Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
104.Tanpa Harapan


__ADS_3

[Note : Di bagian armor wajah terdapat kobaran cahaya yang membentuk mata, hidung dan mulut jadi Golem Armor memiliki tampilan seperti wajah manusia yang memakai armor di kepalanya hanya saja mata,hidung dan mulutnya bercahaya merah darah]


"Teknik Elemen : Tebasan Tunggal"


Golem Armor melesat dengan elemen angin yang dapat menghilangkan auranya dan meningkatkan kecepatan beberapa kali lipat walau sebenarnya ia dapat bergerak sangat cepat ,hanya saja karena ia ingin mencoba serangan teknik kepada manusia  jadi ia mengeluarkan sebuah teknik elemen angin,teknik elemen yang paling lemah menurut Liu Wen.


Crash...


Gerakan Golem Armor yang sangat cepat tidak dapat di ikuti oleh mata Jendral Su Yan,ia hanya dapat melihat bahwa Golem Armor tiba-tiba menghilang dan muncul kembali 1 detik kemudian dengan membawa sesuatu,karena Jendral Su Yan tiba-tiba merasakan dingin di tangan kirinya ia pun menoleh untuk melihat tangan kirinya mengabaikan apa yang di bawa oleh Golem Armor.


Dan betapa terkejutnya dirinya bahwa tangan kirinya telah hilang dari tubuhnya, Jendral Su Yan langsung berteriak kesakitan melihat tangan kirinya yang telah hilang.


"Argh.....!!"


Teriak kesakitan Jendral Su Yan melihat tangannya yang telah hilang dari tubuhnya tapi ia masih mencari di mana tangannya menghilang,ia melihat di bawah kakinya tapi tidak ada lalu kemudian ia mendengar suara dari musuhnya Golem Armor yang membuatnya marah ketika melihat nya.


"Apa kau mencari ini" ucap Golem Armor sambil menunjukan sebuah tangan yang merupakan tangan dari Jendral Su Yan,Golem Armor menunjukkan tangan tersebut dengan nada suara tanpa bersalah.


Mata Jendral Su Yan melotot ketika ia tahu tangan siapa yabg berada di atas telapak tangan Golem Armor , dengan wajah yang menunjukkan kemurkaan Jendral Su Yan berteriak keras kepada Golem Armor yang menunjukkan amarah yang meluap-luap bagai bom yang dapat meledak kapan saja.


"Bajingan!!"teriak marah Jendral Su Yan.


"Mati saja kau sialan !! " Teriak Jendrak Su Yan yang telah mencapai puncak kemarahannya ia tidak menahan diri lagi, Jendral Su Yan langsung melesat menyerang Golem Armor dengan mengalirkan seluruh kekuatan nya pada pedang yang ia ayunkan.


Slash...

__ADS_1


Walau Jendral Su Yan telah mengerahkan seluruh kekuatan nya tapi Golem Armor masih dapat menghindari serangan nya dengan gerakan yang mudah, lalu ia berkata"waktu bermain telah habis"ucap santai dari Golem Armor.


Setelah Golem Armor mengatakan hal tersebut ia langsung membunuh Jendral Su Yan Dengan waktu yang sangat cepat.


Hanya dalam 1 kedipan mata Golem Armor bergerak menebas kepala Jendral Su Yan hingga kepalanya terjatuh ke tanah dengan mata yang masih melotot karena marah.


"Sungguh membuat perjuangan hingga saat ini menjadi sia-sia hanya karena kesombongan semata" ucap Golem Armor saat setelah membunuh Jendral Su Yan.


Tanpa di sadari oleh seluruh pasukan Jendral Su Yan yang masih dalam keadaan berperang dengan semangatnya atau lebih tepatnya krisis menghadapi kematian  bahwa pimpinan mereka Jendral Su Yan,telah mati dengan kepala terpenggal.


Penyebab tidak sadarnya pasukan Jendral Su Yan bahwa pimpinan mereka telah mati adalah karena salah satu penyihir Elf dari pasukan Golem Armor telah membuat ilusi di tempat pertarungan Jendral Su Yan dan Golem Armor.


Ilusi yang memperlihatkan pertarungan Jendral Su Yan dan Golem Armor yang seolah-olah masih berlanjut  walau sebenarnya Jendral Su Yan telah mati beberapa saat yang lalu.


Tetapi walau pasukan Jendral Su Yan menyerah karena mengetahui di balik ilusi yang di buat oleh penyihir Elf tersebut, pasukan dari Golem Armor tidak akan membiarkan mereka hidup.


Mereka akan terus di bunuh dan hanya membiarkan  beberapa orang untuk melarikan diri agar mereka dapat memberi tahu kepada rajanya,bahwa yang mereka temukan bukanlah reruntuhan melainkan sebuah kerajaan yang berada di pedalamam hutan.


Jika mereka masih mengirim pasukan untuk menyerang maka hanya dengan kata perang , masalah ini dapat terselesaikan karena jika Liu Wen menyatakan peperangan maka ia akan membuat sebuah mimpi buruk yang akan melanda kerajaan yang ingin berperang dengannya.


Kembali ke medan perang.


Setiap sisi pasukan Kerajaan Liu Wen  melakukan pembantaian habis-habisan seperti di sisi Black Angel,mereka melakukan serangan jarak jauh dengan menembakkan bulu-bulu hitam mereka kearah pasukan jendral Su Yan , yang setiap terkena tusukan dari bulu hitam Black Angel maka prajurit dari pasukan Jendral Su Yan pasti akan secara perlahan menjadi debu halus terbang terbawa angin.


Disisi pasukan bayangan Kelinci Kilat Putih hanya terlihat kilatan-kilatan berwarna putih yang melewati setiap prajurit dari pasukan Jendral Su Yan yang tiba-tiba mati dengan keadaan terpotong-potong

__ADS_1


Kilatan-kilatan berwarna putih tersebut adalah pergerakan dari pasukan bayangan Kelinci Kilat Putih yang bergerak dengan sangat cepat ,hanya menyisahkan kilatan-kilatan berwarna putih karena sangat cepatnya pergerakan mereka , mereka menebas dengan sangat cepat yang membuat prajurit  dari pasukan Jendral Su Yan  tak berdaya untuk mempertahankan nyawa mereka.


Mereka merasa telah menemui puluhan Dewa kematian karena hanya dalam beberapa detik saja puluhan prajurit mati dengan tubuh terpotong-potong,para prajurit tersebut hanya dapat pasrah menerima kematian.


Disisi penyihir terdengar berbagai ledakan-ledakan yang  sangat memekakan telinga, sihir-sihir yang di keluarkan oleh para penyihir Elf mencangkup berbagai macam-macam elemen dari elemen api,angin,air ,tanah dan cahaya bahkan kegelapan.


Para prajurit yang di targetkan oleh sihir-sihir para penyihir Elf hanya dapat pasrah karena area serangan sihir tersebut memiliki area yang sangat luas, membuat para prajurit tidak berkemungkinan menghindar,sihir mereka selalu dapat membunuh puluhan prajurit dalam sekejap mata hal ini membuat mental pasukan Jendral Su Yan semakin menurun ketakutan.


Serangan-serangan para penyihir Elf adalah sebuah mimpi buruk bagi pasukan Jendral Su Yan yang melawan para penyihir Elf, mereka hanya dapat pasrah menerima kematian.


Disisi lain pasukan garis depan mereka terus menerus menebas dan menebas tubuh prajurit Jendral Su Yan,setiap tebasan dari mereka dapat membunuh lebih dari 4 orang.


Benar-benar sebuah petaka buruk bagi pasukan Jendral Su Yan karena melawan pasukan Golem Armor,di setiap menitnya terdengar ratusan jeritan-jeritan kematian yang membuat tubuh berkeringat dingin,mereka sudah seperti di neraka tempat penghukuman para pendosa.


"Cepat selesaikan! Jangan membuat Yang Mulia menunggu"teriak tegas Golem Armor dari atas langit.


"Baik" ucap serentak semua pasukan kerajaan Liu Wen.


Pasukan Jendrak Su Yan yang melihat Golem Armor di atas langit menambah perasaan ketakutan yang luar biasa,mereka tahu apabila Golem Armor disana yang berarti bahwa Jendral Su Yan telah kalah dan mati.


Di tambah menghilang nya ilusi yang sebelumnya di buat di tempat pertarungan Golem Armor telah di buat menghilang oleh penyihir Elf,karena ia ingin menambah penurunan mental semangat juang para pasukan Jendral Su Yan.


Beberapa prajurit langsung terduduk lemas karena harapan kemenangan telah sirna dengan begitu cepatnya,mereka meletakkan senjata di atas tanah dan pasrah kepada kematian yang akan menghampiri mereka.


Walau sudah menunjukkan sisi memalukan karena seharusnya seorang ksatria berjuang hingga mati tapi ini malah pasrah kepada yang namanya kematian ,para penyihir Elf tetap mengeluarkan sihir yang dapat membunuh puluhan hingga ratusan prajurit,tanpa merasa prihatin kepada pasukan Jendral Su Yan.

__ADS_1


__ADS_2