
Alvin kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Kakak tidak minum airnya?" tanya Vita .
Alvin kembali meminum air mineral pemberian dari Vita. Dia bahkan minum air tersebut hingga tinggal setengahnya. Vita merasa begitu senang karena rencanaya berhasil. Apa lagi saat dia melihat Alvin yang sudah mulai sering menguap.
"Vit, kenapa kamu tidak minum? Bukankah tadi kamu bilang kalau kamu haus?" tanya Alvin.
Dengan cepat Vita juga meminum air mineral miliknya.
Kenapa tiba-tiba aku mengantuk?
Berkali-kali Vita menguap, dia berusaha menahan agar matanya tidak terpejam.
Alvin tersenyum saat melihat Vita yang mulai tertidur, dia segera menepikan mobilnya.
Alvin mengingat bagaimana tadi dia berhasil lolos dari jebakan yang di persiapkan oleh Vita.
Kebetulan saat Vita memasukkan sesuatu ke dalam botol air mineral yang baru saja dia beli, Alvin melihatnya. Alvin segera menyusun rencana dadakan untuk menggagalkan rencana busuk Vita. Alvin sengaja mengempeskan salah satu ban mobilnya untuk membantu memuluskan rencanya untuk menggagalkan rencana Vita tersebut.
Dan saat mereka sedang mengisi angin untuk salah satu ban mobilnya yang kempes, Alvin langsung menukar botol air mineralnya dengan botol air mineral milik Vita. Dan untuk meyakinkan Vita kalau rencananya berhasil, Alvin berpura-pura menguap beberapa kali.
Alvin mengambil ponselnya dan menekan tombol call pada salah satu kontak di layar hapenya.
"Fan, kamu jemput adikmu sekarang! Aku ada urusan!" titah Alvin. Tanpa menunggu jawaban dari Fandi, Alvin langsung mematikan sambungan telponnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Fandi datang. Dia langsung menghampiri Alvin yang masih berdiri di samping mobilnya.
"Dimana Vita?" tanya Fandi, dia begitu mencemaskan adiknya.
"Dia ada di dalam mobil," jawab Alvin tanpa melihat ke arah sahabatnya tersebut.
Fandi membuka pintu mobil Alvin dan melihat adiknya tidur dengan sangat nyenyak. Dia membopong tubuh adiknya dan memindahkannya ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1
"Al, kenapa adikku bisa tertidur seperti ini?" tanya Fandi.
"Tanya saja sama adikmu saat dia bangun nanti," jawab Alvin yang lagi-lagi tanpa melihat ke arah Fandi.
"Kau ingat Fan! Aku pasti akan menemukan bukti kejahatan adikmu terhadap Nayla."
Ucapan Alvin sontak membuat Fandi menatap ke arah Alvin. Tubuhmya mendadak bergetar menahan segala rasa di dalam hatinya. "Apa maksudmu?" tanya Fandi.
"Aku sudah tahu kalau orang yang menyebabkan kecelakaan Nayla adalah Vita. Jadi bersiaplah untuk memberikan pembelaan kepada adikmu itu. Aku juga akan memenjarakanmu karena telah menutupi kejahatannya." Alvin memberikan tajamnya kepada Fandi.
"Al, aku benar-benar tidak tahu apa yang kamu maksud?" kembali Fandi berpura-pura tidak tahu dengan maksud ucapan Alvin.
"Teruslah berpura-pura selama kamu bisa."
Alvin langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa mengatakan apapun lagi. Dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Fandi segera membawa adknya untuk pulang, begitu sampai dia langsung membopong tubuh adiknya itu masuk ke dalam rumah.
"Tidak apa-apa Bunda, Vita hanya tertidur," jawab Fandi.
"Syukurlah," ucap Mirna yang merasa lega.
"Ayo, Bunda kita keluar biarkan Vita beristirahat!" ajak Fandi.
Fandi dan Mirna ibunya berjalan meninggalkan kamar putrinya.
*****
Vita mengerjapkan matanya saat bias sinar matahari pagi menyapu wajahnya.
Kenapa aku di sini? batin Vita saat menyadari dirinya berada di dalam kamarnya.
Vita bangkit dari posisinya berbaring kemudian duduk dengan bersandar pada sandaran tempat tidur.
__ADS_1
"Sudah bangun?"
Suara Fandi mengagetkan dirinya. "Kak, kenapa aku bisa ada disini?" tanya Vita.
"Memangnya kamu berharap berada di mana? Di hotel? Atau di kamar Alvin?"
Vita membelalakkan matanya. "Kenapa Kakak bertanya begitu?"
"Kamu benar-benar sudah menjadi wanita yang menjijikkan hanya demi bisa mendapatkan Alvin." Fandi memberikan sorotan tajamnya kepada Vita.
"Maksud Kakak?"
"Aku tahu apa yang ingin kamu lakukan pada Alvin semalam."
"Ingat Vit mulai sekarang berhenti mengejar Alvin!"
"Tidak bisa Kak, aku mencintai dia," tukas Vita.
"Kamu harus bisa!" kembali Fandi memberikan tatajamnya kepada adiknya itu.
"Aku tetap tidak bisa! Aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya!"
"Kalau begitu bersiaplah masuk kedalam penjara!"
"Maksud Kak Fandi?"
"Alvin sudah tahu kalau kamu yang menyebabkan Nayla kecelakaan. Dia ingin memenjarakanmu!"
"Tidak ... tidak mungkin, tidak mungkin Kak Al tahu soal itu."
"Kamu hanya menunggu waktu sampai polisi datang untuk menjemputmu!" Setelah mengatakan itu Fandi segera keluar dari kamar adiknya.
Vita mencengkeram seprei yang ia duduki dengan sangat kuat. "Aku pasti akan mendapatkanmu Kak Al, bagaimanapun caranya."
__ADS_1