Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
112.Kedatangan Liu Wen Dan Yang Lainnya


__ADS_3

"Biarkan saja sikap mereka, kamu tidak mengenalnya"ucap ketua suku elf


"mohon yah ketua suku tapi siapa mereka sehingga tidak membungkuk hormat kepadamu, memangnya siapa mereka"ucap petinggi itu.


"heh... dia adalah raja kerajaan Liu apa lagi mengenalnya?"tanya ketua suku elf sekaligus memberi tahu identitas Liu Wen.


"Dia raja kerajaan Liu! apa benar tidak mungkin bagaimana bisa seorang raja tidak memiliki aura sepertinya dapat menjadi raja"ucap perunggu petinggi tersebut membantah perkataan dari ketua suku elf.


petinggi tersebut membantah dengan lantang entah dari mana keberaniannya.


"Liu Wen yang melihat dan mendengar percakapan dari ketua suku elf dan petinggi nya hanya tersenyum tipis tapi ia tidak menghentikan percakapan mereka.


"atah apa kita bunuh saja dia,sangat menggangu"ucap Jia Li dengan kesal.


"tidak perlu itu hanya akan mengotori tanganmu untuk mengatasi nyamuk seperti mereka"ucap Liu Wen dengan tenang dan santai.


Seluruh oarang disana yang mendengar itu di buat terdiam mendengar perkataan dari Liu Wen, tapi terlihat wajah penuh amarah dari petinggi -petinggi uang ada disana kecuali ketua suku.


petinggi yang membantai sebelumnya bertambah geram mendengar ucapan dari Liu Wen.


"kalau begitu coba kau lawan dia aku yakin kau hanya semut di matanya"ucap ketua suku elf dengan tenang.


"baik lah jika begitu aku akan mencoba menghajar orang yang arogan di depan saya ini"ucap petinggi tersebut yang kemudian melesat ke arah Liu Wen.


"Sihir Api : Pukulan Api"


di kedua tangan petinggi itu muncul api yang menyala-nyala.


hanya dalam beberapa kedipan mata petinggi tersebut telah berada di depan mata Liu Wen,ia mengayunkan pukulannya ke arah wajah Liu Wen ia ingin menghancurkan wajah sombong yang membuatnya marah.


Tapi yang ia tidak ketahui Liu Wen dapat menangkap tangannya dengan mudah dan mencengkramnya dengan kuat sehingga ia tidak dapat menariknya.


"sialan lepaskan tanganku"ucap petinggi tersebut denagn marah lalu menggunakan tangan satunya lagi untuk memukul Liu Wen.


tapi sebelum ia memukul Liu Wen memcengkram lebih kuat tangan yang ia pegang sehingga ia merasa kesakitan sehingga ia tidak sempat memukul Liu Wen dengan tangan satunya


rasa sakit yang diterima ketika di cengkram oleh Liu Wen sangat sakit baginya sehingga tubuhnya terasa lemas, tulangnya terasa seakan bisa patah kapan saja


argh...

__ADS_1


teriakan kesakitan bergema disana hingga seseorang menghentikan tindakan Liu Wen.


"sudahlah Liu Wen biarkan dia ,tidak ada untungnya bagimu menyiksa nya"ucap Lia menghentikan tindakan Liu Wen.


"Hah baiklah"ucap Liu Wen yang kemudian melepaskan cengkraman nya.


"lain kali jangan terlalu meremehkan kan seseorang terkadang orang kuat dan berkemampuan tidak selalu menunjukkan kekuatannya"ucap nasehat dari Liu Wen.


"ba... baik "ucap petinggi tersebut yang kemudian kembali ke tempat nya sebelumnya.


Para petinggi yang lain hanya menatap meremehkan petinggi yang menyerang Liu Wen ketika Liu Wen melihatnya,senyum tipis terpalar jelas di wajah tampan Liu Wen.


"Oh adalah yang menantang lagi ayo akan ku layani, patah satu dan dua tulang tidak masalah buat kalian"ucap Liu Wen menantang.


"Sombong !"ucap salah satu petinggi yang geram.


Tanpa banyak kata 2 petinggi dan tetua langsung melesat ke arah Liu Wen menyerang.


Tapi sebelum mereka sampai du tempat Liu Wen terdengar kata kata Liu Wen.


"Oh lamgsung baiklah ayo kita lihat seberapa kuat kalian"ucqp Liu Wen yang kemudian mengeluarkan aura kultivasi ranah dunia kuning.


Keringat dingin dan ketakutan muncul di hati dan tubuh mereka.


"Apa hanya ini ayo tunjukkan kekuatan sesuai dengan kesombongna kalian jangan membuat aku kecewa"ucap Liu Wen menatap 4 orang yang saat ini tersungkur di atas tanah.


Tapi tidak ada jawaban dari mereka berempat mereka hanya dapat terdiam dengan tubuh bergetar hebat.


"Cih sampah"ucap Liu Wen dengan kesal.


Liu Wen lalu menarik kembali auranya yang seketika tekanan mereka menghilang bagai tidak pernah terjadi sebelumnya.


"Sudahlah kalian tidak oerlu lanjutkan ,jika tidak kalian hanya akan menjadi samsak pukulan olehnya"ucap ketua suku elf yang bernama Layla Flower.


"Ba... Baik ketua suku"ucap petinggi dan tetua yang ada di sana.


Lalu Layla mengalihkan pandangannya ke arah Liu Wen dan berkata.


"Ada gerangan apa kau kemari tidak biasanya untuk mu"ucap Layla kepada Liu Wen.

__ADS_1


"Haha... Hanya mampir setelah berpergian"ucap Liu Wen santai.


"Baiklah jika begitu silahkan nikmati suasana dan keindahan dari desa Elf kami"ucap Layla dengan tersenyum.


"Itu sudah tentu"ucap Liu Wen.


"Oh yah apa kamu telah mendengar kabar bahwa beberapa iblis dunia atas tekah turun ke dunia bawah ini"ucap Layla memberikan informasi yang mengejutkan.


"Iblis kah... Apa kau mendapat informasinya"ucap Liu Wen bertanya.


"Kami suku elf belum tahu pastinya tapi dari mata-mata yang ku sebar ke seluruh dunia bahwa mereka merencanakan sesuatu dan bersembunyi di tempat yang sulit untuk di temukan "ucap Layla.


Lalu Liu Wen mendengarkan telepati dari Jia Li setelah mendengar informasi dari Layla tentang iblis.


"Ayah bagaimana jika menggunakan kesempatan ini untuk memusnahkan para iblis yang datang ke dunia ini ,sebagai peringatan untuk para iblis dunia atas dan dunia tengah"ucap Jia Li dalam telepati.


"Bemar juga perkataan mu tapi akubharus menjemput saudari Fang Yin , karena di sekte Neraka Surgawi terdapat portal menuju dunia tengah walau tidak ada yang menyadarinya "ucap Liu Wen menjawab Jia Li .


"Oh benarkah tapi kapan ayah akan melakukan itu "ucap Jia Li dalam telepati.


(Note : sekarang panggilan Liu Wen dari Jia Li dan Huang Zhu adalah kakak saja biar enak dan nyaman menurut saya)


"Entahlah tapi mungkin beberapa bulan ini atau beberapa hari lagi kita tunggu saja situasi yang mendukung untuk membawanya"ucap Liu Wen menjelaskan.


"Jika langsung membawanya pasti akan membuatnya bingung dan waspada "ucap Liu Wen lagi.


"Baiklah kak"ucap Jia Li.


"Ada apa dengan kalian ,apa pembicaraan kalian lewat telepati bolehkah aku mendengar nya"ucap Lia membuat semua orang disana terkejut kecuali beberapa orang.


Mereka terkejut karena mereka tidak merasakan fluktuasi energi apapun sedangkan Lia telah di latih untuk menggunakan sihir tingkat tinggi sehingga,energi sihirnya sangat besar belum lagi ia memahami tentang energi alam.


"Hanya pembicaraan tidak penting oleh karena itu kamu tidak perlu tahu"ucap Liu Wen.


"Begitu yah"ucap Lia dengan kecewa.


Setelah mendengar percakapan mereka, Layla menoleh kepada para petinggi desa yang ada di sana.


"Baiklah kurasa rapat hari ini telah selesai ,rapat hari ini selesai"ucap Layla dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kami undur diri ketua suku"ucap salah satu petinggi membungkuk kemudian ia beranjak pergi di ikuti oleh semua petinggi yang ada di sana.


__ADS_2