Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Hampir ketahuan...


__ADS_3

Nayla masuk ke dalam rumah besar milik suaminya dengan mengendap-endap.Dia tidak mau mertua ataupun neneknya tahu kalau dia keluar untuk mencari Alvin,karena memang tidak ada yang tahu tentang kepergian Alvin.


"Dari mana kamu Nay?", suara itu mengejutkan Nayla.


Nayla menoleh ke arah sumber suara tersebut, benar dugaannya suara itu adalah suara nenek Murti.


" Ne...nenek belum tidur?",tanya Nayla gugup.


"Aku sedang bertanya padamu kenapa kamu mengalihkan pembicaraan?", tatapan mata Nek Murti membuat Nayla semakin gugup.


Nayla menelan ludahnya dengan susah payah.


" E...tadi...tadi..."


"Tadi Nayla ke luar karena saya yang menyuruhnya", sela Sarah.


Sarah tidak mau mertuanya itu tahu kalau Nayla keluar untuk mencari Alvin.


Sarah tidak ingin rencananya untuk membuat Alvin membenci Nayla terbongkar sebelum dia menguasi perusahaan yang saat ini sedang di kelola oleh Alvin.


Karena menurut surat wasiat yang di tinggalkan almarhum suaminya bahwa separuh dari aset perusahaan Grup H akan di berikan kepada istri Alvin setelah usia pernikahan mereka 6 bulan.


Sarah berencana membuat Nayla menyerahkan separuh aset perusahaan


Grup H kelak ke tangannya.

__ADS_1


" Untuk apa?"tanya nek Murti kepada Sarah.


"Kepala saya sakit,jadi saya menyuruhnya pergi ke apotik.Tadinya saya mau menyuruh Al,tapi Nayla bilang Al sudah tidur.Jadi aku menyuruh Nayla yang membelikannya",jawab Sarah.


Setelah mendengar penjelasan Sarah nek Murti akhirnya percaya.Dia kembali ke kamarnya dan tidak menanyakan apapun lagi kepada Nayla.


Nayla bisa bernapas lega.


" Ikut Saya! "suruh Sarah kepada Nayla.


Nayla mengikuti Sarah masuk ke kamarnya.


" Kamu benar-benar bodoh ya Nayla.Untuk apa kamu pergi mencari Alvin,hah?"maki Sarah kepada gadis yang berstatus menantunya itu.


"Nyonya,aku..aku hanya mengkhawatirkan Al. Al sudah pergi terlalu lama dan dia belum kembali, jadi aku berinisiatif mencarinya" jawab Nayla.


"Tugasmu adalah membuat Alvin membemcimu,jadi untuk apa kamu mencarinya.Satu lagi saat Alvin pulang nanti mintalah dia memberikan satu jabatan di perusahaannya.Karena aku membutuhkan jabatan itu", kata Sarah mengakhiri pembicaraannya.


Kemudian dia menyuruh Nayla kembali ke kamarnya.


Nayla memasuki kamar Alvin yang sekarang juga menjadi kamarnya.Dia duduk di tepi ranjang sambil menatap layar ponselnya dan berharap Alvin menelponnya.


" Al di mana kamu",gumam Nayla.


*****

__ADS_1


Fandi memasuki bar dimana bos sekaligus temannya itu sedang minum.


"Al,Kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba kamu minum seperti ini?" tanya Fandi sambil mendudukkan dirinya di sebelah Alvin.


"Istriku menolak untuk tidur bersamaku,dia tidak mau aku sentuh", Alvin bicara tidak jelas.


" Istri??? ",tanya Fandi bingung. Pasalnya Alvin tidak pernah dekat dengan siapapun selain Tasya.


Tapi bukankah Alvin sudah putus dengan Tasya beberapa hari yang lalu. Bahkan Fandi juga tahu kalau dulu dia menerima Tasya hanya karena kasihan.


Lalu siapa yang Alvin nikahi?Bukankah cinta Alvin hanya untuk teman kecilnya.


Selama ini Alvin selalu sibuk mencari keberadaan teman kecilnya itu.


" Al,istri siapa yang kamu maksud?"tanya Fandi yanga masih penasaran.


Alvin yang memang belum sepenuhnya kehilangan kesadarannya langsung terdiam,dia tidak mau Fandi mengetahui fakta kalau dia sudah menikah.


"Kamu salah dengar Fan.Aku jadi ngomong sembarangan gara-gara terlalu banyak minum", kata Alvin.


" Oh.."


"Lalu kenapa kamu menyuruhku kemari?" tanya Fandi lagi.


"Aku ingin kamu menemaniku minum" jawab Alvin.

__ADS_1


Fandi hanya menggelengkan kepalanya, dia tahu Al sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


__ADS_2