkan ke dalam minuman Al tadi mulai bereaksi.
Vita berniat membuka kancing jas yang di pakai Al,namun dia berhenti karena ada VC dari kakaknya Fandi.
Cepat-cepat Vita keluar dari kamar tersebut agar kakaknya tidak curiga.
Dia baru menjawab VC dari kakaknya itu ketika sampai di restoran yang ada di area hotel.
" Kamu kemana saja Vit? Ini sudah jam 7 malam? Kakak sangat mengkhawatirkan keadaanmu",kata Fandi yang tampak mengkhawatirkan adik satu-satunya itu.
"Maaf Kak,tadi aku nonton bareng teman-teman", jawab Vita berbohong.
__ADS_1
" Terus kenapa kamu sendirian sekarang? Di mana teman-temanmu itu?",tanya Fandi bertubi-tubi.
"Mereka langsung pulang dan karena aku masih lapar,makanya aku melanjutkan makanku", jawab Vita yang kembali berbohong.
" Kak,aku tutup ya? Aku mau menghabiskan makananku dulu ".
Vita segera mematikan VC dengan kakaknya. Dia segera berlari menuju ke kamar dimana dia membawa Al tadi. Vita takut Alvin akan terbangun dan pergi sebelum dia sempat melakukan rencananya.
Vita tiba di kamar yang dia pesan tadi,napasnya agak ngos-ngosan karena berlari.
Cekleekkk
Vita membuka pintu kamar tersebut, namun dia terkejut karena Alvin sudah tidak ada di sana.
" Kak, Kak Al",panggil Vita.
"Gawat,nanti kalau dia malah tidur sama cewek lain gimana? Apalagi obat itu pasti sudah mulai bereaksi. Aku harus segera menemukan Kak Al", gumam Vita. Dia ke luar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Alvin.
*****
Alvin ke luar dari hotel dengan berjalan sempoyongan,meskipun sudah mabuk Alvin masih ingat alamat rumahnya.
Dengan di antar sopir taksi Alvin tiba di kediamannya.Pak Hasan sang penjaga rumah menghubungi nomor Nayla dan menahan atasannya itu di pos karena kebetulan di rumah itu sedang ada tamu.
Pak Hasan tidak ingin membuat Tuannya malu di depan tamunya,jika membiarkan atasannya itu masuk dalam kondisi mabuk.
__ADS_1
Tidak lama Nayla ke luar dari rumah melalui pintu belakang.
" Ada apa Pak?"tanya Nayla pada Pak Hasan.
"Tuan Al mabuk Nyonya dan sepertinya Tuan...Tuan minum obat perangsang Nyonya", jawab Pak Hasan saat melihat perilaku bosnya yang semakin aneh.
" Bagaimana caranya menghilangkan efek obat itu Pak?" tanya Nayla.
"Masa Nyonya tidak tahu",jawab Pak Hasan sambil tersenyum.
" Maksud Pak Hasan apa?"tanya Nayla lagi.
Pak Hasan menyatukan jari telunjuknya yang satu dengan jari telunjuknya yang lain sambil menggerak-gerakkannya.
Akhirnya Nayla mengerti dengan maksud Pak Hasan.
"Ingat ya Pak jangan katakan pada siapapun kalau Mas Alvin pulang dalam keadaan seperti ini",kata Nayla sebelum membawa Alvin masuk ke dalam rumah.
Nayla memapah Alvin masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Dia langsung membawa Alvin ke kamar.
" Panas...panas..aku ingin ..aku ingin.." ,Alvin meracau sambil melucuti pakaiannya sendiri.
Alvin langsung menerkam Nayla bak singa kelaparan. Tadinya Nayla ingin menolak keinginan Alvin,tapi jika itu dia lakukan pasti Alvin akan ke luar dari kamar dan akan membuat masalah.
Nayla membiarkan suaminya itu menyalurkan hasratnya pada tubuhnya.
__ADS_1
Entah karena pengaruh obat atau memang Alvin yang terlalu perkasa,walapun Nayla sudah mencapai klimaks berkali-kali suaminya itu masih tetap belum mencapai puncaknya. Bahkan Nayla hampir kewalahan mengimbanginya.
Akhirnya Alvin tertidur setelah 3 jam pertarungannya di atas ranjang.