
Liu Wen yang berada di kamarnya ia duduk bersila , Liu Wen menstabilkan kekuatannya.
Hingga beberapa saat ia menyudahi aktivitasnya, Liu Wen membuka matanya lalu ia membaringkan tubuhnya di kasur kamar tidur.
Kasur yang digunakan Liu Wen adalah kasur dengan bahan yang sangat langka.
Esok harinya.
Liu Wen yang telah terbangun ia bergegas mandi dan mengganti pakaiannya yang sebelumnya ia beli di ibukota kerajaan Ling.
Saat ini Liu Wen memakai pakaian berwarna merah bercampur putih yang terlihat sangat megah, di campur dengan aura kaisar milik Liu Wen yang menambah kesan wibawa dan kebangsawan.
Setelah Liu Wen mengganti pakaiannya ia keluar dari kamarnya.
Liu Wen berjalan dengan santai di bawah tatapan hormat para pasukannya yang berjaga di sekitar .
Di depan kamar Jia Li
"Li'er kakak mau pergi akan lama apakah kau mau ikut!!"teriak Liu Wen.
Jia Li yang sedang sarapan di kamarnya ia tersentak kaget.
"Apa!! kau ingin pergi lagi kak"ucap Jia Li dengan berteriak.
"Li'er apakah kakak boleh masuk ke dalam kamarmu"ucap Liu Wen mengabaikan pertanyaan Jia Li.
"Silahkan masuk kak"ucap Jia Li.
Liu Wen masuk ia disana melihat ruangan yang indah, dinding terpampang gambaran bunga mawar, benda-benda tersusun dengan rapi hingga terlihat indah di pandang mata.
Liu Wen lalu melihat berjejeran makanan yang di hidangkan di meja, disana terdapat Jia Li yang sedang menikmati makanan dengan riang.
Liu Wen mendekat pada Jia Li.
"Li'er apakah kakak bisa ikut makan dengan mu"ucap Liu Wen dengan tertawa kecil.
"Silahkan kak"ucap Jia Li mempersilakan Liu Wen untuk duduk di kursi yang tersedia di sana.
Liu Wen lalu duduk dengan tenang tapi sebelum itu ia menyuruh pelayan yang ada di sana untuk membawakan makanan tambahan.
"Pelayan tolong bawakan makanan lagi "ucap Liu Wen memerintah ke pelayan yang berada di kamar Liu Wen.
__ADS_1
"Baik tuan"ucap pelayan tersebut yang lalu pergi untuk membuatkan makanan dan membawakan nya ke kamar Jia Li.
"Kak ayo lanjutkan pembicaraan yang sebelumnya"ucap Jia Li.
"Benar, sebenarnya sebelumnya aku pergi tanpa jejak itu pergi ke kerajaan salah satu penguasa hutan ini"ucap Liu Wen.
"Oh benar kah, apakah aku boleh ikut kak"ucap Jia Li.
"Kau! Mau ikut?"ucap Liu Wen dengan bingung.
"Kenapa! Apa tidak boleh?"ucap Jia Li sambil memasang wajah yang cemberut.
"Yah... Boleh boleh saja sih tapi.."ucap Liu Wen yang menghentikan kata-katanya di akhir.
"Tapi??"ucap Jia Li sambil memiringkan kepalanya.
"Aku punya syarat dan ini harus kamu lakukan jika ingin ikut"ucap Liu Wen.
"Apa itu kak"ucap Jia Li.
"Kamu hanya tinggal mau ikut atau tidak"ucap Liu Wen.
"Ikut kak ikut kak"ucap Jia Li.
Jia Li menganggukkan kepalanya ia berkata"hmmm... Apakah kakak berpikiran kalau aku memang orang mudah marah"ucap Jia Li.
"Iya memang"ucap Liu Wen dengan polos.
"Dasar kakak bodoh"ucap Jia Li dalam hati tetapi ia tersenyum manis.
"Kenapa seperti merinding ketika melihat senyumnya"batin Liu Wen yang lalu ia mengabaikan senyuman manis Jia Li.
Di saat Liu Wen dan Jia Li selesai berbincang-bincang perlakuan yang di perintah Liu Wen untuk membicarakan makanan telah datang dan langsung meletakkan makanannya di meja.
Liu Wen langsung memakannya dengan lahap karena ia belum makan sedangkan Jia Li telah selesai makan.
Liu Wen makan dengan cepat sedangkan Jia Li menunggu kakaknya selesai makan di tempat ia duduk tanpa bergerak sedikitpun.
Setelah beberapa saat Liu Wen selesai memakan makanannya, Liu Wen langsung menatap Jia Li ia berkata "nanti siang kita kita akan berangkat, bersiaplah"ucap Liu Wen.
"Baik kak"ucap Jia Li.
__ADS_1
"Oh ya... Li'er kenapa aku tidak melihat saudari Fang Yin sama sekali"ucap Liu Wen.
"Itu kakak saudara Fang Yin melakukan pelatihan tertutup di ruang rahasia istana"ucap Jia Li dengan sedikit gelisah.
Jia Li gelisah karena ia baru mengingat tentang Fang Yin dari penyerangan para pengkhianat klan Shen.
"Oh... Begitu"ucap Liu Wen dengan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kita tidak boleh mengganggunya"ucap Liu Wen.
Siang harinya
Liu Wen dan Jia Li berkumpul di depan gerbang kerajaannya.
Tetapi sebelum Liu Wen dan Jia Li pergi ia membuat belahan tubuh untuk menjadi raja kerajaannya.
Liu Wen membuat sebuah gerbang teleportasi yang muncul di dalam kamar Liu Wen.
Sebelumnya sebelum Liu Wen meninggalkan kamarnya ia membuat mantra formasi ilusi tingkat tinggi untuk menipu orang ingin mencarinya.
Whush....
Muncul sebuah lubang yang berwarna hitam di kamar Liu Wen yang berada di istana kerajaan naga api.
Dari lubang hitam tersebut muncul seorang laki-laki muda dan seorang wanita yang sangat cantik.
Mereka berdua adalah Liu Wen dan Jia Li.
"Wow kak kamarmu disini seperti ini rupanya"ucap Jia Li memberikan pendapat tentang kamarnya di istana kerajaan naga api, Jia Li membandingkan kamar di istananya sendiri dengan istana kerajaan naga api.
"Namanya saja kamar untuk tamu disini juga termasuk kamar yang sangat mewah tidak berbeda jauh dengan kamar raja kerajaan ini"ucap Liu Wen.
"Sudahlah sekarang kita sebaiknya menemui raja kerajaan ini"ucap Liu Wen.
Liu Wen lalu keluar dari kamarnya, ketika ia di luar kamarnya ia melihat beberapa orang berjalan ke arahnya, mereka lalu menyapa Liu Wen dan Jia Li.
"Selamat siang tuan Liu"ucap Hua Yuntian yang merupakan orang yang menyapa Liu Wen.
"Selamat siang tuan"ucap Yun Ying, Xi Yan dan Shen Lu secara bersama-sama
"Selamat siang juga, aku sebenarnya akan datang mencari kalian tidak kusangka jika kita bertemu disini"ucap Liu Wen dengan nada santai.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya
setelah selesai membaca, terimakasih....