
Keesokan harinya..
Alvin mengerjapkan matanya saat sinar matahari menembus di sela-sela gorden kamarnya.
Alvin memegangi kepalanya yang masih terasa berat akibat minum semalam. Dia memposisikan dirinya untuk duduk.
Tiba-tiba bayang-bayang perbuatannya semalam muncul di depan matanya.
Alvin melihat tubuhnya sendiri yang masih tanpa sehelai benang pun.
"Sial !! Apa yang telah aku lakukan pada Nayla semalam", rutuk Alvin pada dirinya sendiri.
Alvin segera menyambar piyama yang tergantung di kamarnya dan memakainya.
Dia segera ke luar mencari keberadaan Nayla.
" Nek,Nay mana?" tanya Alvin pada nek Murti yang sedang membaca koran.
"Istrimu sudah keluar sejak pagi tadi", jawab nek Murti.
" Al,duduklah nenek mau bicara!" suruh Nek Murti sambil menepuk sofa di sebelahnya.
Alvin menuruti sang nenek untuk duduk di sebelahnya.
"Al,semalam kamu kenapa?" tanya Nek Murti.
"Semalam..."
"Istrimu bilang kamu sakit, makanya sejak sore kamu tidur"
"Jadi Nayla nggak cerita ke nenek kalau aku semalam mabuk?" batin Alvin.
"Lalu bagaimana kondisimu hari ini? Apa kamu masih sakit?" tanya nek Murti lagi.
"Tidak Nek,Al sudah baikan kok", jawab Alvin.
" Al,ijin ke kamar lagi ya Nek soalnya Al harus segera berangkat ke kantor ".
Alvin kembali masuk ke kamarnya.
*****
Nayla langsung berjalan menuju ke kosannya,saat Vita bilang ingin bertemu dengannya.
" Kenapa masih sakit ya?",batin Nayla karena merasakan daerah intinya yang masih terasa ngilu.
Nayla mengingat kembali apa yang terjadi semalam,saat Alvin dengan buas menyerangnya.
"Al tidak mungkin sengaja minum obat seperti itu, aku yakin ada orang yang sengaja ingin menjebak Al", batin Nayla.
" Nay",panggil seseorang sambil menepuk bahu Nayla. Dia adalah Vita.
"Sudah datang rupanya", kata Nayla.
" Eh,Nay kok kamu dari arah sana sih bukannya tadi kamu bilang lagi tidur ya?"tanya Vita yang melihat Nayla baru datang dari arah yang berlawanan dengan tempat kosnya.
"Bangun tidur tadi aku lapar, jadi aku baru beli makanan dari arah sana", jawab Nayla bohong.
__ADS_1
" Terus mana makanannya?"tanya Vita lagi.
"E...langsung aku makan di tempatnya,habisnya aku lapar banget" jawab Nayla yang kembali harus berbohong.
"Nay,Kak Ifan nawarin kamu buat magang di perusahaan tempat dia kerja. Kamu mau kan? Lagian aku juga tahu kok kalau kamu baru di pecat dari restoran tempat kerja kamu dulu", Vita menawarkan pekerjaan kepada temannya itu.
" Terima ya Nay,biar kita bisa kerja bareng. Jadi kapan pun aku bisa curhat sama kamu",pinta Vita karena memang selama ini Nayla lah tempat Vita berkeluh kesah terutama soal kisah cintanya.
"Biasanya tanpa kerja bareng pun kamu tetep bisa curhatkan sama aku".
" Iya sih,tapikan akan lebih seru kalau kita bisa kerja bareng. Terima ya Nay tawaran Kak Ifan! Please!",pinta Vita lagi sambil mengatupkan dua tangannya di depan dadanya.
"Apa aku harus terima tawaran Kak Ifan ya? Setidaknya jika aku terima tawaran Kak Ifan aku masih bisa dapetin uang dan bantu bu Retno serta adik-adik panti ", batin Nayla.
" Nay,kok malah bengong sih",kata Vita saat melihat Nayla kembali terdiam.
"Baiklah, bagaimana pun juga aku butuh pekerjaan itu untuk bisa membantu adik-adik pantiku", jawab Nayla.
" Nah gitu dong Nay",kata Vita kemudian merangkul bahu temannya itu.
"Jadi kapan Vit,aku bisa mulai kerja di kantor Kak Ifan?", tanya Nayla.
" Sekarang",jawab Vita
"Tapi.."
"Ayo, Kak Ifan pasti sudah nunggu kita", Vita membawa Nayla masuk ke dalam mobilnya.
Vita menghidupkan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
*****
" Vit,kenapa kita berhenti di sini?",tanya Nayla.
"Ini tempat Kak Ifan kerja", jawab Vita seraya membuka seatbelt miliknya, kemudian dia turun dari mobil miliknya.
" Nay,kenapa kamu masih diem.Ayo buruan turun, Kak Ifan sudah nunggu kita di dalem".
Dengan sedikit ragu Nayla turun dari mobil milik temannya itu.
"Nay,kok bengong lagi sih?", tanya Vita lagi saat melihat Nayla masih berdiri di samping pintu mobil.
" Vit,kayaknya aku nggak jadi deh terima tawaran Kak Ifan",kata Nayla.
"Kenapa?", tanya Vita
" Perusahaan ini terlalu besar aku takut kalau aku tidak bisa mengimbangi cara kerja karyawan di sini",jawab Nayla kembali berbohong.
"Nay,kamu itukan termasuk mahasiswi paling pintar di kampus jadi nggak mungkin kamu nggak bisa ngimbangi cara kerja mereka".
Dengan terpaksa Nayla mengikuti langkah Vita masuk ke perusahaan Grup H.
" Pagi,Mbak Vita",sapa seorang resepsionis.
"Pagi", jawab Vita.
" Lho mbak ini mbak yang kemarin mencari Pak Alvin kan?",tanya resepsionis tersebut.
__ADS_1
Vita menatap Nayla penuh tanya.
"Mbak salah orang kali,saya baru pertama kali kok ke sini", jawab Nayla.
Resepsionis itu kembali memandang Nayla dari atas hingga bawah.
" Mungkin saya memang salah orang, maaf ya Mbak",ucap resepsionis tersebut.
"Ohya Kak Fandi dan Kak Alvin sudah datang belum?" tanya Vita.
"Pak Alvin belum datang, kalau Pak Fandi sudah ada di ruangannya", jawab resepsionis tersebut.
" Permisi ya Mbak, aku harus ke ruang Kak Fandi dulu. Yuk Nay",ajak Vita.
Vita segera menarik tangan Nayla agar mengikutinya.
Vita membawa Nayla masuk ke ruang kerja Fandi.
"Kak Fandi", panggil Vita.
" Baru datang kamu Vit",tegur Fandi
"Maaf Kak,tadi aku jemput Nayla dulu. Kak Fandi maukan ngijinin Nayla magang di sini!" pinta Vita.
"Lho Vit,bukannya tadi kamu bilang kalau Kak Ifan yang nyuruh kamu buat nawarin aku pekerjaan?", tanya Nayla bingung.
Vita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Maaf Nay,aku sengaja bohong biar kamu mau ikut aku ke sini",jawab Vita sambil nyengir kuda.
"Maaf ya Kak Ifan, sebaiknya Nay pulang".
" Tunggu Nay",cegah Fandi
"Sebenarnya memang ada lowongan buat magang di sini,aku mau nawarin kamu takutnya kamu nolak. Tapi karena kamu sudah ada di sini, aku yang akan memintamu agar kamu mau bekerja di sini. Nanti aku akan ngomong sama Alvin soal ini", jelas Fandi.
" Alvin bakalan marah nggak ya kalau aku kerja di sini? Tapi kalau aku nolak tanpa alasan yang jelas,ntar malah Vita dan Kak Ifan curiga lagi ",batin Nayla.
" Nay,Nayla",panggil Fandi sambil melambaikan tangannya di depan Nayla.
"Eh,iya Kak"
"Kok bengong sih,gimana tawarannya apa kamu mau magang di perusahaan ini?" tanya Fandi sekali lagi.
"Terima ya Nay,terima please", pinta Vita.
" Baiklah Vit, Kak Ifan aku mau kok kerja di sini",jawab Nayla kemudian.
"Nanti saat Al datang aku akan mengenalkan secara resmi pada Al kalau kamu adalah karyawan baru di sini. Sekarang kamu bisa ikut Vita untuk mulai bekerja", seru Fandi.
" Iya Kak Ifan, makasih ya buat kesempatannya"ucap Nayla.
Vita membawa Nayla untuk berjalan keluar dari ruangan Fandi. Namun langkah mereka terhenti saat tiba-tiba seseorang berdiri tepat di depan mereka.
Orang itu menatap Nayla dan Vita bergantian.
Glek,Vita dan Nayla sama-sama menelan saliva mereka.
__ADS_1