Perjalanan Cinta Nayla

Perjalanan Cinta Nayla
Pernikahan main-main


__ADS_3

Nayla terkejut saat kembali ke kosannya, karena ada mobil mewah yang terparkir di depan kosan tersebut.


Seorang lelaki menundukkan badannya ketika Nayla berjalan melewati orang itu.


"Nay, ada orang yang ingin bertemu denganmu. Aku sudah menyuruhnya masuk dan menunggumu di dalam," kata Ibu kos memberitahu saat melihat Nayla tiba di kosannya.


"Iya, Bu.Terimakasih," ucap Nay pada ibu kosnya.


Nayla masuk ke kamarnya. Benar saja, seorang wanita paruh baya sudah menunggunya di sana.


Nayla membungkukkan badannya sebagai tanda hormat, kemudian dia duduk di depan wanita itu.


"Maaf, ada apa ya Anda mencari saya?" tanya Nayla. Dia merasa bingung karena dia tidak mengenal wanita itu.


"Namaku Sarah Hadinata, istri dari almarhum Hadinata pemilik dari perusahaan Grup H," wanita itu memperkenalkan diri.


Mendengar nama perusahaan Grup H, membuat Nayla semakin terkejut.


"Sebelumnya saya minta maaf nyonya, tapi ada urusan apa hingga Nyonya Hadinata sudi datang ketempat kumuh seperti ini?" tanya Nayla dengan sangat hati-hati.


"Aku ingin kamu menikah dengan anakku," jawab Nyonya Hadinata tanpa basa basi.

__ADS_1


"Apa?!" Nayla sangat terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh Nyonya Hadinata tersebut.


"Kamu jangan khawatir, anggap saja ini sebagai pernikahan main-main."


Nayla semakin tidak mengerti dengan ucapan wanita di depannya.


"*Pernikahan main-main? Memang ada ya pernikahan yang di jadikan mainan?" batin Nayla*.


"Maksud Nyonya?" tanya Nayla yang tetap berusaha untuk tenang.


" Ya... seperti yang aku bilang tadi, anggaplah pernikahan ini sebagai pernikahan main-main. Karena sejujurnya aku juga tidak sudi punya menantu yatim piatu sepertimu. Tapi... mau bagaimana lagi, untuk mengambil hati ibu mertuaku terpaksa aku harus menikahkanmu dengan anakku," jawab Nyonya Sarah dengan sikap angkuhnya.


"Maaf Nyonya dengan sangat menyesal saya menolak permintaan Anda untuk menikah dengan anak Anda," jawab Nayla dengan sangat tegas.


"Karena aku bukan siapa-siapa, makanya aku menolak untuk menikah dengan anak Anda," jawab Nayla sekali lagi.


"Baiklah, tapi apa kamu siap jika anak-anak panti itu harus kehilangan pengasuh mereka?"


Nayla yang tadinya hendak meninggalkan Nyonya Hadinata, langsung menghentikan langkahnya.


"Apa maksud Anda?"

__ADS_1


"Aku akan membuka kembali kasus penggelapan uang yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Kau tahu artinya apa? Retno Setyaningrum, pengasuh panti asuhan KASIH BUNDA akan kembali di penjara," kata Nyonya Hadinata penuh ancaman.


"Apa yang harus aku lakukan setelah menikah dengan anakmu?" tanya Nayla yang merasa yakin, kalau tidak hanya itu yang diinginkan oleh wanita yang saat ini sedang duduk di depannya.


"Buat anakku membencimu," jawab Sarah.


"Nyonya, kalau akhirnya Anda hanya ingin anak Anda membenciku, kenapa harus menikahkannya denganku?" tanya Nayla yang merasa kalau keinginan Nyonya kaya itu terlalu berlebihan.


"Tugasmu hanya menikah dengan anakku dan membuatnya membencimu, urusan yang lain kamu tidak perlu tahu. Mengerti!"


Nayla hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau seorang Nyonya Hadinata punya pemikiran sepicik itu.


"Bersiaplah, nanti malam sopirku akan menjemputmu!" seru Nyonya Hadinata.


Kemudian dia dan asiatennya meninggalkan kostan Nayla.


*****


"Siapa dia, Nay? Kelihatannya orang kaya. Kamu benar-benar hebat Nay, bisa mengenal orang seperti mereka," puji ibu kos.


Nayla hanya tersenyum kecut mendengarnya.

__ADS_1


"Tuan Hadinata, aku tidak tahu seperti apa putramu. Tapi aku minta maaf, karena mungkin aku akan menyakiti putramu," batin Nayla.


Nayla benar-benar merasa bersalah apalagi mengingat kebaikan almarhum tuan Hadinata kepada panti asuhan selama ini.


__ADS_2